Heboh lagi deh, katanya taun 2012 atau 2013 akan terjadi kiamat. Gara-garanya banyak kejadian, berita en isu yang akhir-akhir ini mengarah kesana. Apa aja tuh?
Ramalan Infotainmen
Kemaren, jagad Indonesia (halah!) heboh sama ramalan salah seorang peramal populer yang nongol di infotainmen dan bilang kalo dia melihat tahun-tahun yang akan datang akan semakin sulit , banyak hal-hal aneh akan terjadi, tetapi dia mengaku cuma bisa ‘melihat’ sampai tahun 2012 aja , dimana pada saat itu orang-orang akan mengalami cobaan sangat berat, tahun-tahun berikutnya dia gak mampu ‘menembusnya’.
OMG, hari gini masih percaya ramalan, lebay amat. Kita tau kalo cara kerja ramalan bukanlah “melihat masa depan” tapi lebih kepada “mereka-reka skenario masa depan”. Dan ini dilakukan oleh si iblis. Lebih lengkapnya soal ramal-meramal, kamu harus baca GF! edisi depan yang spesial ngebahas abis soal okultisme.
Planet Nibiru bakalan Nabrak Bumi
Mungkin beberapa dari kita pernah dapet sms or email tentang CNN yang memberitakan tentang suatu planet yang disebut Nibiru bakalan nabrak bumi tanggal 12 Desember 2012.
Udah bisa dipastiin berita itu adalah hoax (bohong). Planet Nibiru diceritakan dalam sebuah buku fiksi ilmiah karangan Zecharia Sitchin berjudul The Twelfth Planet tahun 1976. Buku itu laris kayak kacang goreng, soalnya nyinggung soal kiamat yang kemudian dipercayai sebagai kebenaran! Dalam fiksinya itu ia mempelajari literatur dan peninggalan bangsa Sumeria yang hidup 6000 tahun lalu. Sumeria adalah leluhur bangsa Irak, yang diyakini oleh Sitchin sebagai bangsa yang teknologi perbintangannya sangat maju pada jamannya. Ia menemukan satu artefak yang menggambarkan tiga sosok manusia dengan 12 planet dalam tata surya yang diterjemahkan sebagai: Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Luna, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto dan Nibiru. Menurut dia, planet Luna dan Nibiru gak dikenal oleh sistem tata surya modern karena garis edarnya yang jauh menembus keluar tata surya, tapi sewaktu-waktu bakalan masuk lagi dan menabrak beberapa planet, termasuk bumi.
Kalender Maya Habis
Sejumlah sejarawan mempublikasikan perhitungan tanggal dari penemuan kalender Maya. Menurut kalender itu, hari pertama bumi adalah 11 Agustus 3114 Sebelum Masehi dan kalender itu berakhir tanggal 21 Desember 2012.
Nah inilah yang kemudian disambung-sambungkan dengan planet Nibiru diatas, makanya dibilang Nibiru bakalan nabrak bumi di tanggal 21 Desember 2012. Padahal gak nyambung tuh. Kalender Maya disebut kalender Long Count, dipakai oleh suku Maya (Indian) yang hidup antara tahun 250-900 (sesudah masehi) di wilayah Guatemala Amrik. Memang disebutkan bahwa 21 Desember 2012 adalah sebuah akhir, tapi gak disebutkan apakah itu akhir dari bumi (kiamat) atau akhir dari masa kalender? Artinya, kalo Bangsa Maya masih ada jaman sekarang, maka kalendernya akan habis di tahun 2012 en harus ganti kalender baru.
Radiasi Matahari menyerbu bumi
Matahari mempunyai siklus ledakan yang besar yang melemparkan partikel-partikel magnetik, ledakan itu biasa disebut sebagai Badai Matahari. Badai Matahari yang menyerang Bumi yang pernah tercatat terjadi pada Maret 1989 dan dicatat sebagai siklus yang ke-22 dari aktivitas matahari, badai tahun tersebut pernah mematikan listrik satu negara di Kanada akibat medan magnet yang melonjak. Siklus ke-23 telah terjadi pada tahun 2000, sementara siklus ke-24 diperkirakan akan terjadi pada tahun 2011.
Badai ini dihubung-hubungkan dengan ayat di Wahyu 16:8. Memang diperkirakan badai ini akan mempengaruhi berbagai infrastruktur, jaringan satelit, dan sistem penerbangan di beberapa tempat. Medan magnet dari matahari juga diperkirakan dapat merusak alat pacu jantung dan berbagai peralatan di rumah sakit. Tapi kalo sampai mempengaruhi seluruh bumi? Hmmm, belum tentu juga.
“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja." (Markus 13:32)
Hillary dan Obama Antikris
Seorang Pastur bernama David mengklaim bahwa dalam alkitab ada kode (bible code) yang menubuatkan kalo Obama akan mati terbunuh di tahun 2009 dan digantikan oleh Hillary Clinton yang kemudian menjelang 2012 akan menganiaya orang kristen karena dialah si Antikris! OMG!
Sementara ada juga isu Obama-lah sang calon antikristus. Alasannya: Obama membawa perdamaian, membawa perubahan, menyelesaikan masalah ekonomi, sangat populer dengan cepat, pendukungnya dari berbagai kalangan, dianggap ‘juruselamat’ yang ditunggu dunia, melegalkan aborsi. Belum lagi alasan-alasan aneh en dicari-cari kayak Obama berasal dari Chicago yang ber-kode pos 60606, winning lottery Illionis berjumlah 666, dia menjadi penguasa berkulit ‘hitam’ di gedung ‘putih’, dsb. Ada-ada aja.
Dari jaman dulu, kalo ada orang populer dikit langsung deh muncul embel-embel antikris. Elvis Presley Antikris! Marilyn Manson Antikris! George Bush Antikris! Bill Gates Antikris!, lama-lama peserta Indonesian Idol bisa jadi disebut Antikris, hehehe. Well, memang gak bisa dipungkiri kalo kebijakan-kebijakan pemerintahan Amrik sekarang memang bisa membuka jalan munculnya si antikris. Yang pasti, si antikristus ini akan terangkat menjadi pemimpin dengan cepat berdasarkan kebohongan-kebohongan (baca Daniel 8:25).
“Janganlah cepat-cepat bingung atau gelisah karena adanya berita bahwa sudah sampai harinya Tuhan Yesus datang kembali. Mungkin berita itu berasal dari suatu nubuat, atau dari suatu ajaran; atau boleh jadi ada yang berkata bahwa kami pernah menulis yang demikian di dalam salah satu surat kami.” (2 Tes 2:2 BIS).
KAPAN KIAMAT?
Kita mungkin gak pernah tahu kapan kiamat, karena emang cuma Bapa di surga doang yang tahu. Tapi at least kita tahu kira-kira apa kiamat masih jauh atau gak dari kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita.
“Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. (2 Petrus 3:8-12)
Pengen tau kapan kiamat itu ‘baru’ akan mulai? Ayo duduk di bukit Zaitun dan dengarkan khotbah Yesus di Matius 24:3-14 berikut:
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Jawab Yesus kepada mereka:
(Tanda 1) "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
(Tanda 2) Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. (Tanda 3) Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
(Tanda 4) Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
(Tanda 5) Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
(Tanda 6) Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Lho, bukannya itu semua yang biasa kita baca tiap hari di koran, di internet atau di tv? Banyak yang ngaku-ngaku nabi or mesias, perang dimana-mana, kelaparan makin menjadi, penganiayaan orang kristen, kasih yang hambar, dsb. Jadi kalau itu baru awal dari kiamat, kapan dong kiamat sebenarnya? Kiamat baru akan terjadi kalau Injil udah diberitain ke seluruh dunia. Jadi selama semua orang dunia belum denger Injil, ya gak akan kiamat-kiamat. Trus, gimana seluruh dunia bisa dengar Injil kalau gak ada orang yang nyebarin? Mau Yesus cepet datang? Beritakan injil kerajaanNya!
(Tanda 7) Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14).
4 ‘JANGAN’ DALAM MENUNGGU KEDATANGAN YESUS
“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri” (1 Tesalonika 5:4)
Kita emang gak tau pasti kapan kiamat, tapi yang pasti kiamat makin deket bukan makin jauh kan? Jadi boleh dong kita siap-siap buat ‘menyambut’ kiamat dengan sukacita! (baca ‘Pacar Mau Datang Kok Malah Bete?’). Ada beberapa persiapan yang mesti kita lakuin buat ‘menyambut’ kiamat, kapanpun itu.
Baca deh 2 Tesalonika 3:1-15, disitu Paulus menulis tentang kedatangan Yesus yang kedua kali nanti. Lewat surat Paulus kepada jemaat Tesalonika tersebut, paling nggak ada 3 (tiga) sikap ‘JANGAN’ yang harus kita perhatiin dalam menantikan kedatangan Kristus untuk yang kedua kalinya (ayat 11), yaitu:
1. Jangan hidup semau gue
Mentang-mentang kita gak tau kapan kiamat, terus kita pikir kiamat masih lama, jadi kita hidupnya nyantai aja. Hidup seenaknya. Ya jangan dong. Coba baca Matius 24:45-51, di situ kita bisa liat kalau Yesus mau kita jadi orang yang sibuk sama pekerjaan yang udah Dia kasih sama kita. Kita ini kayak prajurit, dan Yesus adalah komandannya. Mana ada prajurit bertindak semau gue? Pastinya sesuai dengan order dari komandan. Mari kita hidup bergaul dengan Yesus dan jalankan seluruh perintahNya.
2. Jangan bermalas-malasan
Paulus bilang, jangan makan kalo gak mau kerja! Orang malas deket sama iblis, katanya. Kerjakan tugas-tugas kita dengan rajin, tekun dan selalu berpikir bahwa semuanya adalah untuk Tuhan.
3. Jangan sibuk dengan hal-hal yang nggak berguna
Nggak malas bukan berarti sibuk dengan hal yang gak ada gunanya. Sibuk itu boleh, but sibuk ngapain? Sibuk mencampuri urusan orang lain? Sibuk nge-game? Sibuk main yang gak penting? Sibuk ngerjain tugas yang bukan tugas kita? Justru karena bentar lagi kiamat, kita mesti makin rajin aja lakuin apapun buat Dia. Jangan jadi kayak hamba yang dikasih satu talenta (Mat 25:25). Dikasih tugas gak dikerjain. Justru karena ini udah akhir jaman kita mesti makin rajin soalnya nanti begitu Dia datang, Dia bakal adain perhitungan sama kita.
4. Jangan parno tapi nantikan dengan rindu
Kiamat pasti datang, mau kita percaya atau gak, mau kita doa puasa 40 hari 40 malam juga, mau kita demo sama Tuhan juga, kiamat pasti datang. Tapi jangan terus kita jadi parno. Kita jadi takut gak jelas. Justru anggap aja kiamat itu besok biar kita makin tekun mengerjakan tugas kita di dunia! “Dan sekarang hadiah kemenangan menantikan saya. Pada Hari Kiamat, Tuhan, Hakim yang adil itu akan menyerahkan hadiah itu kepada saya, karena saya hidup berbaik dengan Allah. Dan bukan saya saja yang akan menerima hadiah itu, tetapi juga semua orang yang menantikan kedatangan Tuhan dengan sangat rindu.” (2 Timotius 4:8 BIS)
‘NUBUAT’ KIAMAT YANG LEBAY
Ada banyak banget nubuatan kiamat. Saking banyaknya bisa jadi satu buku sendiri. Tapi ada beberapa nubuatan kiamat yang udah jelas-jelas gak terbukti.
1. William Miller pernah bilang kiamat taun 1843. Buktinya? Sampe sekarang kita masih hidup kok.
2. Charles Taze Russell (Saksi Yehova) pernah bilang kiamat terjadi taun 1874, terus diralat jadi taun 1914, terus diralat lagi jadi taun 1918. Mau diralat lagi?
3. Rutherford (Saksi Yehova) pernah bilang kiamat akan terjadi taun 1925.
4. Nostradamus bilang kiamat bakal terjadi Juli 1999.
5. Ps. Benny Hin pernah bilang Tuhan bakal datang taun 1999.
6. Pdt. Mangapin Sibuea bilang kiamat bakal terjadi tanggal 10 November 2003.
AWAS KIAMAT!
KECEWA HAMBA TUHAN JATUH!
Banyu udah sebulan tiga puluh hari enam jam empat puluh menit tujuh detik nggak lagi mau pergi ke gereja itu, gereja yang dari SD sampe sekarang pasti gak pernah nggak dikunjungin tiap minggu sama si Banyu ini. Dia udah gak mau lagi latihan drama atau doa bersama. Alasannya banyak, mulai dari ngerjain pe-er, kena flu, ngaku keseleo kejedot pintu, sampe alesan sandal ilang sebelah. Padahal sebenernya dia kecewa berat sama si Kak Eduard Kallem, pemimpin persekutuan pemuda dimana Banyu melayani. Pasalnya, Eduard baru bulan lalu kepergok menghamili salah satu anak tamborin!
Eduard-lah yang pertama kali mengajak Banyu ikutan kebaktian pemuda. Terus lantaran teladan Eduard-lah yang bikin Banyu bertobat dan bertumbuh secara rohani. Ia kini rajin melayani Tuhan lewat talentanya bermain drama. Tapi sejak berita itu, Banyu gak mau ketemu sama Eduard. Sekarang Banyu berencana buat pindah gereja. Saking kecewa berat.
Hmmm. Pengalaman Banyu mungkin cuma sedikit dari kita yang pernah mengalaminya. Tapi sadar or nggak, kita mungkin pernah kecewa sama pemimpin kita, atau tokoh teladan kita, atau gembala kita, atau pembina rohani kita, yang ketauan berbuat dosa dan mengecewakan.
Masih ingat tahun 2001, ketika Roberts Liardon, tokoh rohani yang banyak difavoritin sama kita-kita, mengaku punya kelainan seksual en menyukai sesama jenis. Atau yang baru-baru ini datang melayani ke Indonesia dan terkenal dengan revolusi kebangunan rohaninya, Todd Bentley, diberitakan selingkuh en cerai dengan istrinya. Atau Michael Guglielmucci seorang worship leader en mantan gembala Planetshakers yang kenamaan malah ketauan menipu kita semua dengan mengaku kena kanker agresif. Dan banyak lagi yang lainnya. Itu hamba-hamba Tuhan kelas dunia, belum lagi hamba-hamba Tuhan lokal atau bahkan hamba Tuhan yang dekat dengan kita. Apa sih yang kita rasakan pas mendengar berita itu?
KALO TELADAN KITA JATUH
Gimana seandainya hamba Tuhan yang selama ini kita jadiin teladan jatuh? Orang yang selama ini kita anggap panutan kita, yang selalu kita tanya kalo ada masalah, yang selalu jadi tempat curhat kita pas lagi ada masalah. Sekarang dia jatuh. Apa yang akan kita lakuin? Gak jarang dari kita malah:
a. Kecewa sampe gak pengen ketemu lagi en menjauh dari dia.
Sama kayak si Banyu. Bukannya menolong, ia malah memilih menjauh dan kabur. Mungkin ia akan berhenti terlibat pelayanan en cuma jadi jemaat, atau sekalian pindah gereja. Banyu pikir ini akan menyelesaikan masalah, padahal di gereja lainpun belum tentu gak ada masalah!
b. Menghakimi atau menghina dia.
Biasanya kalo tokoh tersebut bukan orang deket kita atau bukan teladan kita, maka kita tergoda buat menghakimi en menghujat dia. “Tuh, betul kan... makanya jadi pendeta jangan sombong!” atau “Hahaha, dasar pendeta munafik!”. Sewaktu Todd Bentley dinyatakan cerai, banyak kalangan yang akhirnya tertawa lepas. Kebanyakan mereka yang selama ini merasa ilfil or iri ngeliat pelayanan spektakulernya Todd.
c. Yang paling parah ialah menjadikannya alasan buat menjauh dari Tuhan!
Nah lho, ini gak nyambung. Gembala yang berdosa kok Tuhan yang disalahin! Jeanny (bukan nama sebenernya) dulu adalah bendahara di sebuah gereja, pas dia tau kalo gembalanya selingkuh, ia malah murtad, gak mau lagi mendengar kata Tuhan, dengan alasan orang kristen semua busuk en gak jadi berkat. Lha... orang kristen yang tersandung kok Tuhan yang dijauhin ya?
Nah, sekarang coba jujur sama diri kita, apa kita masih bisa menghormati mereka kalo mereka jatuh? Apa kita masih bisa doain mereka kayak sebelumnya? Apa kita masih bisa dekat sama mereka kayak sebelumnya? Sulit pasti. Tapi seandainya orang yang jadi teladan kita jatuh ini yang mesti kita lakuin (biarpun sulit):
1. Doain mereka
Kalo orang yang jadi teladan kita jatuh, doain mereka biar mereka cepat pulih lagi. Jangan diejek-ejek, atau dihina-hina. Doain mereka biar Tuhan memulihkan mereka lagi. Orang yang udah berada diatas akan sangat berat jika jatuh ke bawah, perlu dukungan doa kita supaya mereka bertobat dan pulih lagi.
2. Jangan tinggalin mereka
Masa-masa abis kejatuhan itu masa-masa paling berat. Mereka bakal merasa stress, depresi, rendah diri. Nah, di saat-saat seperti itu, yang mereka butuhin itu orang yang mau temenin mereka, mau dukung mereka. So kalo mereka ada di keadaan itu jangan tinggalin mereka. Jadilah teman buat mereka. Kita mungkin gak bisa lakuin banyak. Tapi kehadiran kita dijamin pasti jadi kesenangan sendiri buat mereka.
3. Belajar dari kesalahan mereka
Kejatuhan teladan kita bukan buat disebar-sebarin atau diingat-ingat, tapi buat dijadiin pelajaran biar kita gak alamin kesalahan yang sama kayak mereka. So dengan berbesar hati, belajarlah dari mereka en berjanjilah buat gak lakuin kesalahan yang sama.
BELAJAR DARI YANG JATUH
Sampe sekarang, berita kejatuhan hamba Tuhan kayak balapan. Belum juga reda berita kejatuhan hamba Tuhan anu, eh udah ada berita kalo hamba Tuhan yang laen jatuh. Kenapa ya mereka bisa pada jatuh begitu? Kalo diliat-liat ada empat sebab utamanya. Sekalian ini juga pelajaran buat kita-kita kalo nanti Tuhan bikin kita jadi ‘super’ kayak mereka, jangan lakuin kesalahan yang sama ya.
1. Karakter yang tidak kuat
Karisma atau karunia bisa membuat kita sampe di puncak gunung. Tapi hanya karakterlah yang bisa bikin kita bertahan disana. Banyak hamba Tuhan yang jatuh karena ia punya karisma en karunia tapi tanpa diimbangi dengan karakter yang kuat.
Karakter adalah sifat-sifat kita yang dikembangkan dengan latihan dan kebiasaan. Karakter adalah sejatinya kita. Bangunlah karakter yang baik dan kuat, agar kalo Tuhan memberi kita karisma dan karunia, kita gak mudah dijatuhkan.
2. Rutinitas pelayanan
Yang namanya manusia itu punya kecenderungan buat jadi lembam. Maksudnya kalo udah lakuin satu hal, susah berubahnya. Hal itu bakal dilakuin terus jadi kebiasaan. Hamba Tuhan juga manusia (bukan rocker doang yang manusia, hehehe) artinya hamba Tuhan juga bisa lembam. Bayangin aja selama bertaun-taun lakuin pelayanan gitu-gitu aja, akhirnya pelayanan udah jadi rutinitas. Kalo udah jadi rutinitas, pelan-pelan cinta sama Tuhannya mulai ilang. Kalo udah gini, tinggal tunggu waktunya jatuh aja.
Jadi gimana biar pelayanan gak jadi rutinitas? Sekali-kali boleh kita istirahat dulu dari kesibukan kita alias refreshing sejenak. Disiplin berdoa en baca firman juga perlu dijaga biar kasih Tuhan terus ada dalam hidup kita.
3. Gak punya komunitas
Se-‘super-super’-nya seorang hamba Tuhan, dia itu tetap manusia. Sebagai manusia dia butuh manusia laen, namanya juga makhluk sosial. Tapi banyak hamba Tuhan yang keasyikan pelayanan sampe lupa sama kebutuhan sosial mereka buat berkomunitas.
Padahal kalo kita sendirian itu kesempatan yang baik tuh buat diserang sama si iblis. Komunitas kita bakal melindungi kita dari serangan si iblis. Jadi gak peduli siapa kita, sehebat apa kita, komunitas itu wajib ada.
4. Gak nyadar buka celah
Iblis pintar cari celah sekecil apa juga. Mungkin kita gak langsung bermain dengan si iblis lewat okultisme, tapi kita nggak nyadar kalo buka celah dengan mengijinkan dosa masuk lewat kesombongan misalnya.
Kesombongan biasanya nempel sama kita-kita or hamba Tuhan yang punya karunia khusus atau diliat banyak orang. Untuk itu, kita harus nyadar kalo kita melayani adalah untuk Tuhan dan karunia yang kita punya juga diberi oleh Tuhan.
JANGAN SILAU!!!
‘Wah hebat hamba Tuhan itu. Sekali tiup orang yang sakit pada sembuh semua.’
‘Eh itu belum seberapa. Hamba Tuhan yang itu, baru turun dari mobil aja orang pada rebah.’
‘Jangan salah, lebih hebat hamba Tuhan yang ini dong. Baru ngomong “iya” mau pelayanan di suatu tempat, orang udah pelepasan semua.’
Emang banyak hamba Tuhan yang dikasih karunia luar biasa sama Tuhan. Tapi semua karunia itu gak boleh bikin kita silau. Maksudnya cuma gara-gara hamba Tuhan itu punya karunia hebat, terus kita jadi gimana gitu sama mereka... kayaknya hebat banget en dijadiin andalan. Padahal biasa aja lagi. Mereka juga manusia sama kayak kita. Yang bikin mereka beda sama kita itu cuma karunia yang Tuhan kasih sama mereka. Karunia yang sama juga bisa Tuhan kasih sama kita kalo Dia mau. Jadi jangan cuma gara-gara satu orang punya karunia tertentu doang, kita jadi terkagum-kagum sampe lupa segalanya.
PACARAN KUDUS
JUEGGGERRR…
NGEBUT BIKIN KECELAKAAN!
Pernah nyetir mobil? Bisa gak sih nyetir mobil langsung ngebut? Gak bisa lho! Pertama tentunya harus buka pintunya dulu, hehe, lalu masuk, duduk, masukin kunci, starter, masuk gigi satu, gigi dua, gigi tiga hingga gak kerasa udah ngebut di gigi lima! Bener gak? Nah, pas mau berenti juga gak bisa langsung berenti, en kalo udah ngebut resikonya tau sendiri: kecelakaan!
Begitu juga dalam pacaran yang gak sehat. Mungkin kita-kita mikir gak bakalan jatuh dalam dosa seksual. Kita en pacar kita udah tau kok kalo itu dosa, apalagi kita berdua udah terlibat dalam pelayanan. Tapi, kok bisa tetep ‘kecelakaan’ ya?
Soalnya kayak nyetir mobil tadi kadang kita gak nyadar kalo kita udah ngebut, gara-garanya kita mulai dengan buka pintu, pelan-pelan masuk ke mobil, mulai muter starter en masuk gigi satu. Dua. Tiga. Cekiiiit… Juegggeeeer! Nggak kerasa. Awalnya cuma ngobrol di tempat sepi, lalu saling bersentuhan, lalu mulai meraba, lalu kissing, petting.. Dan kejadian deh.
Tau gak sih, yang boleh nyetir mobil itu cuma yang udah punya SIM. Yang boleh melakukan hubungan seks itu cuma yang udah punya SIM (Suami Istri Menikah, maksa ya?) juga. So, yang boleh nyetir ya mereka ini. Kita-kita yang belum punya SIM, jalan kaki aja. Cari yang aman. Pacaran bukan ajang kenal-kenalan tubuh, tapi kenal-kenalan karakter en bersahabat. So, sebelum tabrakan… keluar dari mobil dan jalan kaki.
PACARAN KUDUS NGEBOSENIN!?
Apa yang kita pikirin waktu denger kata ‘kekudusan’ dalam pacaran? Pasti banyak dari kita yang mikir soal batasan-batasan, segala gak boleh, ketidakbahagiaan. Aaah, bosen! Kesannya Tuhan itu Tuhan yang nggak fun, nggak suka anakNya seneng. Apalagi film-film, buku en gaya hidup seleb sekarang yang menyamakan antara menjaga kekudusan selama pacaran dengan ketidakbahagiaan en kekunoan en kejadulan!
Nah, kalo kita sampe kepikir kayak gitu, terima aja deh kalo kita sebenernya udah ditipu abis-abisan ama si iblis. Si iblislah yang pengen kita gak bahagia, soalnya yang namanya kekudusan itu sebenernya indah! Bukan sebaliknya. Iblis mendorong pasangan muda buat mengekspresikan rasa cintanya secara bebas dengan dalih agar bisa bahagia en senang. Tapi taukah kita kalo kebebasan yang ditawarkan iblis itu adalah sebuah perbudakan dosa tanpa kita sadari?
Ketika Tuhan meminta kita untuk hidup kudus, Dia sedang memikirkan kebahagiaan kita. Bukan sebaliknya! Lha wong Dia itu Bapa kita kok, masa mikirin supaya kita menderita? Tapi gara-gara roh kita dikuasai sama perbudakan dosa, maka rambu-rambu dari Tuhan itu rasanya kayak rantai belenggu di penjara. Pacaran tanpa bumbu seks rasanya ngebosenin. Otak kita mikirnya seks masa pacaran itu menyenangkan, akhirnya lupa tujuan semula. Justru percayalah, ketika kita menjalani pacaran dengan kudus, maka Tuhan telah menyediakan berkat kebahagiaan pada saat kita menikah dan menjalani rumah tangga nanti!
QUOTES
“Menunda berhubungan seks tidak pernah menyakiti siapapun. Saya jamin” (Pam Stenzel – Sex Has A Price Tag)
“Andaikata seks yang Anda berhalakan selama pacaran, justru dalam kehidupan pernikahan Anda dengan istri atau suami Anda nanti, seks tidak akan bisa Anda nikmati. …Yang Anda sakralkan waktu berpacaran, itu yang akan Anda nikmati pada saat menikah nanti.” (Phillip Mantofa - Before 30)
PACARAN KUDUS, MUNGKIN GITU?
Nah, tapi mungkin gak sih kita bisa pacaran kudus? Pacaran tanpa ada embel-embel seks? Soalnya survey membuktikan banyak banget anak Tuhan (apalagi yang bukan) yang pacarannya gak kudus. Bahkan banyak diantaranya sudah terlibat pelayanan di gereja! Tenang, biar statistiknya tinggi, jangan mau ikut-ikutan meramaikan statistik itu. Ada banyak pasangan yang bisa buktiin kalo pacaran kudus itu mungkin. Nah, buat kita-kita yang mau pacaran kudus, ini beberapa tips dari hamba-hamba Tuhan yang udah buktiin kalo pacaran kudus itu mungkin.
1. Tau batasan diri.
Tiap orang punya ‘batas’ kekuatan sendiri-sendiri. Sampe sejauh mana mereka bisa menguasai diri. Contohnya gini, buat beberapa orang, pegangan tangan itu gak masalah. Tapi buat beberapa orang tertentu pegangan tangan aja bisa bikin mikir yang nggak-nggak. Kebanyakan orang yang pacarannya gak kudus gak nyadar kalo mereka udah melampaui ‘batas’ mereka. Ini penting banget. Kalo kita tau ‘batas’ kita en pasangan kita, en tetap menjaga hubungan kita dalam batas itu, kita gak akan terjebak dalam hubungan yang gak kudus.
Waktu mulai komit buat pacaran, obrolin batasan itu. Sambungkan dengan tujuan kita berpacaran. Cari kesepakatan untuk mengatasi masalah yang mungkin akan terjadi, misalnya tentuin batasan tempat pacaran, batasan mana yang boleh dan tidak boleh, dsb.
2. Jangan ketok pintu pencobaan!
Kadang kita suka salah berdoa, ‘Tuhan, beri aku kekuatan agar aku bisa menang dalam pencobaan!’. Padahal Tuhan sendiri bilang: “Jangan masuk dalam pencobaan!’ (kalo gak percaya baca deh: Matius 6:13, Matius 26:41, Lukas 11:4). Artinya jangan sok jago masuk dalam pencobaan, soalnya 99% biasanya bukannya menang malah keok! Hehe. Jangankan masuk, ketok pintunya aja juga mending jangan deh. Misalnya kalo kita yang cowok lemah dalam godaan visual, suka mikir ngeres kalo liat kulit cewek yang mulus, janganlah ketok-ketok pintu en masuk ke pencobaan dengan melirik (atau bahkan melototin) gambar cewek pake rok mini. Langsung tutup majalahnya atau pindahin channel tipinya atau merem sekalian.
Termasuk dalam berpacaran. Kalo memang godaannya besar pas berduaan di tempat sepi, jangan masuk ke tempat sepi. Selalu cari tempat yang aman, ada orang ketiga. Atau ngobrol di tempat umum.
3. Buat cowok, anggap cewek kita itu adik kandung kita.
Apa batasan perlakukan kita sama pacar kita. Sebagai cowok, kita bisa ambil patokan firman Tuhan ini:
“…Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.” (1 Timotius 5:1b-2).
Sebagaimana kita memperlakukan adik perempuan kita (kalo yang gak punya, bayangkan!) begitulah seharusnya kita memperlakukan cewek kita. Penuh kemurnian! Jangan ngelaba, jangan jahat, jangan egois. Lindungi dia sebagai kakak, jagai kehormatannya, sayangi seperti adik kandung. Jadilah cowok sejati.
Kalo ada yang berkilah, “…kalo gitu saya boleh dong cium pipi pacar, soalnya saya juga suka cium pipi adik gue!”, tanyakan betul dalam hatimu, apakah efek ciuman itu beda atau sama? Jangan-jangan itu cuman alasan doang buat membenarkan ketidakmurnian hati kita.
4. Buat cewek, jangan segan tampar cowokmu
Beda ama cewek, kata orang, gairah seks ama otak cowok itu gak bisa berjalan bareng. Makanya kalo hasrat seksnya muncul biasanya cowok suka gak bisa mikir. Sekalipun si cowok udah tau resikonya dan bahkan sudah berjanji untuk tidak melakukannya, tapi ketika hasrat seksnya muncul, dia bisa lupa semuanya dan yang terpikir hanya… “ah biarin gimana nanti aja!”. Itulah makanya di film-film Hollywood gampang sekali seorang cewek membujuk atau mencuri sesuatu dari cowok, cukup dengan diangkat gairah seksnya. Dan itu memang kenyataan.
Makanya perlu bantuan dari cewek buat nyadarin otak si cowok biar bekerja. Kalo sudah ada tanda-tanda gak beres, ingetin dia. Kalo maksa terus, langsung tampar aja atau cubit sampe biru. Makanya bilang dari awal, kalo sampe kamu nampar, dia jangan marah, hehe.
5. Libatin ortu sama pembimbing rohani
Penting banget punya pembimbing rohani ato ortu yang tau apa yang kita lakuin sama pacar kita. Bukan artinya kita mesti laporan sama ortu ato pembimbing rohani kita apa aja yang kita lakuin pas pacaran. Tapi belajarlah terbuka sama mereka, apa yang jadi masalah kita, apa yang jadi pergumulan kita dalam pacaran. Dengan terbuka begitu, kita juga akan merasa lebih aman, karena ada orang yang lebih dewasa yang mengawasi kita.
Lebih lengkapnya, beli edisi cetak, hubungi info@getmedia-online.com
-
NEO BREED
Tampang boleh jadul, tapi kelakuan harus di-upgrade. Dua-ribu-sembilan saatnya kita sadar kalo kita punya tantangan baru dari Tuhan buat berubah, buat di-brojolin (dilahirkan –red) lagi jadi generasi baru: the neo breed. (dp)
Neo breed itu sebutan buat generasi anyar yang Tuhan lagi bangkitin di akhir jaman ini. Generasi ini bakal beda sama generasi yang udah-udah. Bedanya juga gak tanggung-tanggung, beda banget! Misalnya kayak gini, generasi sebelumnya item, generasi baru ini bakalan belang polkadot pink-ungu! Kalo generasi sebelumnya rasanya asin, generasi baru ini manis-asem-gurih-mak nyus!. Pokoknya bakal beda banget deh, (tapi makin positif aja loh, bukan kebalikannya). Kenapa Tuhan sampe harus bangkitin generasi baru ini? Ada beberapa alasannya sih...
1. Tantangan baru
Suka gak suka, terima gak terima, yang namanya tantangan itu bakal akan ada terus. Masalahnya tantangan itu makin lama makin gede en susah aja. Tantangannya makin canggih, jadi orang yang harus ngehadapinnya gak boleh kalah canggih. Kebayang dong gimana kalo generasi ortu kita disuruh hadapin tantangan yang kita hadapin sekarang di jaman komputer ini?
Kita bisa liat gimana orang Israel yang keluar dari Mesir gak sanggup mengalahkan orang Kanaan gara-gara orang Kanaan itu termasuk tantangan baru buat mereka. Mereka biasa hadapin orang Mesir. Jadi mereka gak tau gimana caranya hadapin orang Kanaan. Terus ditambah lagi mereka masih termasuk generasi jadul yang belum di upgrade cara pikirnya. Masih mikir pake cara pikir yang lama, kayak waktu di Mesir. Akhirnya mati konyol semua deh (Bilangan 14:39-45).
Beda sama generasi orang Israel yang lahir di padang gurun. Mereka bisa kalahin orang Kanaan. Soalnya mereka gak sama dengan generasi sebelumnya, mereka itu udah lebih canggih. Mereka tiap hari liat mujizat, mereka tiap hari latihan perang. Jadi buat mereka orang Kanaan itu keciiiill... so jangan heran kalo akhirnya mereka yang bisa masuk Kanaan (Bilangan 14:31).
“...Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas...kamu tidak akan masuk ke negeri yang...Kujanjikan akan Kuberi kamu diami... anak-anakmu...merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu.” (Bilangan 14:28-31)
2. PekerjaanNya belum selesai
Tuhan punya satu rencana yang guedeeeeeee banget, yaitu bikin gerejaNya sempurna (Efesus 5:27). Soalnya Yesus nggak mau married sama gereja yang nggak sempurna. Supaya gerejaNya sempurna, Tuhan manggil banyak orang buat kerja bareng Dia. Tapi saking gedenya pekerjaan yang udah dimulai dari dua ribu taun ini sampe sekarang gak selesai-selesai.
Tiap generasi dipanggil buat lakuin kerjaan yang beda. Ada generasi yang dipanggil supaya bikin muka gereja lebih halus. Ada generasi yang dipanggil buat bersihin jerawat di muka gereja. Ada generasi yang dipanggil buat bikin sanggul gereja. Ada generasi yang dipanggil buat nyiapin baju pengantin gereja. Nah, sekarang giliran generasi kita. Generasi baru yang Tuhan panggil buat selesain tugas super duper gede ini. “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya” (Kisah 13:36)
3. Dia lagi bikin proyek baru
Tuhan kita bukan Tuhan yang suka diam en ngelamun, sambil mikir, ‘Abis ini bikin apa lagi ya?’ No! Tuhan kita itu selalu aktif. Dia selalu aja punya sesuatu yang baru yang Dia mau lakuin. Khusus buat akhir jaman ini, Dia sedang punya proyek baru lagi buat gerejaNya. (kalo mau tau apa yang Dia lagi lakuin di akhir jaman liat Old Vs New). Buat proyek baru ini Tuhan butuh banyak orang. En orang-orangnya gak bisa orang yang masih mikir pake cara lama. Dia butuh orang-orang yang punya pikiran baru, makanya Dia bangkitin generasi baru yang beda banget sama generasi sebelumnya, soalnya proyekNya juga beda banget sama proyekNya yang udah-udah. “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru...” (Yesaya 43:19)
I AM THE NEO BREED. ARE YOU?
Neo breed itu bukan masalah umur atau orang baru. Orangnya mungkin udah uzur, atau orang itu-itu juga, gak masyalah. Tapi harus ada sesuatu yang baru dari mereka. Pertanyaannya sekarang, apa kita bisa bilang kalo kita termasuk neo breed atau nggak? Coba baca dulu ciri-ciri neo breed yang GF! kasih di bawah, terus coba cek sama diri kita sendiri. Apa kita cocok sama ciri-ciri itu atau nggak?
• Punya mental baru
Punya suatu keberanian en kekuatan yang gak dipunyai sama generasi sebelumnya. Contohnya, kalo generasi sebelumnya penakut, neo breed itu berani. Kalo generasi sebelumnya, kalem, adem ayem, neo breed itu suka tantangan. Intinya ada jiwa yang beda yang bikin neo breed itu punya mental yang beda. Mereka rela masuk pusat pelatihan Tuhan. Di sana mereka digojlok sampe akhirnya begitu keluar, mereka punya mental yang baru.
“Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” (Bilangan 14:24)
• Cara pikir baru
Neo breed gak mikir pake cara lama. Kalo generasi sebelumnya liat masalah, terus mikirnya ‘Wah masalah nih’ . Sedangkan neo breed bisa jadi begitu liat masalah langsung mikirnya ‘Asyik tantangan!’. Dari mana asalnya cara pikir baru yang dipunyain neo breed ini? Gak lain gak bukan dari Alkitab sendiri. Mereka pelajari Alkitab dengan cara yang beda en mereka dapatin sesuatu yang baru di sana en mereka terapin dalam hidup mereka. Hasilnya cara pikir mereka juga berubah.
“..tetapi berubahlah dengan merubah cara pikirmu” (Roma 12:2 – NKJV)
• Roh baru
Maksudnya roh yang baru bukan artinya neo breed itu punya Roh Kudus, generasi sebelumnya gak punya Roh Kudus lho. Bukan itu. Maksudnya neo breed itu punya pengurapan khusus yang dikasih sama Tuhan dalam hidup mereka. So, jangan heran kalo liat neo breed itu bisa lakuin mujizat, kuasa yang beda sama generasi yang udah ada sebelumnya. Mereka ngerti kalo Tuhan lagi bikin sesuatu yang baru en mereka minta, berseru sama Tuhan supaya dikasih roh yang baru itu. En mereka buka hati mereka buat roh baru, itu sebabnya mereka punya roh yang baru.
“Aku akan memberikan mereka ...roh yang baru di dalam batin mereka” (Yehezkiel 11:19)
• Terbuka sama hal-hal baru
Salah satu ciri utama neo breed itu mereka selalu terbuka sama hal-hal baru. Mereka gak anti, bahkan mereka senang sama hal-hal baru. Mereka selalu pengen tau ada apa lagi yang baru, ada apa lagi yang bakal terjadi. Mereka bersemangat buat hal itu. En yang paling keren, mereka gak segan-segan berubah kalo emang hal baru itu emang lebih baik dari yang udah ada.
• Gak mikirin masa lalu
Jangan mau jadi kayak generasi Musa yang walaupun udah keluar dari Mesir, masih aja pengen balik lagi ke Mesir. Ini ciri utama generasi Musa. Mereka selalu ingetnya sama masa lalu, yang udah lewat, pengennya balik lagi ke masa lalu. Beda sama generasi Yosua, mereka pengen selalu maju. Mereka gak peduli sama masalah yang ada di depan mereka. Makanya hasil akhirnya juga beda ‘kan. Generasi Musa mati semua, tapi generasi Yosua jadi pemenang. Kenapa? Soalnya mereka mutusin buat gak nengok ke belakang, en terus maju sama gerakan yang Tuhan lagi lakuin.
OLD VS NEW
“...yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (II Korintus 5:17). Tadi kita udah sama-sama liat kalo salah satu alasan enapa Tuhan bangkitin neo breed soalnya ada sesuatu yang baru yang Dia mo bikin. En buat bikin sesuatu yang baru itu, Dia butuh orang-orang yang punya mental yang baru juga. Yang lama udah harus lewat, yang baru udah datang. Tapi apa yang baru yang Tuhan mau bikin?
Khusus buat jawab pertanyaan itu, GF! nanya ke-3 hamba Tuhan yang udah gak diragukan lagi deh reputasinya. Biar jawaban mereka beda-beda, tapi ada satu kesamaannya. Mereka semua sepakat kalo sesuatu yang baru yang Tuhan lagi lakuin itu ada hubungannya sama gerejaNya.
Bakal diapain gereja sama Tuhan? Yuk kita liat apa kata para hamba Tuhan itu...
Gereja institusional VS Gereja relasional
Ini waktunya buat gereja berubah. Kalo selama ini gereja yang kita kenal itu gereja institusional, maksudnya gereja yang cuma jadi sebuah lembaga doing, yang punya gedung gede, tiap minggu ada pertemuan, jemaatnya sepertinya banyak, tapi gak ada kehidupan, gak ada dampak yang dihasilin. Tiap minggu ada ibadah, malah mungkin tiap hari bisa ada pertemuan, tapi gereja gak pernah jadi berkat sama lingkungannya. Semua orang jemaat sibuk sama urusan gimana bikin gereja ‘keliatan’ lebih baik, bukannya gimana menggarami dunia.
Tapi sekarang, Tuhan lagi bikin perubahan. Jaman gereja institusional udah terlalu lama en udah saatnya berakhir. Sekarang jamannya gereja relasional. Gereja yang bukan cuma sibuk terus-terusan di gedung gereja, rapat sana, rapat sini, sibuk mikirin apa yang mesti dilakuin biar jemaat tetap setia. Ini jamannya gereja yang keluar, berhubungan, berelasi dengan dunia.
Gereja gak akan lagi identik sama sebuah gedung tertentu. Tapi gereja bakal identik sama sekumpulan orang percaya. Karena emang orang percaya itulah gereja yang sejati. Orang gak harus lagi datang ke gedung gereja buat berdoa ato beribadah. Di mana pun mereka berada, di rumah, kantor, sekolah, di mana pun, mereka bisa berdoa en beribadah sama Tuhan.
Satu ciri utama dari gereja relasional ini adalah adanya hubungan (relasi) antar orang percaya. Ada suatu persekutuan yang erat antar orang percaya. Mereka semua bukan lagi berhubungan sebagai jemaat dari gereja tertentu. Tapi mereka semua berhubungan sebagai satu keluarga besar dalam Yesus. Gak akan ada lagi batasan denominasi ato jemaat tertentu. Semua orang akan sadar kalo mereka semua satu keluarga dalam Yesus en semua dinding pemisah itu harus runtuh.
Pesan saya cuma satu: buka diri kita buat menerima kebenaran ini. Jangan sampe kita ketinggalan dalam kegerakan yang lagi Tuhan bikin di jaman akhir ini. (disarikan dari Apostolic revelation karangan John Kingsley Alley pendiri dan presiden Peace Apostolic Ministries)
Gerakan orang kudus VS Gerakan para imam
Ini waktunya gereja masuk ke jaman ‘Gerakan Orang Kudus’. ‘Gerakan Orang Kudus’ adalah pemulihan terakhir yang akan Tuhan lakukan sebelum kedatanganNya yang kedua. ‘Gerakan Orang Kudus’ disini adalah suatu gerakan di mana semua orang kudus – semua orang percaya – bergerak, melayani dengan kuasa Allah, bikin mujizat di mana mereka berada. Udah saatnya gerakan para imam berakhir. Udah gak jamannya lagi yang bisa bikin mujizat cuma satu orang aja. Udah gak jamannya lagi yang bisa kotbah cuman satu orang aja. Sekarang saatnya semua orang percaya, gak peduli berapa umurnya, udah berapa lama jadi Kristen, udah sekolah Alkitab ato belum, bisa jadi hamba Tuhan yang luar biasa. Bisa bikin mujizat, bisa beritain Injil dimanapun mereka berada, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
‘Gerakan Orang Kudus’ ini bakal bikin perubahan besar di gereja. Gereja gak akan lagi jadi tempat ‘memenangkan jiwa en persiapin mereka masuk surga’. Tapi gereja bakal jadi ‘teman sekerja Allah’ supaya apa yang ditulis di Wahyu 11:15 tergenapi. “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” (Wahyu 11:5)
Di mana-mana kita akan liat perubahan. Gereja-gereja akan berubah. Cara pandang lama akan diganti sama cara pandang yang baru. En gerakan ini gak bakal terjadi sama satu gereja aja, tapi buat semua gereja, dari Katolik sampe Karismatik. Asal mereka mau terbuka sama Tuhan. Itu kuncinya! Terbuka sama apa yang Tuhan lagi lakuin di bumi ini. (disarikan dari kotbah DR. Bill Hamon di www.cimn.net, pendiri dan presiden Christian International Ministries International
Sekuler VS Rohani
Kalo selama ini kita kenal istilah, sekuler en rohani, mulai sekarang kita mesti siap-siap buat gak denger istilah itu lagi. Soalnya Tuhan lagi bikin satu gerakan yang menyatukan dua kutub yang kayaknya beda banget itu. Gak akan ada lagi istilah sekuler, rohani. Semua yang sekuler akan jadi ‘rohani’.
Ada apa ini sebenarnya? Tuhan lagi memaksa ladangNya supaya cepat matang. Caranya, Dia bikin semua orang yang selama ini keliatan ‘sekuler’ tiba-tiba tertarik pada hal-hal rohani atau spiritual. Nilai-nilai rohani masuk ke dunia sekuler en orang-orang sekuler itu tiba-tiba aja mulai menerapkan nilai-nilai rohani dalam hidup mereka. Makanya saya bilang gak akan ada lagi istilah rohani, sekuler, karena semuanya akan jadi rohani.
Sayangnya gak semua orang Kristen ngerti hal ini. Mereka masih aja beda-bedain ini rohani, ini gak rohani. Padahal orang dunia udah gak peduli lagi sama perbedaan ini. Jangan sampe kita jadi orang yang ketinggalan dalam gerakan Tuhan ini. Ikutlah dalam kegerakan! Karena ini adalah kegerakan Tuhan di akhir jaman. Pelajari firman Tuhan sebanyak mungkin en terapkan firman itu sebanyak mungkin sejauh yang kita tau dalam hidup kita sehari-hari. (disarikan dari kotbah Cornelius Wing di seminar Imparting God’s Kingdom In The Marketplace, seorang marketplace evangelist dan konsultan di beberapa perusahaan)
BIAR JADI NEO BREED
• Terbuka sama pekerjaan Tuhan
Tuhan itu gak pernah konstan. Dia selalu punya sesuatu yang baru. Jadi kita juga mesti selalu terbuka sama apa yang Dia lagi kerjain. Buat tiap jaman, Dia selalu punya ‘proyek’ yang beda. Nah, kita perlu tau apa ‘proyek’ Tuhan buat jaman kita en ikutan di dalamnya.
• Jangan keras kepala
Kenapa orang Israel mesti mati di padang gurun? Soalnya mereka keras kepala. Musa udah berkali-kali ngomong supaya mereka berubah, bertobat en masuk dalam gerakan Tuhan yang baru. Tapi mereka masih lebih suka balik ke Mesir. Akhirnya Tuhan juga udah gak sabar en matilah mereka...
• Bersedia dibapai
So, siap jadi the neo breed? Langkah pertama, cari bapa or kakak rohani buat ‘melahirkan’ generasi baru ini. Mereka yang udah tau asam dan garam tapi masih punya semangat yang teuteup asik sekalipun uzur! Lalu berlatihlah berperang dibimbing oleh mereka! Neo breed gak pernah bisa lahir kalo gak ada seorang bapa rohani. Supaya bisa jadi neo breed, kita mesti bersedia dibapai sama orang yang lebih dewasa. Dibapai artinya bersedia ‘diobok-obok’ hidupnya sama bapa rohani kita. Tapi akhirnya kita bakal terhitung sebagai neo breed en dapat upah dari Tuhan.
http://www.gfreshmagazine.com
KEMISKINAN AKUT!
Waduh! Kemiskinan di Indonesia udah akut! Dimana-mana gwe liat orang miskin. Di jalanan, orang miskin. Di desa, orang melarat. Di tipi, berita orang kelaparan. Di koran, berita anak gak bisa sekolah gara-gara gak punya duit. Akut! Kalo kanker udah stadium tiga!
”Kenapa sih orang miskin malah makin menjamur!?”. ”Apaan sih nih orang. Gak tau diri banget deh. Udah miskin, bau, hidup lagi.’ Guys, mungkin kita pernah kepikiran ato malah ngomong kayak gitu. Tapi mulai sekarang kita mesti ati-ati loh. Soalnya Tuhan sayang banget sama orang miskin, tertindas. Sampe-sampe di Amsal 14:31, dibilang ”Tetapi siapa menindas orang yang lemah, menghina penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia”. Artinya kalo kita anggap orang miskin itu lebih hina dari kita, kita udah gak menghormati Allah alias menghina Allah. Gimana nasib orang yang menghina Allah? Wah mending gak usah tau deh...
”Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin”. (Amsal 22:9). Tapi kalo kita care sama orang yang lemah, kita sebenarnya lagi bikin Tuhan berutang sama kita. ”Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya”. (Amsal 19:17).
”Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.” (Amsal 28:27). Tuhan janji tiap kali kita kasih waktu, tenaga, harta ato bakat kita sama orang yang lemah, kita kayak lagi lagi kasih pinjaman sama Tuhan, en Dia janji buat bayar ’pinjamanNya’ itu berlipat kali ganda. Tuhan, Allah semesta alam selalu prihatin sama penderitaan orang-orang lemah jadi Dia janjiin berkat sama semua orang yang mo ikut ngerasain kebutuhan mereka en bertindak demi kepentingan mereka. Tapi kebalikannya. Kalo kita nggak punya belas kasihan alias lempeng-lempeng aja sama orang yang lemah kita bakal rasain ’tangan’ Tuhan.
Tapi kita tetap mesti punya motivasi yang benar, jangan sampe ada dalam hati kita pikiran kayak gini, ”Gue mau nolong orang miskin, supaya gue diberkati” Emangnya main investasi! Hehe. Ini bukan ’cara cepat jadi sehat en kaya.’ Ini tentang sadar kalo hati Tuhan itu dekat sama orang lemah en betapa Dia peduli sama apa yang mereka rasakan. Ini tentang sadar kalo kita benar-benar ingin ikut Tuhan, kita harus perhatikan apa yang Dia perhatikan. Hati kita mesti hancur oleh apa yang menghancurkan hati-Nya, en kita mesti jadi pembela apa yang dibela-Nya.
HIDUP KEKAL DAN MENGASIHI SESAMA
“Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." (Lukas 10:25-28).
GF!ers pasti pernah denger cerita orang Samaria yang baik hati (baca teliti kelanjutan ayat diatas di Lukas 10:25-37). Biasanya cerita ini suka dipake buat ngajarin orang supaya berbuat baik sama sesama manusia. Nggak salah sih, cuman sebenarnya Tuhan Yesus kasih perumpamaan ini buat ngejawab pertanyaan ahli taurat tadi: "Apa yang harus kuperbuat supaya mewarisi hidup yang kekal?" (ayat 25). So lewat perumpamaan ini Tuhan Yesus mo kasih jawaban gimana biar bisa hidup kekal, bukan tentang gimana caranya berbuat baik. Jadi gimana supaya kita punya hidup kekal? Sebenarnya si ahli taurat itu juga udah tau jawabannya. LOVE GOD, LOVE PEOPLE. Itu caranya punya hidup kekal.
“Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." (Lukas 10:26-18)
Kalo mo punya hidup kekal, kita mesti punya dua-duanya. Gak bisa cuman LOVE GOD doang, tapi gak mo LOVE PEOPLE. Ato mo LOVE PEOPLE, tapi gak mo LOVE GOD. Ya gak bisa. Kayak uang 50ribuan, kalo cuman satu sisi ada gambarnya, tapi sisi lainnya polos, ya uangnya gak bakalan laku. Tapi masalahnya banyak dari kita or gereja kita suka kayak gitu. Kita love God, tapi gak love people. Kalo gereja kebaktiannya mungkin hebat, khotbahnya luar biasa, praise and worship-nya mantap, paduan suaranya top, kebaktiannya penuh urapan. Tapi waktu ada saudara seimannya, jemaatnya, tetangganya, warga kotanya yang miskin, kelaparan, gak punya uang, kurang gizi, putus sekolah, penyakitan, mereka tetap diam aja, cuek ketek bebek, pura-pura nggak tau en nggak mo tau.
Dia mau kita care sama sesama kita. Kalo kita ngaku cinta Tuhan, kita juga mesti cinta sesama kita. Siapa sesama kita? Kita mungkin gak tau namanya. Gak masalah. Soalnya sesama manusia itu bisa siapa saja. Siapa aja yang lagi butuh bantuan kita, dialah sesama kita. Ayo kita buka mata, buka hati kita. Liat, dengar, rasakan penderitaan orang lain. Bangkit tolong mereka, jangan cuman kita liat di TV, baca di koran, liat di internet doang. Tapi mari kita lakuin sesuatu. Jangan jadi imam ato orang Lewi yang cuma liat, yang cuman bilang ”kasian yah” terus ngeloyor gitu saja, tanpa ada usaha untuk menolong, ayo kita jadi kayak orang Samaria itu.
KENAPA ORANG SAMARIA?
1. Yesus mo ajarin kita supaya gak punya negative thinking sama orang lain
Jaman itu, orang Yahudi itu benci banget sama orang Samaria. Mereka anggap hina orang Samaria, gara-garanya orang Samaria itu keturunan campuran orang Israel sama orang non Israel. Mereka dianggap bangsa yang gak murni. Orang Israel anggap orang Samaria itu kompromi sama dunia. Mereka dianggap orang berdosa yang dosanya gak bisa dimaafkan lagi. Makanya gak heran kalo orang Israel ketemu orang Samaria pasti ada aja negative thinking-nya. Tapi Tuhan balikin semua itu. Buktinya justru orang yang selalu jadi ’kambing hitam’ malah yang nolongin seorang Israel yang lagi kesusahan.
2. Yesus mo tunjukin kalo orang jadi orang Kristen aja gak cukup
“Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.” (Lukas 10:30). FYI, Yerikho itu nggak jauh dari Yerusalem tapi jalannya bergunung-gunung. Disana banyak perampok yang suka sembunyi. Kira-kira nih, siapa sih para perampok itu? Ya jelas, orang Yahudi juga! Siapa lagi? Ini ’kan masih wilayah Israel. Jadi artinya dia disiksa sampe setengah mati sama bangsanya sendiri. Sama saudara-saudaranya sendiri.
Terus jangan lupa siapa yang dua orang yang lewat tapi gak nolongin dia? Orang Yahudi juga. En bukan sembarang orang Yahudi. Dua-duanya hamba Tuhan lagi. Yang seorang ’pendeta’ yang lagi mo pelayanan di Bait Allah. Dia liat ada orang terluka, tapi lagi buru-buru ke Bait Allah. Banyak yang nungguin dia buat dengerin firman Tuhan. Kalo mesti nolong dia dulu, bisa telat dong, belum lagi kalo orang itu udah mati, dia mesti lakuin upacara penyucian yang ribet banget. Jadi... lebih baik pura-pura gak liat aja. Terus lewat lagi ’diaken’ ato ’majelis gereja’ or ’pengurus gereja’. Dia juga mikir sama kayak pendetanya. Jadi dia juga terus aja lewat. Kenapa mesti orang Samaria yang dianggap orang berdosa yang nolongin dia? Kemana orang-orang yang ngakunya saudara seimannya? So jadi jadi orang Kristen aja gak cukup, kita juga mesti nunjukkin buah-buah kita sebagai orang Kristen.
TIPS: WHAT CAN WE DO?
Now, apa yang bisa kita lakuin buat orang-orang yang menderita ini? Kita udah tau kalo kita harus do something. Tapi apa? Ini dia beberapa ide fresh dari GF! biar GF!ers bisa tunjukin kasih kita sama dunia.
Jadi calo / makelar tenaga kerja
Cariin lowongan kerja buat teman-teman kita yang lagi nganggur. Ato tawarin teman-teman kita yang lagi nganggur sama teman kita yang udah punya kerjaan.
Jadi orang tua asuh
Siapa bilang jadi orang tua asuh susah? Sekarang ada banyak pelayanan yang sediain beasiswa dengan biaya terjangkau buat kita. Kalo biayanya agak gede bisa kumpulin beberapa teman terus patungan jadi orang tua asuh. (kamu bisa masuk ke www.MajalahKristen.com, disana ada link-link yayasan atau kelompok pelayanan dimana kita bisa ambil bagian)
Bikin bimbel gratis
Kasih les ato bimbel (bimbingan belajar) sama anak-anak sekolah yang gak bisa sekolah. Dijamin mereka bakal berterimakasih banget...
Bikin genk
Bikin genk atau klub yang tujuannya positif, kayak bikin genk memberi makan gelandangan, genk mengajar anak jalanan, membagikan ilmu pada pengangguran, dsb.
Jadi sponsor
Ajak teman-teman (atau ortu-ortu) buat kumpulin uang jajan, atau berdagang yang keuntungannya bisa dikasihin sama orang yang kurang mampu di sekolah.
Jadi ember curhat
Dengerin orang yang mo curhat sama kita. Jangan kasih komen. Jangan nge-judge juga. Pokoknya dengerin aja.
Shout it out
Bikin tulisan-tulisan yang bisa kasih inspirasi sama orang, terus tempelin di mading sekolah ato kampus (tapi izin dulu ya...), diblog, atau milis.
Jadi sopir pribadi
Punya motor ato mobil? Ajakin teman-teman kita yang suka jalan kaki, atau mesti naek bus ato angkutan umum buat bareng sama kita. Kalo perlu jemput mereka sekalian.
Nonton bareng
Ajakin teman-teman yang nggak punya uang buat ke bioskop buat nonton bareng kita. Bisa nonton VCD, DVD, ato boleh juga traktir nonton di bioskop.
Promosiin teman kita
Punya teman yang punya kemampuan unik? Promosiin dong sama orang lain. Siapa tau bisa jadi berkat buat orang en nambah uang saku teman kita.
Katering gratis
Minta sama mama kalo masak lebihan dikit. Terus kasih makanan itu sama teman kita. Dijamin pasti terharu banget...
Kasih kado
Siapa bilang kasih kado mesti pas ultah doang? Kasih kado kejutan sama teman-teman kita buat tunjukkin kalo kita sayang sama mereka.
Belanja di warung sebelah
Jangan melulu belanja di mall or supermarket or mini market. Biar ada keadilan social, belanjalah di warung tetanggamu.
Bagi-bagi bahan bacaan gratis
Kamu bisa kumpulin buku-buku or majalah bekas yang masih bagus untuk dibagikan pada anak-anak atau remaja yang gak mampu. Kamu juga bisa bag-bagi majalah GFresh!. Lho. Soalnya GFRESH! punya program khusus buat bagi-bagi majalah. Kalo mo terlibat bisa telepon aja ke 022-70791362. Gratis alias gak keluar uang sama sekali. (Kalo buat yang luar kota Bandung, paling juga bayarin ongkos kirimnya doang)
Thanks buat anak-anak LPMI Bandung buat ide-idenya. Keren abisss...
KESURUPAN
‘Ren, udah nonton film Kesurupan belom?’ tanya Anto sama Rendi.
‘Udah, ‘kan kemaren ada di TV.’
‘Yup.’
‘Tapi gue jadi penasaran, kalo di dunia nyata bisa gak ya, orang kesurupan sampe kayak gitu? (dp)
GF!ers yang pernah nonton film The Exorcist, Kesurupan ato suka nonton film hantu mungkin gak aneh sama adegan di mana ada orang yang kerasukan setan, sampe bisa ngamuk-ngamuk gak jelas, banting sana-sini, teriak-teriak, barang-barang berterbangan ke sana-ke sini. Bisa gak ya kejadian gak sih di dunia nyata?
Jawabannya cuman satu. IYA. Kejadian kayak di film-film horor itu emang bisa kejadian lagi!, Cuma mungkin kejadiannya kadang gak se-dramatis kayak di film-film, sampe ada benda-benda berterbangan ke sana-sini segala.
PROSES KESURUPAN
Rasanya gak mungkin banget deh kalo kita belum pernah denger istilah kesurupan. Pasti minimal pernah denger dong, biar cuma sekali doang. Tapi sebenarnya apa sih kesurupan itu? Kalo kata orang yang lebih ahli, kesurupan itu artinya badan kita dikuasai sama iblis jadi kita gak sadar apa yang kita lakuin.
Kenapa ada orang yang bisa kesurupan? Wah itu panjang ceritanya, tapi kalo mo tau kenapa orang bisa kesurupan baca aja ‘Kok Bisa Kesurupan?’ Cuma ada satu yang mesti kita inget baik-baik, kesurupan itu butuh proses. Jadi gak langsung buuum, simsalabim, abrakadabra, orang bakal langsung kesurupan. Gak gitu ceritanya.
Menurut Kak Siska Widjaya ada beberapa tahap sebelum seseorang itu bisa kesurupan. Pertama, orang itu belum lahir baru, otomatis waktu itu tubuhnya en semua yang dia punya itu milik si iblis. Tahap kedua, orang itu makin lama dia makin ‘akrab’ sama si iblis, suka main bareng, suka jalan bareng, ini udah bahaya, karena cuma tinggal selangkah lagi makin gampang lah si iblis menguasai tubuhnya. Sampe akhirnya si iblis bisa menguasai tubuh orang itu sepenuhnya en itulah yang kita kenal sebagai kesurupan.
Itu ‘kan buat orang yang belum lahir baru. Gimana sama orang yang udah lahir baru? Prinsipnya sih sama, orang itu tanpa sadar (mungkin) ‘jadian’ sama si iblis. Nah kalo udah gini kasusnya tinggal tunggu tanggal mainnya aja kapan si iblis bakal menguasai tubuh orang itu alias kesurupan.
KOK BISA KESURUPAN?
Kenapa orang bisa kesurupan? Soalnya ada setan yang masuk tubuhnya. Ya iyaaalah kemasukan setan. Kesurupan bisa terjadi soalnya si iblis itu punya kemampuan khusus bisa masuk dalam tubuh manusia, binatang ato benda-benda tertentu. Syaratnya manusia, hewan, ato benda itu mesti punya ‘pintu’ buat si iblis masuk. Apa aja sih yang bisa jadi ‘pintu’ buat si iblis masuk dalam tubuh kita en menguasainya? (plus ‘bonus’ gimana biar si iblis gak bisa masuk)
o Kutuk nenek moyang
Pernah liat gak ada satu keluarga, yang tiap generasinya minimal ada satu orang yang ketiban sial. Bisa jadi rumahnya kebakaran, kecelakaan, ato apa aja. Tapi di tiap generasi hal itu pasti aja terjadi. Maksudnya di zaman kakeknya terjadi, terus di zaman papanya juga terjadi, terus di zaman anaknya juga, di zaman cucunya juga, di zaman cicitnya juga.
Nah bisa jadi keluarga itu harus kena kutuk nenek moyang ato kutuk keturunan. Maksudnya ada akibat/dampak/pengaruh negatif yang mesti dialami seseorang gara-gara dosa orang tuanya, kakek-neneknya atau leluhurnya. Kok kayaknya gak adil banget sih, yang salah siapa, yang harus nanggung siapa? Tapi emang itulah kenyataannya.
Solusinya?
Cuma satu kata. Pelepasan. Supaya kita lepas dari kutuk nenek moyang kita mesti pelepasan (bukan ‘pelepasan’ di WC ya...) maksudnya kita mesti lepas dari semua ikatan yang mengikat kita dengan nenek moyang kita. Karena kita udah di dalam Kristus, semua ikatan yang gak perlu mesti diputusin. Gimana cara pelepasan?
o Bisa minta hamba Tuhan di gereja kita buat doain pelepasan buat kita.
o Ato kita bisa bikin pelepasan sendiri. Caranya dengan bikin pengakuan iman kalo kita udah gak ada hubungan lagi sama dosa nenek moyang kita. Contoh pengakuan imannya, ‘Dalam nama Yesus, aku adalah ciptaan baru dalam Kristus, semua kutuk nenek moyang aku hancurkan dalam nama Yesus. Tidak ada lagi kutuk yang mengikatku. Aku telah bebas dalam nama Yesus. Darah Yesus melingkupiku. Aku bebas!’ Nah pengakuan iman ini diucapin dengan suara keras en penuh keyakinan. Yakinlah kalo kita emang punya kuasa buat mutusin semua kutuk .
“Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. “ (Lukas 10:19)
o Pernah bikin perjanjian sama setan
Mungkin kita gak pernah secara langsung bikin perjanjian sama setan, tapi siapa tau orang tua kita? Nah kalo kita (ato ortu kita) pernah bikin perjanjian sama si iblis, sama aja artinya kita nyerahin tubuh kita buat si iblis. Makanya gak heran kalo orang yang pernah bikin perjanjian sama setan gampang banget kesurupan.
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
(Keluaran 20:3)
Solusinya?
Pelepasan. Gak ada lagi yang lain. Caranya? Sama kayak di atas.
o Hubungan sama Tuhan lagi jelek
Coba bandingin. Kapan kita jadi gampang banget bikin dosa? Waktu hubungan pribadi kita sama Tuhan lagi bagus ato sebaliknya, waktu hubungan pribadi kita sama Tuhan lagi jelek?
Pasti yang kedua. Soalnya waktu hubungan pribadi kita sama Tuhan lagi bagus, kita bisa rasain kasih Tuhan en kasih itu bakal buat kita susah bikin dosa. Sebaliknya kalo hubungan pribadi kita sama Tuhan lagi jelek, kita bakal di luar kasih Tuhan en gampang banget buat kita dikuasai si iblis.
Solusinya?
Jaga hubungan sama Tuhan dengan baik. Emang kita semua punya kesibukan masing-masing. Malah kadang saking sibuknya, kita sampe gak tidur. Tapi ada baiknya kita ikutin teladan Yesus, sesibuk apapun, secapek apapun Dia tetap disiplin buat ‘say hi’ en chit-chat sama BapaNya.
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Markus 1:35)
o Jiwanya lagi labil
Survey membuktikan kalo kebanyakan orang yang kesurupan jiwanya lagi gak stabil. Maksudnya jiwanya gak stabil itu, bisa jadi lagi ada masalah ato lagi banyak pikiran, ato lagi putus asa banget, sampe bikin dirinya stress berat. Nah ini sebenarnya udah masuk kelainan jiwa, tapi masih tahap awal sih. Orang yang kayak gini gampang banget dikuasain sama iblis.
Solusinya?
Isi diri kita sama Firman Tuhan en Roh Kudus sampe penuh. Yang namanya masalah emang pasti selalu ada, tapi kalo kita penuh sama Firman Tuhan, kita bakal selalu punya damai sejahtera di tengah masalah. Makanya penting banget baca Alkitab, merenungkan en menghapalkan isinya kalo perlu. Gak kalah penting juga minta Roh Kudus penuhin kita tiap hari.
Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
(Efesus 5:18)
o Pikirannya lagi kosong
Pernah liat orang yang pikirannya kosong? Kayak orang bego, tatapan matanya beda, kayak kosong, melompong, kayak sapi ompong… gak ada semangat. Kenapa bisa gitu ya? Banyak sebabnya. Mungkin lagi banyak masalah, ato emang lagi pengen kali yaa... anyway bahaya banget kalo pikiran kita kosong, soalnya pikiran kita bisa dengan gampang dikuasain sama ‘pihak lain’. Makanya ati-ati sama ajaran yang bilang kita mesti kosongin pikiran, penipu tuh, yang ada malah kita dikuasai si iblis.
Solusinya?
Biar gak kosong, pikiran kita mesti penuh sama firman en Roh Kudus. Caranya? Sama kayak di atas.
o Ada dosa yang belum beres
Dosa yang belum kita beresin di hadapan Tuhan itu kayak luka kecil yang kena infeksi. Keliatannya gak apa-apa, tapi lama-lama bisa jadi kanker ato tumor. Dosa yang belom beresin juga bakal jadi celah yang mantap buat si iblis menguasai diri kita.
Solusinya?
Boleh juga kita ikutin caranya Ayub. Dia selalu minta ampun buat dosa anak-anaknya, soalnya dia sadar bisa jadi ada dosa yang dilakuin anak-anaknya tanpa sadar (Ayub 1:5). Gak ada salahnya kita tiap hari minta ampun buat dosa kita, soalnya siapa tau kita bikin dosa yang gak kita sadarin. Dari pada jadi celah buat iblis mending kita minta ampun tiap hari, tiap saat.
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati."
(Ayub 1:5)
o Ada luka batin
Yang disebut luka batin itu adalah luka yang emang adanya di hati kita. Misalnya kita kesel ato kecewa sama seseorang, terus kita pendam terus. Nah itu contoh luka batin. Yang parahnya kadang kita suka gak sadar kalo kita ada luka batin, nah loh... padahal luka batin ini bisa jadi celah yang baik buat si iblis buat menguasai kita.
Solusinya?
Cuma satu. Inner healing. Kita bisa minta hamba Tuhan yang emang punya karunia khusus di bidang inner healing buat doain kita. Agak susah sih buat inner healing sendiri karena kadang kita gak tau apa sih akar masalahnya, kalo ada orang lain ‘kan jadi lebih gampang.
The Spirit of the LORD is upon Me, Because He sent Me... to heal the brokenhearted. (Roh Tuhan ada padaKu karena... Dia mengutusKu untuk menyembuhkan yang terluka hatinya). (Lukas 4:18)
KERASUKAN ROH ORANG MATI, BISA GITU?
Beberapa taun yang lalu dunia kekristenan Indonesia sempat heboh gara-gara ada fenomena ‘orang hidup dirasuki roh orang mati’. Udah gitu roh orang matinya bisa diinjili lagi. Sebenarnya hal kayak gitu bukan barang baru. Dari zaman dulu juga, banyak dukun, peramal yang ngaku-ngaku bisa manggil roh orang mati buat merasuki tubuh mereka buat kasih pesan terakhir sama orang yang masih hidup.
Nah yang jadi pertanyaan, apa benar bisa begitu? Bukannya roh orang mati gak bisa balik lagi ke dunia orang hidup? Kalo ditanya gitu, GF! juga bingung mo jawab apa. Soalnya ada beberapa ajaran yang bilang bisa, ada yang bilang gak bisa. Mana yang benar? Terserah keyakinan masing-masing aja...
Ajaran # 1
Ada yang bilang kalo roh orang mati itu sebenarnya gak kemana-mana. Setelah tubuh mereka berhenti napas, roh mereka mengembara di dunia ini. En karena mereka roh, mereka bisa dengan gampang masuk ke tubuh manusia yang mereka mau, asal orangnya buka celah.
Ajaran # 2
Ada yang bilang juga kalo roh orang-orang yang semasa hidupnya terikat banget sama dunia en meninggal sebelum waktunya, pas matinya sama si iblis dibikin jadi ‘roh gentayangan’. Karena roh ini sangat terikat sama dunia, roh ini selalu nyari tubuh manusia buat dirasuki, supaya dia bisa nikmatin hidup kayak dulu lagi.
Ajaran # 3
Ajaran yang satu ini populer banget di kalangan orang Kristen. Semua roh orang mati masuk ke sebuah ‘ruang tunggu’. Di sana mereka nungguin saatnya mereka bakal dihakimi. Mereka gak bisa berkeliaran di dunia lagi. Nah kalo ada roh orang mati yang merasuki orang hidup itu bukan roh orang mati, tapi roh iblis yang menyamar.
Ajaran # 4
Ada juga yang bilang kalo dalam kondisi normal, orang hidup gak bisa kerasukan roh orang mati. Tapi kalo orang itu sengaja ‘manggil’ roh orang mati itu (menurut mereka ada beberapa roh orang mati bisa dipanggil) or ada ikatan batin yang sangat kuat dengan orang yang mati itu, bisa jadi dia kerasukan roh orang mati.
Ajaran # 5
Ada lagi ajaran yang bilang kalo ‘roh orang mati’ yang masuk dalam diri orang hidup itu sebenarnya ‘familiar spirit’ (roh jahat yang kenal baik, sifat, kebiasaan, kekuatan, kelemahan en hal-hal yang terjadi dalam hidup orang itu). Nah, roh ini masuk sebagai roh orang mati yang dikenal sama orang itu.
Gimana menurut GF! ?
Kalo buat GF! let’s back to bible aja. Alkitab ‘kan bilang kalo manusia itu cuma ditetapin buat mati sekali doang terus diadili. Selesai. Jadi gak ada ceritanya kalo roh orang mati bisa masuk lagi ke badan orang hidup.
Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi. (Ibrani 9:27)
Kedua, di Alkitab juga gak ada cerita tentang orang yang kerasukan roh orang mati. Kalo orang kerasukan setan sih banyak, hehehe. Jadi kalo buat GF! kerasukan roh orang mati itu gak mungkin banget deh...
KALO ADA YANG KESURUPAN
Apa yang bakal kita lakuin kalo tiba-tiba harus berhadapan sama orang yang kerasukan setan?
a. Kabuuur! Selamatkan diri! Awas setan ngamuk!
b. Langsung kasih tau semua orang di sekitar, ‘Ada orang kesurupan. Ada orang kesurupan...’
c. Nonton. Kapan lagi nih bisa liat orang kesurupan dari dekat, live lagi.
d. Keluarin handphone, cari nomor telepon pak pendeta.
e. Cari bala bantuan buat megangin orang yang kesurupan biar gak ngamuk
Kalo kita milih salah satu dari jawaban di atas, artinya kita masih belum lulus ujian praktek buat mata pelajaran ‘manifestasi kuasa Allah’, hehe. Kita sebagai orang Kristen (apalagi yang udah bertaun-taun jadi Kristen, udah ikutan banyak kegiatan gereja, udah banyak dengar pengajaran) harusnya kalo liat orang kesurupan ya langsung turun tangan aja. Gak usah cari orang lain, apalagi sampe kabur segala. Nah, in case kita beneran ketemu orang kesurupan, ini yang mesti kita lakuin:
· Stay cool
Hal pertama yang mesti kita lakuin kalo ada orang kesurupan, tetap tenang. Ya, pada saat hal itu terjadi di depan mata kita, pasti ada perasaan gentar, tapi kuatkan hati dan diri kita, gak usah mikir yang macam-macam. Inget Tuhan pasti melihat dan menolong, dan pokoknya tenang aja. Tenangin diri. Inget loh setan emang gak bisa baca pikiran kita, tapi dia bisa rasain kalo kita takut. So first step is to stay cool.
· Usir dalam nama Yesus
Kalo ketemu orang kesurupan, gak usah banyak cing cong, bla bla bla, doa panjang lebar, langsung aja tumpangin tangan (kalo perlu) en bilang ‘Dalam nama Yesus aku usir kau keluar dari diri orang ini!’ dengan yakin. Simpel. Yang penting waktu kita pake nama Yesus, kita mesti yakin en jangan takut, kalo gak, bisa-bisa kita diketawain ama si setannya. En yang paling penting, kalo mo usir setan pake nama Yesus, pastiin dulu kita punya hubungan yang intim sama Yesus, nanti malah kayak anak-anak Skewa lagi! (baca Kisah 19:13-16)
· Layani orangnya
Kalo setannya udah keluar, giliran orangnya yang kita layani. Biasanya orang kesurupan gara-gara ada masalah tertentu. Nah kalo suasananya udah enak, kita bisa ajak ngomong orangnya, cari tau ada masalah apa yang bisa kita bantu, doain, en kalo perlu bikin janji buat ketemu lagi, siapa tau masalahnya butuh waktu lama baru selesai. Bisa juga kita ajak teman kita yang emang spesialis di bidang kesembuhan luka batin (inner healing).
· Awas serangan balik
Nah satu lagi yang penting, abis melayani orang yang kesurupan, kita mesti ati-ati sama yang namanya serangan balasan dari si iblis. Biasanya yang jadi serangan balik si iblis itu orang-orang yang terdekat sama kita ato diri kita sendiri. Jadi jangan lupa minta perlindungan Tuhan buat kita dan orang terdekat kita. Tapi jangan juga kita jadi parno takut serangan balik si iblis. Biasa aja lagi. Yang penting kita udah minta darah Kristus melindungi kita, itu juga udah cukup.
KESURUPAN MASAL: TREND BARU?
Kalo dulu-dulu orang seringnya kesurupan sendiri-sendiri, sekarang-sekarang, kalo kita rajin baca koran, sering banget kejadian kesurupan masal di mana-mana. Kenapa ya? Apa ini lagi trend baru dari si iblis? Bosen bikin kesurupan satu orang sekalian bikin kesurupan banyak orang sekaligus?
Sebenarnya penjelasan kenapa bisa ada kesurupan masal itu sederhana banget. Pertama, itu artinya di tempat itu emang banyak setannya (ya iyalaah...), ato bisa dibilang tempat itu sarang setan. Kedua, orang-orang yang kesurupan waktu itu sebenarnya tanpa sadar punya celah yang sama buat si setan masuk dalam diri mereka. Misalnya aja orang-orang yang kesurupan pernah main jelangkung ato mereka punya masalah emosional yang sama. Gitu aja penjelasannya. Simpel ‘kan? Terus ngapain dong kalo ada kesurupan masal? Ya sama aja, usir aja dalam nama Yesus, layani orangnya, en jangan lupa sucikan juga tempatnya.
THE KINGDOM
‘Nit, kemaren lu inget gak kotbahnya pak pendeta?’ Tanya Rina sama Anita
‘Ehm yang mana ya? Gue inget-inget lupa...’
‘Itu yang judul kotbahnya The Kingdom’
‘The Kingdom?’
‘Iya. Pokoknya kemaren gue inget pa pendeta sering banget bilang, ‘Carilah dulu kerajaan Allah...’
‘Oh... yang itu. Eh, sebenernya ‘cari dahulu kerajaan Allah’ itu apa yang harus dicari?
Mungkin Sebagian besar dari kita juga kalo denger The Kingdom pasti langsung mikir, ‘Istilah dari mana lagi nih?’ Tapi kalo dibilang ‘Kerajaan Allah’ pasti langsung manggut-manggut ngerti. Nah kerajaan Allah itu istilah kerennya: The Kingdom of God ato sering disingkat The Kingdom. Selama ini kita ‘kan cuman sering denger orang bilang ‘carilah dulu Kerajaan Allah’. Ato ‘Kerajaan Allah mesti ditegakkan di bumi.’ Tapi gimana caranya? Apa yang dicari? Apa sih maksudnya The kingdom itu? Emang penting ya? Nah biar gak bingung lagi, yuk kita sama-sama liat apa sih The Kingdom itu en gimana caranya kita bisa menghadirkan kerajaan Allah di bumi. (dp)
THE KINGDOM = INTI ALKITAB
Kalo selama ini kita pikir, inti Alkitab itu berita keselamatan, ‘TET-TOT!’. Kalo berita keselamatan udah disampaikan, terus mau ngapain?
Inti dari Alkitab yang kita baca tiap hari itu adalah Kerajaan Allah ato The Kingdom. Kalo kita baca Alkitab dengan teliti, kita bakal temuin banyak banget ayat yang bilang tentang The Kingdom ato Kerajaan Allah. Malah kalo kita baca lebih teliti lagi, Yesus en para rasulNya juga sebenarnya bagiin tentang The Kingdom. Ini beberapa ayatnya...
“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah (Kisah Rasul 1:3)
“Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang (Lukas 9:2)
“Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia (Lukas 8:1)
“Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. (Kisah Rasul 8:12)
Kalo Yesus aja sampe begitu seringnya ngomongin tentang Kerajaan Allah alias The Kingdom ini artinya The Kingdom ini penting banget. Kalo Yesus aja anggap ini penting apalagi kita. So ayo kita pelajari apa sih The Kingdom itu
Istilah baru?
Sebenarnya The Kingdom ini bukan istilah baru, soalnya dari zaman Alkitab aja, istilah ini udah sering banget dipake sama orang Kristen, cuman makin ke sini, istilah ini makin lama makin jarang kedengeran. Tapi sejak taun 2000an istilah The Kingdom ato Kerajaan Allah mulai sering kedengaran lagi.
Tapi apa sih sebenarnya the kingdom itu?
Simpelnya The Kingdom itu sebutan buat suatu tempat dimana Tuhan memerintah sebagai raja. Tempat itu bisa apa aja. Mulai dari satu keluarga, kota, negara, sampe diri kita sendiri. Yang penting di tempat itu Tuhan berkuasa penuh en memerintah sebagai raja.
Memerintah?
Yup. Tuhan itu ‘kan raja. Makanya Dia disebut ‘raja di atas segala raja’, karena Dia itu emang raja. Namanya juga raja, jadi wajar dong kalo Dia punya kerajaan. En sebagai raja emang tugasnya buat memerintah.
Gimana cara memerintahnya?
Ya kayak raja aja. Kalo kita suka nonton film-film kerajaan, kita pasti tau cara seorang raja memerintah. Dia tinggal duduk di tahtaNya en kasih perintah sama semua bawahanNya. Gak ada ceritanya ‘kan raja memerintah sambil memohon-mohon...(itu sih bukan raja tapi pembantu kali)
Masalahnya kita itu tau Dia itu raja, tapi kita suka gak terima kalo Dia ‘memerintah’ di hidup kita. Contohnya, Tuhan udah kasih perintah sama kita, ‘Ampunilah musuhmu.’ Tapi kita punya 1001 alasan buat gak maafin orang yang bikin kita kesal ato BeTe. So, kalo kita tau Dia itu raja aja gak cukup. Kita mesti mengakui kalo Dia itu emang raja. En bentuk pengakuan kita kalo Dia itu raja adalah dengan lakuin perintahNya. Apa perintahNya? Semua perintahNya ada di Alkitab. Jadi kalo mo tau apa perintahNya, kita mesti baca Alkitab kita.
Jadi dimana sih tepatnya The Kingdom itu?
“Kerajaan Allah ada di antara kamu”. (Lukas 17:21)
The Kingdom itu ada di mana-mana. Yang penting dimana Yesus ditinggikan sebagai raja en Dia dikasih hak penuh buat memerintah, disitulah The Kingdom ini ada, gak masalah jumlahnya. Mo ada seratus orang ato satu orang, sama aja, Kerajaan Allah tetap ada di sana, asal Yesus djadiin raja di situ.
Itu sebabnya Alkitab gak pernah bilang secara jelas, dimana sih Kerajaan Allah itu. Alkitab cuman sering ngomongin kalo Kerajaan Allah itu bukan masalah makan-minum (Roma 14:17) ato soal omongan (1 Korintus 4:20). Karena kerajaan Allah emang bukan sebuah tempat. Kerajaan Allah itu soal kuasa Tuhan yang dinyatakan (Lukas 11:20), soal kebenaran, en damai sejahtera yang kita rasain (Roma 14:17), itulah The Kingdom.
SEMUANYA DITAMBAHKAN PADAMU!
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu otomatis ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33, diterjemahkan dari Contemporary English Version)
Tuhan kita itu emang Tuhan yang adil, Dia bukan Tuhan yang mo nya jadi raja, terus seenaknya aja kasih perintah sama kita. Gak, Dia bukan raja kayak gitu. Dia kasih janji sama kita, kalo kita biarin Dia memerintah, semuanya akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33). Malah tanpa kita perlu cari-cari juga, ‘semuanya’ bakal langsung datang sama kita. Otomatis. Karena emang itu udah janji Tuhan sama kita. BTW kalo kita baca seluruh pasal Matius 6, kita bakal temuin kalo kata, ‘semuanya itu’ artinya ya semuanya. Semua yang sering kita kuatirkan. Ya berkat keuangan, jawaban doa, harta, makanan, minuman, tempat tinggal, semuanya itu buat kita.
Tapi jangan lupa, ada harga yang mesti kita bayar. Coba baca lagi Matius 6:33, kalimat sebelumnya, ‘Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah...’ Jadi sebelum kita dapetin semua ‘bonus’ itu, kita mesti cari dulu Kerajaan Allah. Gimana caranya cari Kerajaan Allah? Cara paling gampang adalah lakuin firman Tuhan. Kayaknya sederhana ya, cuman lakuin firman Tuhan. Tapi kalo kita mo ‘korek-korek’ lebih dalam lagi, itu bisa jadi banyak loh. Saking banyaknya kalo dijadiin buku bisa lebih tebal dari kamus besar bahasa Indonesia yang tebalnya 1000 halaman lebih. En lagi buat lakuin firman Tuhan itu gak gampang. Pasti ada aja halangannya. Makanya kita perlu banyak-banyak berdoa minta anugerah Tuhan buat hal ini. Nah apa kita masih mo hidup dalam The Kingdom?
SEKULER VS ROHANI
Salah satu ciri utama, The Kingdom ini adalah, dia gak eksklusif. Maksudnya dia gak khusus buat si A, ato si B, ato buat orang yang kayak gini, ato yang kayak gitu. Gak. The Kingdom ini terbuka buat siapa aja. Gak ada batasan umur, ato apa juga. Termasuk gak ada batasan gereja. Jadi gak ada istilahnya The Kingdom itu cuman ada di gereja doang. Gak. The Kingdom itu ada dimana pun Yesus ditinggikan sebagai raja. Artinya mo di sekolah, di kampus, di kantor, ato di mana aja, selama kita lakuin firman Tuhan en biarin Dia memerintah sebagai raja, di situlah The Kingdom ada.
Itu sebabnya kita mesti belajar buat hapusin istilah ‘sekuler-rohani’, ato ‘rohani - gak rohani’. Gak ada lagi istilah kayak gitu. Gak ada lagi pemisahan. Udah waktunya kita berenti bilang ‘Kalo yang kayak gini, itu rohani, kalo yang kayak gitu gak rohani (sekuler).’ Dimana ada Kerajaan Allah, mo apapun yang kita lakuin, di mana pun kita ada, itu udah jadi sesuatu yang ‘rohani’. Jadi yuk kita sama-sama hapuin istilah ‘rohani’, ‘gak rohani’. Semuanya rohani, selama kita pastiin kita hidup dalam The Kingdom.
KINGDOM OF GOD VS KINGDOM OF SELF
Dari tadi kita udah bahas soal The Kingdom, tapi apa sih intinya? Intinya ada di ayat ini: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:30)
Jadi inti dari The Kingdom adalah gimana Yesus semakin besar, semakin nyata, en kita semakin gak keliatan, semakin ilang en semakin mirip sama Yesus. Nah biar bisa kayak gitu, caranya cuman satu, berserah sepenuhnya sama Dia en lakuin perintahNya. Itu aja titik.
Tapi perjalanan menuju ke sana itu gak gampang, karena ada musuh yang selalu berusaha ngancurin The Kingdom ini. Apa kebalikan dari The Kingdom of God? Apakah itu The Kingdom of devil? No! Namanya Kingdom of self. Kalo The Kingdom itu selalu ngomongin Tuhan, en fokusnya adalah Tuhan, Kingdom of self itu kebalikannya. Fokusnya Kingdom of self itu diri sendiri. Pokoknya semua yang bikin diri kita senang, semua yang kita suka. Itu yang disebut ‘kerajaan diri sendiri’.
Di Alkitab, Kingdom of self sering disebut juga sebagai keinginan daging. Menurut Alkitab yang disebut keinginan daging itu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21).
Eits Itu belum semuanya loh. Perhatiin aja di akhirnya disebutin dan sebagainya. Artinya masih banyak keinginan daging yang gak disebutin ayat itu. Pokoknya semua yang bikin senang ego kita, itu udah termasuk keinginan daging en itu artinya lawan dari The Kingdom.
INJIL KERAJAAN VS INJIL KESELAMATAN
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (Mat 24 : 14)
Pernah dengar tentang Injil Kerajaan? Hah? Injil apa lagi nih? Bukannya cuman ada 4 Injil, Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Sesat kali? Sama sekali gak. malah kalo kita baca Alkitab, kita bakal liat kalo temuin kata Injil Kerajaan di mana-mana. Apa sih sebenarnya Injil Kerajaan itu?
Sebenarnya Injil Kerajaan itu ya Injil Yesus yang selama ini kita kenal. Cuman kalo selama ini kita taunya Injil itu cuman punya fungsi buat menyelamatkan orang berdosa, biar masuk surga (Roma 1:16). Itu yang disebut Injil keselamatan, soalnya ngomongin gimana orang bisa diselamatkan dari dosa.
Tapi ada sisi lain dari Injil yang mesti kita tau juga. Namanya Injil Kerajaan. Kalo Injil keselamatan ngomongin gimana orang bisa selamat, Injil Kerajaan ngomongin gimana caranya kita, orang percaya, bisa memerintah bersama Yesus (Roma 5:17). Injil keselamatan en Injil Kerajaan sama-sama penting. Kita gak bisa bilang yang satu lebih penting dari yang lain. Keduanya saling melengkapi satu sama lain. Makanya kita mesti ngerti dua-duanya.
STOP PELECEHAN SEKSUAL
‘Ran, lu udah denger katanya artis X dipenjara gara-gara ngintip anak kecil yang lagi mandi?’ tanya Ana sama Rani.
‘Hah? Cuman gitu aja sampe dipenjara?
‘Ya iyalah. Itu ‘kan termasuk pelecehan seksual.’
‘BTW, pelecehan seksual itu apa, Na?’
Mungkin bukan cuman Rani doang yang gak tau tentang pelecehan seksual. Mungkin kita juga sama gak tau soal pelecehan seksual. Padahal pelecehan seksual itu termasuk kejahatan serius loh... (dp)
APAAN TUH PELECEHAN SEKSUAL?
Melecehkan itu artinya: membuat kecil; mengejek; merendahkan mertabat. Pelecehan adalah tindakan menurunkan martabat. Jadi definisi Pelecehan Seksual adalah perilaku atau tindakan yang mengganggu, menjengkelkan, dan tidak diundang yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap pihak lain, yang berkaitan langsung dengan jenis kelamin pihak yang diganggunya dan dirasakan menurunkan martabat dan harkat diri orang yang diganggunya.
Perilaku ini bisa bersifat fisik dan mental, serta bisa verbal ataupun non-verbal serta mengganggu aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual korban. Pelakunya bisa siapa aja, mulai dari cowok, cewek sampe anak-anak. Korbannya juga bisa cowok, cewek, atau anak-anak. Yang susahnya biar termasuk kejahatan, PS masih susah dibuktiin. Soalnya karena emang definisi PS di Indonesia yang kadang belum jelas, korbannya juga jarang ngaku, bisa karena takut atau malu. Banyak juga kejadian si korban nggak ngelapor lantaran dia gak tau kalo yang terjadi padanya termasuk pelecehan seksual.
Permasalahannya ternyata banyak dari kita masih enggan melaporkan hal tersebut dengan berbagai alasan, termasuk adanya mitos yang mengatakan bahwa pelecehan seksual merupakan suatu yang biasa terjadi en nggak perlu dibesar-besarkan. Selain itu perangkat hukum kita yang mengatur hal tersebut secara khusus dan rinci juga belum maksimal. Selama ini pelaku hanya bisa dijerat dengan beberapa pasal dalam KHUP: 1) pencabulan (pasal 289-296); 2) penghubungan pencabulan (pasal 295-298 dan pasal 506); persetubuhan dengan wanita di bawah umur (pasal 286-288). Padahal dalam kenyataan, apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual mungkin belum masuk dalam kategori yang dimaksud dalam pasal-pasal tersebut.
Jika kita memperbandingkan dengan aturan hukum tentang pelecehan seksual di USA dalam Title VII of the Federal Civil Rights Act tahun 1964 yang telah diamandemen oleh kongres pada tahun 1991, maka kita dapat melihat betapa hukum disana telah mengatur secara rinci tentang apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual berikut sanksi hukum yang berlaku bagi para pelakunya. Dengan aturan hukum yang jelas dan rinci tersebut maka akan sangat memudahkan korban untuk melaporkan hal-hal apa saja yang dianggap sebagai pelecehan seksual.
PELECAHAN SEKS DI ALKITAB
Kalo kita liat banyak banget cerita tentang pelecehan seksual di Alkitab. Tapi semua ini ada tujuannya lagi. Tujuannya gak lain gak bukan supaya kita belajar. Gak ada orang yang kebal sama yang namanya dosa seksual. Mulai dari kasus sodomi (baca deh Kejadian 19:13, 24). For your information aja, cerita tentang kota Sodom yang penduduknya suka sodomi ini bukan cuman ada di Alkitab doang, secara ilmu arkeologi emang terbukti kalo dulu ada satu kota yang namanya Sodom yang tiba-tiba menghilang. Trus kasus pemerkosaan, kayak pemerkosaan Dina sama Sikhem (Kejadian 34:1-25), pemerkosaan Tamar sama Amnon (2 Samuel 13:1-16) dan pemerkosaan wanita dari Betlehem-Yehuda sama suku Benyamin (Hakim-hakim 19:1-30). Selain itu, ada pula cerita terkenal tentang seorang raja yang ngintip cewek mandi. Daud orangnya. Dari sekedar ngintip, Daud akhirnya berzinah sama cewek yang diintipnya tadi.
GWE GAK PERNAH MELECEHKAN KOK!
Wah, keterlaluan banget deh kalo ada cowok yang suka melecehkan cewek! Mungkin kita-kita (cowok) pernah mikir kayak gitu. Tapi, eits, bener gak nih kita belum pernah melecehkan sekalipun gak nyadar? Ternyata memandang atau memikirkan seorang cewek sebagai obyek seksual sudah termasuk melecehkan, pastesan aja Yesus pernah bilang, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:28). Kadang kita suka mikir ‘Ah ini ‘kan gak apa-apa...’ padahal itu ternyata udah termasuk PS. Nah loh... Makanya biar GF!ers gak bingung, GF! kasih beberapa anggapan yang salah en benar tentang PS.
1. Bukan Cuma Perkosaan
Apa sih yang langsung kepikiran kalo denger kata ‘pelecehan seksual’? Perkosaan? Wah itu sih cuman salah satu bentuk pelecehan seksual. Yang namanya pelecehan seksual itu gak identik sama pemerkosaan. Cowok yang suka bersiul kalo ada cewek yang lewat juga udah termasuk pelecehan seksual. Jadi apapun tindakan cowok yang menjadikan cewek sebagai obyek seksual belaka sudah termasuk pelecehan. Apa aja contohnya? (Memang semuanya kayak yang menyudutkan cowok, soalnya kebanyakan pelaku PS itu cowok (walopun cewek juga ada) makanya yang kena ‘tembak’ paling banyak ya cowoknya).
Contoh Pelecehan Seksual
- Tekanan langsung atau halus untuk untuk tindakan seksual (berciuman, berpegangan tangan, berhubungan seksual), perilaku genit atau centil.
- Sentuhan yang nggak diundang atau kedekatan fisik yang nggak diundang, atau mendorong alat kelamin (penis atau dada) pada korbannya.
- Agresi fisik seperti ciuman atau menepuk bagian tubuh tertentu.
- Lelucon atau pernyataan yang menjurus, merendahkan jenis kelamin tertentu dan nggak pada tempatnya. Joke-joke porno. ‘Kan cuman bercanda...’ biasanya itu alasan cowok kalo ada cewek yang marah denger lelucon porno.
- Serangan seksual, gerak-gerik yang bersifat seksual, kasar atau ofensif atau menjijikkan.
- Perhatian seksual yang nggak diundang dan nggak disukai serta nggak pada tempatnya. Memandangi cewek yang lewat. Kalo ada cewek cantik lewat pasti langsung diliatin dari atas sampe bawah sampe matanya kayaknya mo keluar. Selalu menatap atau melihat bagian tubuh tertentu.
- Merendahkan martabat seseorang secara langsung karena jenis kelamin mereka secara verbal.
- Tuntutan berhubungan seks untuk dapat naik jabatan atau tanpa ancaman.
- Gerak-gerik tubuh yang 'sok akrab' secara fisik dan bersifat menjurus kearah hubungan seks.
- Menunjukkan gambar seksual yang nggak diinginkan.
- Membuat pernyataan, pertanyaan atau komentar yang secara seksual bersifat eksplisit
- Membuat pernyataan yang merendahkan gender seseorang.
- Diskriminasi gender. Maksudnya diskriminasi gender itu dibeda-bedain perlakuannya cuman gara-gara gender (jenis kelamin). Misalnya cuman gara-gara kita cewek terus gak boleh ikutan main basket.
- Siulan nakal. Suiitt... siuuut. Begitu ada cewek cantik lewat langsung deh cowok-cowok yang ada dekat situ pada bersiul.
- Main mata. Main mata disini maksudnya mengedipkan-edipkan mata genit sama cewek, hal sama aja dengan menghina cewek tersebut.
- Ngintip. Ngintip cewek yang lagi mandi ato lagi ganti baju tentu saja termasuk melecehkan.
- Ngomongin cewek. Kalo cowok-cowok lagi pada ngumpul biasanya ngomongin apa? Salah satunya pasti ngomongin cewek (secara seks or fisik tentunya).
- Godain cewek yang lewat. Cewek suka paling males lewat jalan yang ada cowok-cowok yang lagi ngumpul. Kenapa? Soalnya suka digodain sama cowok-cowok itu.
- Maksa ML. Maksa ML (hubungan seks) itu beda ya sama pemerkosaan. Kalo maksa supaya orang mau ML sama kita itu masih ada unsur mau dari orang yang dipaksa supaya mo ML.
- Pemerkosaan. Nah kalo yang satu ini udah jelas dong. Pemerkosaan itu maksa orang buat ML tapi orangnya gak mau. Nah ini udah termasuk pelecehan seksual tingkat berat, soalnya pemerkosaan sama aja dengan melanggar hak asasi seseorang.
2. Cowok – cewek sama aja
Biasanya orang kalo denger kata ‘pelecehan seksual’ pasti langsung mikir pelakunya cowok en korbannya cewek. Tapi kenyataannya gak selalu gitu lagi. Emang seringnya sih gitu. Tapi gak selalu. Ada loh beberapa kasus dimana yang jadi pelaku PS itu cewek en korbannya justru yang cowok. Hah?! Yup. Malah baru-baru ini ‘kan sempat heboh kasus ‘perkosaan’ cewek sama cowok. Atau bisa juga sesama cewek atau sesama cowok.
3. Pelakunya gak selalu orang yang punya kelainan seks
Pelaku PS gak identik sama orang yang punya kelainan seks. Malah dari hasil riset terbukti kalo sebagian besar pelaku PS itu orang yang normal banget secara seksual. Jadi jangan anggap semua orang yang punya kelainan seks bakal jadi pelaku PS.
JADI PRIA SEJATI, STOP PS!
Selama ini kita mungkin sering denger ato baca di mana-mana, kalo mo mencegah pelecehan seksual, pasti pihak cewek yang kena banyak ‘jangan’-nya, contoh: Jangan keluar malam-malam, jangan pake baju yang kependekan, jangan pernah pergi sendirian, en masih seribu satu ‘jangan...’ lainnya. Gimana dengan pihak cowoknya? Padahal ‘kan mayoritas pelaku PS itu cowok! Jadi siapa yang mestinya dikasih tau ‘jangan ini, jangan itu’? Ya dua-duanya, ya ceweknya, ya cowoknya juga. Tapi yang pastinya ‘jangan’nya cowok beda sama ‘jangan’nya cewek.
Masalahnya di masyarakat kita sekarang, gak banyak orang yang ngerti tentang hal ini, makanya PS masih aja merajarela. Soalnya yang dikasih tau ‘jangan ini’, ‘jangan itu’, cuman cewek doang, sementara cowoknya kayak dibiarin bebas gitu. Makanya kesannya cowok itu gak tersentuh, bisa berbuat semaunya. Padahal ‘kan sebenarnya gak gitu. Ada aturannya lagi. Nah supaya kondisi kayak gini gak terus-terusan keulang terus, dibuatlah organisasi-organisasi khusus yang emang tujuannya melatih para cowok biar jadi pria sejati. Kalo udah jadi pria sejati, kejadian kayak gini diharapkan gak perlu keulang lagi. Makanya mumpung kita masih muda, gak ada salahnya kita ikutan organisasi pria sejati kayak gini, kita juga bisa ikutan program yang buat youth-nya.
Nah buat GF!ers cowok yang pengen jadi pria sejati, GF! rekomendasiin ikut. Di Indonesia ada dua organisasi pria sejati yang terkenal, Vibrant Men’s Ministry (VMM) sama Christian Men’s Network (CMN), dua organisasi tadi biasanya suka kerjasama dengan gereja-gereja lokal buat ngadain pelatihan-pelatihan khusus cowok. Makanya buka mata, buka telinga, jangan sampe ketinggalan en jadilah pria sejati, ok!
JADI COWOK SEJATI ANTI PELECEHAN
Inner healing
Kebanyakan pelaku PS itu ternyata orang-orang yang punya masalah di dalam jiwanya: luka batin, kurang kasih bapa, punya gambar diri yang salah, gak pede, dll. Jadi cara penyembuhannya ya sembuhin dulu jiwanya. Gimana caranya? Inner healing ato kesembuhan luka batin. Inner healing bisa dilakuin sendiri ato minta bantuan orang lain. Kalo mo lakuin sendiri, sering-seringlah datang sama Tuhan en minta kasihNya meliputi kita. Sedikit demi sedikit kalo kita lakuin hal itu terus-terusan hati kita bakal dipulihkan. Or kita bisa minta bantuan hamba Tuhan yang emang punya spesialisasi di bidang inner healing.
Cuci otak
Kenapa bisa terjadi PS? Biasanya berawal dari pikirannya yang kotor. Terbiasa mengkonsumsi gambar porno misalnya atau mendengar cerita tak senonoh. Dari pikiran terus jadi tindakan. Kalo pikirannya kotor, kata-kata sama perbuatannya juga bakal kotor. Kenapa pikirannya kotor? Soalnya biasa mikir yang kotor-kotor. Jadi gimana cara bersihin pikiran yang kotor? Biasain buat mikirin hal-hal yang baik-baik. Jangan mikirin hal-hal yang porno, ato kotor lagi. Susah? Awalnya aja, lama-lama kebiasaan juga kok. Tips: pas pikiran kotor mampir, segera alihkan pada pikiran yang lain yang positif, atau segera pikirkan en katakan kata-kata yang bisa mengingatkan kita pada Tuhan, misalnya ‘kudus!’ atau ‘darah Yesus’ atau ‘haleluya’.
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).
Jaga mata dan telinga
Nah, pikiran yang kotor nantinya bikin tindakan yang kotor juga. Pikiran kotor itu biasanya gara-gara nonton ato denger yang kotor-kotor. Kata Dr. Jonathan David juga semua yang ada dalam pikiran kita itu dipengaruhi sama apa yang kita denger sama kita liat. Kalo kita biasa liat gambar-gambar porno, baca komik porno (ato semi porno), denger lelucon porno, pikiran kita juga bakal ikutan kotor. Makanya jaga mata sama telinga kita, karena itu adalah dua sumber utama yang bisa meracuni pikiran kita.
Punya komunitas yang sehat
Lingkungan terdekat tempat kita bergaul bakal nentui bakal jadi apa kita nantinya. Mo orangnya sealim apapun kalo biasa gaulnya sama orang yang jahat, cepat ato lambat biasnya bakal ikutan jahat. Kalo kita biasa gaulnya sama orang yang cabul, kita bakal ikutan jadi cabul juga. Makanya dengan siapa kita bergaul itu penting banget, karena itu bakal nentuin bakal jadi apa kita nantinya. “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33)
Perlakukan cewek dengan murni
Gimana cara cowok seharusnya memperlakukan cewek? Ada ayat di Alkitab yang dengan jelas mengajarkannya, “...Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian. (1 Timotius 5:1b-2). Kita-kita (cowok) harus memperlakukan cewek layaknya kita memperlakukan adik cewek kita atau ibu kita. Masa kan kita berpikir ngeres kalo ngeliat adik kita? Masa kan kita melecehkan ibu kita sendiri? Perlakukan mereka dengan penuh kemurnian, nggak memandang rendah, nggak melihat mereka sebagai obyek seks, menghormati mereka dan menjadi imam yang dapat membimbing mereka. Itu baru cowok sejati, man!
MENGHADAPI PELECEHAN SEKSUAL
Pelecehan seksual bisa terjadi dimana aja, di lingkungan keluarga, di sekolah, dsb. Tapi banyak kejadian pelecehan seksual terjadi di dunia kerja atau di kantor. Nah, secara umum, seharusnya setiap perusahaan punya kebijakan terperinci mengenai perilaku atau pernyatan apa yang dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual, plus sanksi-sanksi yang akan diberikan pada si peleceh. Perlu ada pula prosedur pelaporan, penyediaan konselor, dan kepastian bahwa informasi akan dijaga konfidensialitasnya.
Hal-hal yang bias kita lakukan ketika terjadi pelcehan seksual di tempat kerja:
- Katakan TIDAK! dengan tegas, katakan kepada pelaku bahwa tindakannya tidak dapat kita terima. Jika kita nggak mampu mengatakan secara verbal maka kita bisa menyampaikannnya melalui surat, email, memo atau SMS.
- Catat atau buat jurnal kejadian, yang menceritakan secara tepat dan terperinci apa yang terjadi (termasuk tempat, waktu, pelaku, tepatnya apa yang dilakukan dan/atau dikatakan si pelaku). Lebih bagus lagi kalo ada rekamannya atau bukti-bukti seperti surat atau catatan yang menunjukkan pelecehan.
- Cari Informasi tentang si peleceh dari orang-orang sekitarnya, apakah hal ini pernah terjadi sebelumnya, apakah mereka pernah menjadi korban pelecehan si peleceh, atau apakah ada orang yang pernah keluar tanpa sebab jelas setelah bekerja dengannya, dll.
- Buat pernyataan tertulis kepada si peleceh bahwa kita nggak suka dengan perilakunya. Gambarkan secara spesifik perilaku apa yang tidak kita sukai. Simpan copy surat itu.
- Hubungi atasan, jelaskan apa yang terjadi. Dan kalo menyerahkan dokumentasi, simpan semua copy asli dari dokumentasi kita.
- Bicarakan kejadian tersebut dengan orang-orang yang bisa kita percayai, atau laporkan kepada atasan atau pihak berwenang di perusahaan anda dan pastikan bahwa laporan kita ditindaklanjuti.
- Kalo laporan kita nggak mendapat perhatian dari perusahaan maka laporkan pada pihak kepolisian.
P3KS (PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL)
Gimana kalo misalnya salah satu teman kita adalah korban PS. Apa yang mesti kita lakuin? Nah menurut Kak Dahlia dari Victory Outreach ada beberapa langkah penting yang bisa kita lakuin buat menolong korban PS.
Pertama Be a friend. Korban PS itu biasanya cenderung trauma en narik diri dari pergaulan. Makanya langkah pertama yang mesti kita lakuin, jadi temannya. Jangan juga langsung kasih komen negatif, kayak ‘Ih jijik ya.’ Ato ‘Kaciiian deh lu.’ Wah bisa tambah runyam tuh. Jadi teman maksudnya ya jadi teman. Orang yang bisa diajak curhat, bisa jaga rahasia (gak ember).
Kedua be a listener. Maksudnya kita jadi pendengar buat cerita mereka. Cuman dengerin doang, jangan kasih komen apa-apa dulu.
Ketiga Inner healing. Nah kalo kita udah bisa jadi teman en korban PS itu juga udah merasa aman sama kita, baru kita mulai layani dia. Coba tanya baik-baik boleh gak kita doain dia, ato keberatan gak kalo diajak ke rumah pemulihan yang emang khusus menangani korban PS. BTW, jangan lupa juga ‘kenalin’ Yesus sama mereka. Inget loh cuman Dia doang yang bisa sembuhin hati mereka yang terluka.
Keempat make a home. Kita mesti ciptain sebuah rumah buat korban PS. Kebanyakan dari mereka itu orang yang biasanya tertolak. Makanya penting banget buat kita ciptain sebuah komunitas yang kayak rumah buat mereka, tujuannya supaya mereka merasa aman en juga bisa saling dukung satu sama lain.
Kak Dahlia juga kasih tau kalo semua kita bisa lagi nolongin orang yang jadi korban PS, gak perlu ikutan program apa dulu, yang penting punya hati. Tapi kita juga mesti inget kalo manusia itu unik. Gak semua orang bisa nyambung sama kita. So liat-liat juga kalo mo nolongin, nyambung gak sama orangnya...
Untuk melihat kesaksian-kesaksian korban dan pelaku pelecehan seksual kamu harus beli majalahnya, hehe. Hubungi redaksi.
PERSONAL REVIVAL
‘Kenapa sih kok loe keliatannya lesu banget akhir-akhir ini?’ Tanya Andi sama Budi.
‘Ya, maklum aja, Di. Loe tau’kan gue banyak kerjaan, terus ortu gue juga lagi ribut. Jadi wajar aja dong...’.
‘Kenapa sih kok kalian gak berapi-api lagi kayak dulu?’ Tanya Cika sama anggota persekutuannya.
‘Ya, wajar aja dong, kak. ‘Kan udah lama banget sejak kita lahir baru. Jadi wajar aja dong kalo kita gak semangat lagi kayak dulu.’
WAJAR? Apakah benar suatu hal yang wajar kalo orang Kristen udah beberapa waktu jadi melempem, gak semangat lagi buat ikut Tuhan? Apa wajar kalo orang Kristen udah lewatin beberapa waktu tertentu tiba-tiba menghilang dari ‘peredaran’ di ibadah? Apa wajar kalo orang Kristen hidupnya naik turun? Kadang semangat buat melayani Tuhan, kadang nggak? Hmmm… Apa itu wajar?
Jawabannya TIDAK. Di Alkitab gak pernah ada ayat yang bilang kalo orang Kristen udah beberapa waktu bakal kehilangan semangat, api ato gairah buat melayani Tuhan. Sebaliknya Alkitab penuh sama ayat-ayat yang bilang kalo orang Kristen itu harusnya terus menerus ‘panas’, berapi-api buat Tuhan, tetap semangat melayani Dia.
So, kalo kita hari ini anggap itu kewajaran buat mundur sebentar dari Tuhan, jangan lagi. Ingat loh Tuhan udah tetapin kita buat terus naik en bukannya turun (Ulangan 28:13), jadi jangan pernah anggap wajar yang namanya kemunduran rohani.
AWAS VIRUS L3N1!
Kalo kita sempat heboh sama virus H5N1 yang bisa bikin orang sama unggas kena flu burung, di alam roh si iblis juga lagi sibuk nyebarin virus L3N1 di kalangan anak Tuhan yang sungguh-sungguh. Apaan tuh L3N1? Lemah-Letih-Lesu-Negatif! Virus ini emang cuma nyerang anak Tuhan yang lagi berapi-api buat Tuhan. Yang bahayanya kebanyakan anak Tuhan gak sadar kalo mereka udah kena virus 3LN1 ini. Kalo GF!ers liat ada orang dengan ciri-ciri kayak dibawah ini artinya mereka udah kena virus L3N1:
· Tiba-tiba jadi males buat terlibat sama hal-hal rohani
· Tiba-tiba jadi gak semangat lagi buat hal-hal rohani
· Tiba-tiba jadi bosan sama hal-hal rohani
· Kehilangan semangat buat lakuin kegiatan rohani
· Masih lakuin hal-hal rohani tapi asal aja (jadi kebiasaan)
· Pikiran dan pandangannya jadi negatif dan pesimis, gampang nyerah.
· Ngerasa jauuuh banget sama Tuhan
Nah perhatiin deh orang-orang yang sekarang lagi berapi-api buat Tuhan, apa mereka masih berapi-api setelah 1 bulan? 1 taun? Kalo mereka keliatannya masih berapi-api tapi gak kerasa apinya ato yang lebih parah kalo mereka udah gak berapi-api lagi, itu artinya mereka udah kena serangan virus L3N1.
KENAPA BISA KETULARAN?
Kenapa virus L3N1 cuma nyerang orang yang berapi-api sama Tuhan? Soalnya orang-orang kayak gini ini yang punya potensi bikin kekacauan di dunia iblis, makanya mereka itu mesti ‘dibungkam’ dulu biar gak jadi ancaman.
“Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" (Kisah 19:15)
Kalo suatu hari di dalam pertemuan para iblis disebutkan nama kita, kira-kira apa respon para iblis itu? Apakah kita merupakan ancaman bagi mereka? Atau “Ah, orang ini sih biarin aja, gak bakalan ngaruh sama kita kok” jawab si iblis. Apakah kita bisa kayak Ayub, yang saking salehnya sampe-sampe si iblis merasa terancam en ingin mencobainya. Tapi jangan kuatir, “…sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 4:4b). Cukup sadari dan hidupi firman tersebut.
Nah, yang jadi pertanyaan kenapa kita kok bisa kena virus L3N1? Ada banyak penyebabnya:
· Buka celah
Kenapa bisa kita bisa kena serangan iblis? Salah satu alasannya karena kita tanpa sadar suka buka celah buat si iblis masuk dalam hidup kita. Contoh paling gampang itu cerita waktu Hawa digoda sama iblis. Kenapa anak muda kayaknya gampang banget ‘naik-turun’? Soalnya suka buka celah sih. Apa celahnya? Dia dengerin kata-kata iblis. Kata-kata iblis belum tentu ‘tentang yang jahat-jahat ato kesannya negatif’ aja loh. Kadang, kata-kata iblis itu ‘manis en positif bangeeet.’ So uji segala semua (I Tesalonika 5:21), jangan buka celah. Sebisa mungkin jangan bikin kesalahan yang bisa bikin si iblis masuk. “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:27)
· Gak hidup sesuai Firman
Tuhan kasih jaminan sama kita kalo kita hidup sesuai firmanNya yang udah Dia tulisin di Alkitab, kita bakal beruntung, sukses, pokoknya hidup kita bakal baik. Gak percaya? Baca aja Ulangan 28:13 ato Yosua 1:7-8. Nah kalo hidup kita gak sesuai dengan firman Tuhan, gak heran kalo kita bakal jadi sasaran empuk si iblis. “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9)
· Gak jaga kesehatan
Ini yang sering orang Kristen lupa. Mereka jaga kesehatan rohnya, tapi gak jaga kesehatan tubuhnya. Jangan lupa, tubuh kita itu kayak wadah buat roh kita. Kalo ada sesuatu yang terjadi sama tubuh kita itu bakal berpengaruh sama keadaan roh kita. Contoh paling gampang, kalo kita sakit, mau melakukan kegiatan rohani jadi gak bisa, mau doa ingetnya idung meler, mau nyembah pinggang sakit, dan roh kita bakal rentan kena serangan iblis, soalnya tubuh kita -yang adalah benteng pertahanan pertama buat roh kita- lagi lemah, makanya si iblis bisa masuk en nyerang. So jaga tubuh, jangan sakit. Jaga kesehatan. Jaga roh. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (I Korintus 6:19)
· Burn out
Biasanya nih, biasanya ya.. orang yang lagi berapi-api buat Tuhan suka jadi kayak Marta, jadi seksi sibuk. Lakuin ini, lakuin itu. Padahal bukan itu yang Tuhan pengen. Ujung-ujungnya orang yang kayak gini bakal burn out ato kecapean, abis energi. Kalo udah gitu, dengan gampang si iblis bisa nyerang kita. Makanya waktu kita lagi berapi-api sama Tuhan, pastiin kita lakuin kehendak Tuhan, biar gak burn out.
“Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Lukas 10:40-42)
PERTOLONGAN PERTAMA PADA VIRUS L3N1
Seandainya kita or ada teman kita yang kena serangan virus L3N1, apa yang mesti kita lakuin? Nah, kalo itu kasusnya kita mesti cepetan minum ‘pil dopu /doa puasa’. Seperti yang dibilangin sama Steven Agustinus di bukunya, Membangun Manusia Roh, ‘saat kita mulai kehilangan aktivitas rohani dalam diri kita, itu saatnya kita harus mulai berpuasa!’. Nah dosis ‘pil dopu’ yang mesti kita ‘minum’ beda-beda tergantung sama berapa parahnya kita kena virus L3N1. Bisa jadi kita mesti minum ‘pil dopu’ buat sehari, dua hari, ato tiga hari ato lebih, pokoknya sampe kita merasa sampe ada perubahan dalam roh kita. Sampe kita merasa ada api Tuhan lagi dalam diri kita baru kita berenti.
PENCEGAHAN
Ada pepatah yang bilang, ‘lebih baik mencegah dari pada mengobati’. Nah sebelum kita kena serangan virus L3N1, ‘kan lebih baik kita mencegah serangan virus L3N1 sama diri kita. Nah cara mencegah serangan virus L3N1 sebenarnya gampang-gampang susah. Buat mencegah serangan virus L3N1 kita mesti punya antibodi dalam roh kita yang namanya personal revival.
Personal revival itu mesti kita dapatin sendiri dari Tuhan. Gak bisa kita minta orang lain buat dapetin personal revival buat kita. Soalnya, sesuai namanya, personal revival itu sifatnya ya personal ato pribadi, jadi gak bisa diwakilkan sama orang lain.
Dari mana kita tau seseorang itu punya personal revival ato nggak? Kita bisa liat dari ciri-cirinya. Nah sekarang GF! kasih liat kayak gimana sih ciri-ciri personal revival yang asli...
· Personal revival ≠ semangat
Salah satu ciri orang yang mengalami revival itu orangnya jadi bersemangat. Tapi bukan artinya semua orang yang semangat lagi mengalami revival. Bisa jadi emang bawaan orangnya bersemangat ato ada satu dua hal yang bikin dia semangat. Semangat yang asalnya dari diri sendiri bisa ilang, tapi kalo semangat karena emang lagi mengalami revival susah ilangnya.
· Personal revival ≠ mengalami kasih mula-mula
Waktu baru bertobat biasanya kita jadi senang banget sama semua yang sifatnya rohani. Kita jadi rajin doa, baca Alkitab, ke gereja, dsb. Ato kalo bahasa kerennya kita itu lagi mengalami ‘kasih mula-mula’ sama Tuhan. Nah, revival itu gak sama dengan kasih mula-mula yang kita alami waktu pertama kali bertobat. Emang ada beberapa ciri yang mirip tapi tetap aja bukan.
· Personal revival ≠ karunia roh
Gimana rasanya doain orang sakit, terus orangnya sembuh? Ato gimana rasanya ada orang kesurupan kita usir setannya pergi? Wah rasanya kaya jadi Tuhan aja. Tapi biar biar katanya semua karunia roh bekerja dalam hidup kita, belum tentu kita lagi mengalami revival. Soalnya revival sama karunia roh itu beda.
· Personal revival ≠ punya pengalaman rohani sama Tuhan
Gimana rasanya ya kalo kita tiba-tiba dibawa Tuhan ke surga? Ato kita dikasih liat sama Tuhan kejadian yang akan datang kaya Yohanes? Ato tiba-tiba Tuhan Yesus muncul di depan kita terus bilang, ‘Halo anakKu, apa kabar’? Pasti senang, bangga, pokoknya luar biasa banget deh perasaan kita. Tapi biar kita katanya diajak Tuhan bolak-balik surga bumi, ato dapat penglihatan yang gimana gitu... tetap aja itu bukan revival.
PERSONAL REVIVAL ITU...
· Mati en hidup lagi
Yang namanya revival itu asal katanya dari revive (hidup kembali) artinya dulu kita pernah mati trus sekarang hidup lagi. Itu baru namanya revival. Nah secara rohani, kita bisa bilang kita mengalami revival kalo secara rohani kita merasa mati, kering, garing, gak bergairah en secara tiba-tiba Tuhan menjamah hidup kita en buat kita merasa ‘hidup’ lagi. Itu baru revival.
· Perubahan yang radikal
Yang namanya revival itu selalu ada perubahan. Gak ada revival yang gak merubah sesuatu. Revival selalu bawa perubahan. Jadi kita bisa bilang kalo kita mengalami revival kalo kita mengalami perubahan, en perubahannya juga radikal, contohnya dari yang dulunya biasa merokok, tiba-tiba dalam satu hari langsung berenti merokok.
· Pertobatan yang sungguhan
Di mana-mana, mulai dari zaman Alkitab sampe zaman sekarang, revival itu selalu ditandai sama pertobatan yang sungguh-sungguh dari orang yang mengalaminya. Gak bisa ada orang ngaku mengalami revival tapi dianya gak bertobat sungguh-sungguh. Yang namanya revival itu selalu menghasilkan pertobatan yang daleeem banget, sampe orangnya berubah 180 derajat.
· Dapetin apinya Tuhan
Revival itu bisa diumpain kayak api. Kita dibakar sama apiNya Tuhan. Itu revival. Kita bukan cuma dibakar, tapi kita jadi api itu sendiri en kita bisa bakar orang lain juga. Nah itu baru namanya revival.
GET THE FIRE...
Ok, sebelum kita bahas gimana caranya ngalamin personal revival, kita mesti tau dulu dua hal penting: satu, itu gak terjadi di KKR ato di persekutuan. Ya, kita bisa rasain api Tuhan di KKR, kita bisa dijamah Tuhan waktu di KKR, tapi itu gak bakal tahan lama, en sifatnya cuma sementara. Personal revival itu baru bakal terjadi kalo kita mempersembahkan tubuh kita sama Tuhan di waktu-waktu yang emang kita khususin buat Tuhan. Dua, personal revival itu gak terjadi dalam waktu singkat. Kadang butuh waktu. Soalnya api Tuhan itu baru bakal terjadi hanya kalo kitanya udah siap.
Nah, sekarang ayo kita dapetin apinya Tuhan... gimana caranya? Nih dia...
Pertama, bangun mezbah. Revival itu sering diumpamain kaya api Tuhan yang datang dari langit menyambar korban yang ditaro di atas mezbah. Yang jadi masalah kita itu seringnya cuman mau apinya doang, tapi gak mau membangun mezbahnya. Kalo mau apinya Tuhan, ya kita mesti sediain tempat buat dibakar sama api itu, yaitu mezbah. Di Alkitab kalo kita baca, Tuhan gak pernah kirim apiNya kalo gak ada mezbah. Contoh aja kayak di I Raja-raja 18:32.
Apa maksudnya bangun mezbah? Bukan artinya kita mesti bangun mezbah kaya zamannya Musa. Mezbah itu bicara soal tempat. Artinya kita mesti punya tempat buat api Tuhan. Gimana cara praktisnya? Sediain waktu buat bersekutu sama Tuhan tiap harinya. Karena pas waktu kita bersekutu dengan Tuhan itulah Dia bakal kirim apiNya buat kita.
Kedua, taruh korban di mezbah. Mezbah udah ada, tapi kalo gak ada korbannya, mau bakar apa? Masa mau bakar mezbahnya? Jadi kalo udah ada mezbah, sekarang kita taruh korbannya di atas mezbah. Apa korbannya? Diri kita sendiri.
Apa maksudnya? Bukan cuma sekedar sediain waktu buat bersekutu sama Tuhan tiap hari, kita juga mesti bener-bener total abisin waktu itu buat bersekutu sama Tuhan aja, gak ngerjain yang laen, gak mikirin yang laen, pokoknya waktu itu only for God. Inget aja Elia, abis dia beres bangun mezbah, dia taruh korbannya, baru api Tuhan datang (I Raja-raja 18:33)
Ketiga, persembahannya mesti selalu ada. Nah ini dia tahap yang paling susah. Supaya apinya terus nyala, korbannya mesti terus ada di atas mezbah. Malah kalo zamannya Musa, korban itu dibiarin terus dari pagi sampe sore. Nah hal yang sama, kalo kita mo revival, kita mesti terus-terusan mempersembahkan diri kita sama Tuhan, tiap saat, tiap waktu, tanpa berenti.
Nah, masalahnya di zaman Perjanjian Baru ini, korban yang ada di atas mezbah ini bukan korban yang mati kaya zamannya Musa, tapi korban yang hidup (Roma 12:1), makanya korban itu bisa milih buat turun dari mezbah en kabur. Tapi dia juga bisa milih buat stay di mezbah.
Now, mungkin banyak dari GF!ers yang bingung gimana caranya mempersembahkan diri sama Tuhan tiap hari. Sebenarnya cara mempersembahkan diri yang paling gampang itu adalah dengan taat sama apa yang Tuhan omongin. Soalnya buat kita bisa taat itu gak gampang loh en butuh pengorbanan yang gak sedikit. Makanya waktu kita taat sama Tuhan, kita lagi mempersembahkan diri kita sama Tuhan.
BELAJAR DARI TUKANG SATE
Ok, tadi kita udah belajar gimana caranya dapet api dari Tuhan. Sekarang kita belajar gimana caranya tetap on fire en gak melempem. Nah kalo mo tau caranya paling enak itu kita belajar dari tukang sate. Sambil belajar, perut kenyang makan sate, hehehe. Tapi ini beneran lagi, kita bisa belajar gimana caranya tetap on fire buat Tuhan sama tukang sate (walopun tukang satenya gak sadar). Emang apa aja sih yang bisa kita pelajari dari tukang sate?
1. Dia pake arang buat bakar sate
Pernah gak kepikir kenapa tukang sate pake arang buat bakar sate? Kenapa gak pake kompor gas ato pake microwave aja, biar praktis? Jawabannya biar murah en biar panasnya juga rata jadi satenya juga matangnya pas en juga biar ada aroma khasnya.
Anyway, bukan itu intinya. Yang jadi intinya itu si arangnya sendiri. Kalo mau tetap on fire buat Tuhan, kita mesti jadi arang. Arang itu biar item, tapi istimewa. Salah satu keistimewaannya arang itu bisa nyimpen api. Gimana caranya? Pertama arangnya dibakar terus dibiarin sampe apinya mati. Nah sekarang apinya dimana? Mati? Nggak! Apinya sekarang pindah di dalam arang.
Nah supaya tetap on fire buat Tuhan, kita juga mesti kaya arang tadi, dibakar, dibakar, dibakar terus, terus, terus sama apinya Tuhan sampe kita jadi api juga. Jangan bayangin kejadiannya bakal kaya Sadrakh Mesakh Abednego yang kaya pake AC di tengah dapur api. Api Tuhan itu panasnya bukan maen en menghanguskan apa aja.
Ngomong gampangnya, begitu kita pertama kali dapat api Tuhan, kita bakal merasa semangat, berapi-api, wah pokoknya lautan kusebrangi, gunung kudaki demi Tuhanku. Nah biasanya kalo udah kaya gini bakal datang ‘divisi pemadam kebakaran’-nya kerajaan iblis. Mereka bakal coba segala cara buat padamin api kita. Kalo udah gitu apa api kita bakal padam? Ato apa kita bakal bertahan dibakar terus, kaya arang, sampe kita ‘hangus’? Kalo kita bertahan terus sampe akhir, maka kita bakal jadi arang yang bisa nyimpen api, gak ada yang bisa padamin kita kalo udah gitu, karena kita adalah api itu sendiri. Tapi kalo kita berenti di tengah jalan...ya tanggung sendiri akibatnya. So ayo kita sama-sama jadi arang buat Tuhan, ok.
2. Dikipasin
Suka perhatiin peralatan apa yang gak boleh ketinggalan sama tukang sate selain tempat bakar sate? Kipas! Di mana-mana tukang sate pasti bawa kipas, kalo tukang satenya modern, bawanya kipas angin. Buat apa sih kipas? Ya buat ngipas lah masa buat makan? Nggak, nggak, fungsi utama kipas sebenarnya itu buat nyalain api yang ada di dalam arang biar tambah gede.
Nah gimana supaya kita keep on fire sama Tuhan? Ya api yang didalam kita itu perlu dikipasin lagi biar tambah gede. Gimana cara ngipasinnya? Pake kipas angin? Ya nggak lah. Caranya kita jaga terus hubungan sama Tuhan biar ‘angin surga’ itu bertiup terus dalam hidup kita en bikin api yang ada dalam kita gak mati-mati. Nah jadi gimana dengan saat teduhnya GF!ers? Masih jalan terus ato antara hidup dan mati?
3. Dia pake banyak arang
Pernah gak liat tukang sate bakar satenya cuman pake satu arang doang? Gak akan mateng-mateng tuh satenya. Tukang sate selalu pake banyak arang. Kenapa? Biar lebih cepat matangnya. Selain itu juga kalo arang yang satu udah kurang api, ‘kan bisa dibantu sama ‘rekan’ arangnya yang lain.
Mau tetap on fire? Jangan sendirian. Jangan jauh-jauh dari komunitas kita, mau persekutuan, gereja, sekolah, ato apa aja. Soalnya begitu kita ngerasa api kita mulai padam, kita bisa minta bantuan api dari teman satu komunitas kita. Tapi pastiin juga komunitas kita itu komunitas api, bukan komunitas air. Kalo nggak, padam dong api kita.
4. Dikasih minyak
Apa yang dilakuin tukang sate kalo arangnya udah agak-agak padam? Ada dua pilihan. Pertama dia bakal kipas-kipas terus, ato dia bakal kasih minyak tanah. Nah sama dengan kita. Biar api kita tetap ada, selain dikipasin sama ‘angin surga’ kita juga ‘minyak tanah surga’. Apa ‘minyak tanah surga’ itu? Gak lain gak bukan adalah Roh Kudus. Nah pertanyaannya, apa kita udah penuh sama Roh Kudus hari ini ato Roh Kudusnya udah abis lagi? Kalo kita merasa kekurangan Roh Kudus, minta lagi sama Tuhan, biar kita kembali on fire.
KALO UDAH DAPET PERSONAL REVIVAL TERUS NGAPAIN?
Seandainya kita udah dapat api revival terus ngapain? ‘Kepanasan’ sendirian aja? Sibuk kipas-kipas sendiri, biar apinya gak padam? Or kita langsung buat KKR revival, ajak semua orang biar tau apa yang terjadi sama kita? Ya jangan gitu lah. Kalo kita udah dapat api revival, kita bagiin lagi api itu sama orang di sekeliling kita. Jangan pelit. Inget loh kita udah nerima gratis, kita juga mesti kasih dengan gratis juga. Semakin banyak kita sebarin api ini sama orang lain, makin cepat juga Indonesia bakal alamin revival.
Kalo kita udah dapat api revival, kita juga mesti siap-siap buat menderita. Sejarah udah membuktikan kalo semua orang yang dapat api revival itu pasti menderita. En orang pertama yang bakal menyiksa mereka itu adalah orang terdekat mereka. Jadi begitu kita udah dapat api revival siap-siap aja buat mengalami penderitaan, disalah sangka-in sama orang, disalah mengerti-in sama orang. Itu udah satu paket sama revival.
Kenapa kita mesti mengalami penderitaan kaya gitu? Soalnya di mana-mana juga orang itu gak suka sama perubahan. Sedang revival itu sifatnya ‘kan merubah segala sesuatu. Ya jelas aja mereka gak suka. Kedua, ada faktor iblis juga. Si iblis gak suka liat kita berapi-api soalnya itu mengancam keberadaan dia, maka dia bakal pake semua orang buat stopin kita supaya gak berapi-api lagi. Nah, kalo udah gini, apa kita masih mau revival?
PERSONAL REVIVAL, COUNTRY REVIVAL
Kalo kita liat sejarahnya negara-negara ato kota-kota yang kena revival, selalu dimulai sama satu orang yang mengalami personal revival.Contoh aja, revival di Wales, yang dimulai sama satu orang anak muda yang mengalami personal revival, namanya Evan Roberts. Dari satu orang aja, satu bangsa bisa mengalami revival. Sekarang kebayang gimana kalo satu rumah yang mengalami revival? Gimana kalo satu gereja yang mengalami revival? Gimana kalo satu kota yang mengalami revival? Pastinya satu negara bakal langsung mengalami revival juga.
Personal revival precedes country revival.
Kebangunan rohani pribadi mendahului kebangunan rohani satu bangsa.
DAPAT PEWAHYUAN, DAPAT API
Udah jadi rahasia umum kalo yang namanya anak muda itu semangat, berapi-api melayani Tuhan pas masih kuliah, ato sekolah. Tapi begitu masuk dunia kerja, pssssss... ilang gak tau rimbanya, tau-tau muncul lagi di gereja pas udah merit, jadi jemaat yang mesti dimenagin lagi. Tapi itu sama sekali GAK NORMAL. Yang normal itu waktu masih sekolah berapi-api buat Tuhan, udah masuk kerja masih berapi-api, udah merit mesti lebih berapi-api (soalnya ‘kan udah berdua gak sendirian lagi).
Kenapa bisa ada anak muda yang kayanya berapi-api sebentar terus ilang? Soalnya mereka gak mengalami pewahyuan bahwa Yesus itu Anak Allah. Iya, mereka tau kalo Yesus itu Tuhan yang menyelamatkan, Allah yang berkuasa, Tuhan yang hidup. Tapi itu semua cuma ada di otak doang, bukan di hati.
Kalo kita sampe mengalami pewahyuan bahwa Yesus itu anak Allah, dijamin 100% hidup kita bakal berubah 180 derajat. Contoh aja Paulus. Di Kisah 19 ayat 1 dia masih pengen bunuh orang Kristen, tapi di ayat 20 gara-gara pewahyuan yang dia terima dari Tuhan bahwa Yesus itu Anak Allah, dia langsung bisa kotbah, beritain Injil.
Nah, kalo kita udah dapat pewahyuan yang sama kaya Paulus, dijamin hidup kita gak akan pernah sama lagi. Api yang kita dapat juga bakal terus terjaga, gak peduli mau kita masih jomblo kek, udah kerja kek, ato udah merit sekalipun.
Gimana caranya dapat pewahyuan itu? Cukup percaya aja dengan hati kita. Buka hati buat semua yang Tuhan mau kerjain dalam hidup kita. (http://www.majalahkristen.com/)
HATI-HATI GUNAKAN LIDAHMU
Taukah kamu, kalo kita bisa hidup sempurna kalo kita bisa mengendalikan perkataan kita? Yakobus bilang begitu. “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.” (Yakobus 3:2-5).
BISA DIPAKE APA AJA SIH LIDAH KITA?
“Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya; orang harus menanggung akibat ucapannya”. (Amsal 18:21 BIS). Biar katanya lidah itu anggota tubuh yang paling lemah (soalnya nggak punya tulang), tapi lidah itu penting banget buat hidup kita. Malah kalo nggak ada lidah, mungkin kita nggak bisa hidup kayak sekarang. So kita bakal liat apa aja sih yang bisa dilakuin lidah?
1. Ngomong
Fungsi utama lidah diciptain Tuhan ya emang buat ngomong. Kebayang nggak kalo kita nggak punya lidah, kita nggak bakalan bisa ngomong lagi. Dunia bakal sepi jadinya.
2. Bedain rasa
‘Hmmm enak ya makanannya.’ Ato, ‘Ah, kurang asin. Tambah garam ah...’ dari mana kita bisa tau rasa ato bedain makanan ini enak ato nggak kalo bukan dari lidah? Ini juga salah satu fungsi lidah yang Tuhan kasih sama kita. Buat bedain rasa, yang enak sama yang nggak enak. Jadi kalo GF!ers nggak bisa bedain rasa, artinya ada sesuatu yang salah sama lidahnya.
3. Mencerna makanan
Gimana kita bisa makan kalo nggak ada lidah? Menurut ilmu biologi lidah itu penting banget dalam proses pencernaan. Dia bantu kita menelan makanan. Dia juga bantu kita mengunyah makanan sampe lumat. Kebayang dong kalo nggak ada lidah, bisa-bisa badan kita jadi sakit, soalnya makanannya nggak dicerna dengan benar.
DARI OMONGAN
Nah, salah satu fungsi lidah yakni buat ngomong ternyata itulah yang disebut berkuasa dalam Amsal 18:21 (“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya,akan memakan buahnya”). Soalnya dari omongan kita bisa:
1. Bikin dosa.
Kebanyakan dosa justru awalnya dari lidah. “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” (Yakobus 3:5). Lidah emang kecil, lemah, letih, lesu, tapi seperti kata Yakobus juga, biar kecil, lidah itu kayak api bisa bikin kebakaran satu hutan. Wah, bahaya. Nah ini GF! kasih contoh dosa apa aja yang bisa ada gara-gara lidah kita.
· Sombong. Orang sombong suka mengumbar-umbar kebisaannya or kemampuannya. Dia nggak tau kalo semua kemampuannya adalah dari Tuhan juga. Dia merasa semua hasil yang dia nikmati sekarang adalah karena kerja keras en usahanya sendiri. Kesombongan emang asalnya dari pikiran, tapi begitu pikiran itu ada, lidah bakal keluarin pikiran itu lewat kata-kata. En jadilah orang sombong. Makanya ati-ati sama apa yang bakal kita omongin. Begitu ada pikiran yang kelintas, coba pikir dulu cara ngomongnya biar nggak terjebak sama dosa sombong. “Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (I Korintus 1:31).
· Munafik. Tau ‘kan orang munafik? Kerjaannya cuman bisa ngomong doang. Udah gitu ngomongnya gede lagi, tapi nggak ada isinya alias nggak sesuai dengan apa yang dilakukannya, bahkan selalu melakukan yang sebaiknya. Misalnya di gereja memuji Tuhan tapi di sekolah bikin malu Tuhan. “…Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Markus 7:6).
· Bohong. “Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (Mazmur 34:14). Bohong itu termasuk salah satu tujuh dosa yang dibenci sama Tuhan (Amsal 6:16-17). Suka ngelebih-lebihin apa yang terjadi juga sama dengan bohong. "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” (I Petrus 3:10).
2. Membunuh orang lain
Nggak salah nih? Gimana bisa kita bunuh orang cuman pake lidah doang? Eh bisa lagi. Emang dengan lidah kita nggak bunuh orang secara langsung, kayak pake pisau, tinggal jleeebb, orangnya mati. Membunuh pake lidah itu emang nggak langsung. Maksudnya orangnya nggak langsung mati, tapi pelan-pelan, ato orangnya hidup tapi sebenarnya dia udah ‘mati’. Gimana caranya kita bunuh orang pake lidah?
· Ngomongin kutuk. Mungkin kita nggak pernah ngerasa ngutukin orang lain, eits jangan cepat-cepat ambil kesimpulan. Mungkin kita nggak pernah secara langsung ngutukin orang. Tapi secara nggak langsung iya. Contoh aja, ‘Ah bodoh lu. Masa gitu aja nggak bisa.’ ato, ‘Dasar lelet, kerjain gitu aja nggak bener.’ ‘Bego lu!’. ‘Dasar monyet lu!’. Ato kata-kata lain yang sejenis gitu itu udah termasuk kutuk loh. Kok bisa? Ya, soalnya waktu ngomong teman kita ‘bodoh, lelet, dll’ kita lagi mengutuki dia. Nah yang namanya kutuk itu selalu membawa kematian. Jadi waktu kita kutuki teman kita sama aja kita bunuh teman kita. Kasian ‘kan? Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.” (I Samuel 2:3) “
· Gosip. Pernah dengar ada orang yang bunuh diri gara-gara digosipin? Banyak lagi. Ato ada banyak kasus orang jadi nggak bisa berkembang dalam hidupnya, pekerjaannya, pergaulannya, gara-gara digosipin. Nah makanya nggak heran kalo gosip sekarang udah jadi senjata pembunuh no 1. So, jangan ngegosip. Kalo emang nggak yakin sama sesuatu hal, ya jangan diomongin. Lebih baik tutup mulut dari pada salah en bikin orang mati. “Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.” (Amsal 15:4).
· Fitnah . Kata pepatah juga ‘fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan’. Emang bener lagi. Orang yang kena fitnah itu mungkin nggak mati secara fisik, tapi secara nggak langsung sebenarnya dia mati, soalnya dalam pikiran orang lain, gambaran tentang dia udah jelek aja. Nah dari mana asalnya fitnah? Dari rasa nggak suka. Kenapa nggak suka? Soalnya iri. Kenapa iri? Soalnya nggak puas sama apa yang kita punya. Makanya belajar dong kayak Paulus, ‘aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.’ (Filipi 4:11), biar mo keadaannya gimana juga kita nggak iri sama orang lain en ujung-ujungnya malah bikin fitnah.
· Ngomong yang jelek-jelek tentang orang lain. Ada ‘kan tuh orang yang sukanya ngomongin yang jelek-jelek tentang orang lain. GF!ers jangan deket-deket sama orang kayak gitu, ato yang lebih parah lagi, jangan jadi salah satu dari mereka. Manusia emang nggak sempurna, tapi bukan artinya kita bebas ngomongin kejelekan orang lain. Kalo kita kenal orangnya nggak ada salahnya kita kasih tau orangnya tentang kejelekannya secara baik-baik, empat mata aja, nggak usah disebar-sebarin ke mana-mana. “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.” (Amsal 12:18).
· Sumpah serapah. Ada orang yang nggak bisa mengendalikan lidahnya pada saat marah, ucapan sumpah serapah bisa nyerocos keluar nggak terkendali. Selain sumpah serapah itu bisa membuat orang lain jatuh, kita juga kena dosa lho! “…aku takkan membiarkan mulutku berbuat dosa, menuntut nyawanya dengan mengucapkan sumpah serapah!” (Ayub 31:30).
3. Bunuh diri
Bunuh diri nggak usah selalu pake tambang, terus gantung diri di kamar ato ambil pisau, sayat nadi sendiri, ato ambil racun tikus terus diminum. Ada cara yang lebih gampang lagi buat bunuh diri yaitu pake lidah. Bedanya sama cara bunuh diri yang laen, bunuh diri pake lidah mungkin kitanya masih hidup secara fisik, tapi dalam diri kita sebenarnya kita udah mati. Apa aja cara bunuh diri pake lidah?
· Ngutukin diri sendiri. Siapa juga orang yang mo ngutukin diri sendiri? Iya, kalo sengaja emang nggak ada yang mo. Tapi tanpa sadar kita sering mengutuki diri sendiri lagi waktu bilang, ‘Ah dasar gue emang bodoh, bodoh, bodoh. Soal matematika gampang gini aja nggak bisa’ ato waktu bilang, ‘Payah banget sih gue, tau gini...’. Ato kalo ada sesuatu yang buruk terjadi pada kita bilang, ‘Sial deh gua’. Nah jangan lupa yang namanya kutuk itu selalu bawa maut. Artinya kalo kita mengutuki diri kita, kita bakal mati akhirnya. So stop mengutuki diri sendiri. “Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau.” (Ayub 15:6)
· Mengeluh. ‘Hhhh, kenapa sih hidup susah amat. Mo beli HP aja susahnya setengah mati.’ Sering denger kata-kata kayak tadi? Ato mungkin ada keluhan lain yang GF!ers sering denger ato ucapin sendiri. Ok, mulai sekarang berhenti mengeluh. Kenapa? Soalnya itu bisa bunuh diri kita. Kok bisa? Soalnya waktu kita mengeluh kita itu kayak lagi nambahin beban yang mesti kita tanggung. Kebayang dong semakin banyak keluhan kita, semakin berat beban yang kita tanggung, lama-lama kita bakal mati gara-gara keberatan. So, berhenti mengeluh, justru bersyukurlah dalam segala keadaan. “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.” (Yudas 1:16).
· Pesimis. Ada orang yang sukanya ngomong negatif aja. Maksudnya bukan artinya yang dia tau cuman satu kata doang, ‘negatif’. Maksudnya orang ini sukanya ngomongin hal-hal yang jelek tentang dirinya dan kayaknya nggak punya harapan alias pesimis. Misalnya, ‘Ah, nggak mungkin aku bisa melakukan ini”. ‘Duh, jangan suruh aku mimpin pujian, pasti jelek!’. ‘Aku nggak mungkin bisa sukses kayak dia’. Dsb. Dkk. Apa yang kita katakan pada diri sendiri itulah akan membentuk pikiran dan akhirnya masa depan kita, hati-hati! “Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.” (Amsal 21:23).
4. Bikin hidup lebih hidup
Selain berkuasa bikin hal-hal negatif diatas, lidah juga berkuasa bikin hidup kita lebih hidup, lebih bermakna. Gimana caranya?
· Ngomong yang positif. Siapa sih yang nggak suka sama orang yang kata-katanya sopan, penuh kata-kata positif, nggak pernah ngejelek-jelekkin orang lain, selalu melihat harapan, optimis, selalu melihat kebaikan orang lain, dsb. Pokoknya kalo ngomong sama dia pasti enak, soalnya omongannya selalu tentang yang baik. Nah orang kayak gini pasti bakal disukai banyak orang. Apa sih yang bisa bikin hidup kita lebih hidup kalo bukan teman yang banyak? “Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono -- karena hal-hal ini tidak pantas -- tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.” (Efesus 5:4)
· Kasih nasehat sama orang. Hidup itu bakal lebih bermakna kalo kita nggak egois. Maksudnya kita nggak hidup cuman mikirin diri sendiri aja, apa yang kita suka. Hidup bakal lebih hidup kalo kita juga perhatiin kebutuhan orang lain. Makanya kalo kita liat ada teman kita yang salah jalan ato bakalan tersesat, nggak ada salahnya kasih nasehat. Orangnya pasti berterima kasih en jadi teman baik kita. Kalo orangnya malah marah-marah gara-gara nasehat kita? Ya salah orangnya sendiri. Yang penting kita udah niat ngebantuin. “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (I Tesalonika 5:11).
· Kasih dukungan sama orang. Hidup di dunia itu penuh tantangan, ada banyak masalah ato persoalan yang mungkin bakal kita hadapi. En bukan cuman kita doang, teman-teman kita juga bakal alamin hal yang sama. Nggak ada salahnya dong kita kasih dukungan ato kata-kata pemberi semangat sama teman kita yang lagi dalam masalah, pasti teman kita juga sangat berterima kasih sama kita en bakal jadi teman baik kita udahnya. “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29).
· Kasih pujian sama orang lain. John C Maxwell pernah bilang salah satu cara biar punya teman yang banyak dengan kasih pujian. Pujian itu bukan menjilat loh. Pujian itu artinya tulus. Siapa sih yang nggak suka dipuji? So nggak ada salahnya memuji, karena itu bakal bikin orang lebih suka sama kita en ujung-ujungnya bikin hidup kita lebih hidup. “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” (Roma 14:19).
· Bersaksi. Buat apa Tuhan bikin lidah kita kalo kita malah malu mengakui en memberitakan kebaikan pencipta kita? “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.” (II Timotius 1:8). Tau nggak sih lo, kalo perkataan kesaksian kita itu bisa dipake senjata buat ngalahin musuh kita yakni si iblis? “Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.” (Wahyu 12:11a).
· Membangun diri sendiri. Maksudnya membangun diri sendiri itu bukan kayak orang membangun rumah, pake batu, semen, dll. Membangun diri sendiri itu maksudnya kita bikin diri kita lebih baik lagi dibandingin sebelumnya, secara rohani. Jangan lupa sebagai orang Kristen, kesuksesan kita bukan ditentuin sama apa yang kita punya ato tau tapi sama kerohanian kita. Makanya kita mesti tau gimana caranya membangun diri sendiri secara rohani. Ada banyak cara membangun diri sendiri, tapi yang sekarang mo GF! kasih liat cara membangun diri pake lidah.
1. Baca Alkitab. Cara paling sederhana buat bangun diri kita adalah dengan baca Alkitab, soalnya Alkitab itu makanan buat roh kita. Makanya kita mesti ‘makan’ Alkitab. Nah, omong-omong soal ‘makan’ Alkitab ada beberapa cara ampuh buat ‘makan’ Alkitab yakni (1) Baca Alkitab dengan bersuara. Ps. Peter Tan di salah satu bukunya pernah kasih tau supaya kita baca Alkitab dengan bersuara sampe kedengaran sama telinga kita. Kenapa gitu? Soalnya hal itu bakal membangun iman kita. ‘Kan Paulus juga bilang kalo iman itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10:17). Jadi gimana kita bisa punya iman kalo kita denger firman Tuhan cuman seminggu sekali di gereja doang (itu juga kalo nggak ketiduran pas khotbah)?. (2) Doa baca. Maksudnya doa baca itu kita jadiin ayat Alkitab yang lagi kita baca sebagai doa kita. Ato gampangnya kita bisa aja langsung kutip ayat Alkitab jadi doa kita. Contohnya kita lagi baca Kejadian 1:1, ‘Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi.’ Jadi kita bisa berdoa kayak gini, ‘Ya Tuhan aku percaya, Kau menciptakan langit dan bumi.’ Apa tujuannya? Membangun iman. Karena waktu kita doa baca kita lagi ngomongin firman Tuhan en telinga kita mendengarnya en lahirlah iman.
2. Memperkatakan firman. Suka baca Alkitab emang bagus, tapi baca doang nggak cukup. Setelah itu kita harus memperkatakan firman itu. “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8).
Firman Tuhan itu disebut sebagai pedang Roh, senjata ampuh mengalahkan musuh. Waktu iblis membuat kita merasa kuatir, kita bisa perkatakan firman Tuhan tentang kekuatiran agar iman kita tumbuh dan kekuatiran kita hilang. Begitu juga kalo kita menghadapi masalah-masalah lain. “…dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:17)
Firman Tuhan itu juga kayak pedang bermata dua, selain bisa membangun orang lain juga bisa membangun diri kita sendiri. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12)
PUJILAH TUHAN!
Salah satu fungsi (bahkan yang terpenting, bo!) dari lidah kita adalah untuk: memuji Tuhan!! Kenapa kita memuji (praise) TUHAN dan menyanyikan pujian (sing praise) bagi TUHAN? Karena kita udah merasakan kebaikan TUHAN di dalam kehidupan kita. Orang yang “menyanyikan pujian” kepada TUHAN, tapi orang itu belum merasakan kebaikan-NYA, maka yang dilakukannya itu sebenernya belum bisa disebut ‘memuji’ TUHAN. Dia cuman menyanyikan lagu rohani. Hanya orang yang telah menikmati kebaikan Tuhanlah yang bakalan mampu memuji TUHAN, dan akan menyanyikan pujian bagi-NYA dengan segenap perasaan. Nah, lidah kita juga jangan cuman bisa dipake buat nyanyi doang, tapi juga memuji dengan segenap hati!
Dengan memuji Tuhan, kita juga bisa membawa jiwa padaNya lho, “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.” (Mazmur 40:4). Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari. Mazmur 51:17 Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! (Mazmur 35:28)
MANAJEMEN LIDAH
Hati-hati gunakan lidahmu
Hati-hati gunakan lidahmu
Karena Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan lidahmu
Tau ‘kan lagu sekolah minggu itu. Lagunya emang sederhana, tapi dahsyat man. Liriknya itu dalem banget boo... kita emang mesti ati-ati pake lidah kita. Kenapa? Soalnya kayak kata Amsal juga, ‘Hidup dan mati dikuasai lidah’ (Amsal 18:21). Bayangin man, hidup dan mati, ada di mulut kita. So hati-hati gunakan lidahmu.
Nah nyambung sama soal hati-hati dengan mulut, ada baiknya kalo kita belajar manajemen lidah. Apaan tuh? Maksudnya kita mesti belajar me-manage (mengatur) mulut kita. Apa aja yang mo kita omongin biar kata-kata yang keluar dari mulut kita itu bisa bikin orang ‘hidup’
1. Mikir dulu sebelum ngomong.
Kadang kita suka ngomong dulu baru mikir. Padahal mestinya yang kita lakuin itu kebalikannya. Mikir dulu sebelum ngomong. Belajar ambil waktu beberapa detik aja (nggak usah lama-lama) buat mikir dulu apa yang bakal kita omongin. Dijamin kalo kita mikir dulu sebelum ngomong, kata-kata kita juga bakal lebih berguna. Dan luangkan waktu untuk mendengar dulu sebelum mengambil kesimpulan. “Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.” (Amsal 18:13).
2. Minta bantuan Tuhan.
Siapa lagi yang bisa bantu kita supaya kata-kata yang keluar dari mulut kita lebih ‘hidup’ kalo bukan Dia yang nyiptain mulut kita? Makanya nggak ada salahnya kalo kita minta bantuan Tuhan buat menjaga mulut kita supaya kata-kata yang keluar itu adalah kata-kata yang bawa ‘hidup’ en bukannya ‘kematian’. Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! (Mazmur 141:3)
3. Jaga hati
Apa yang keluar dari mulut, asalnya dari hati. Jadi kalo mo punya kata-kata yang ‘hidup’, pastiin dulu hati kita juga penuh sama ‘kehidupan’. Kalo hati kita ‘kotor’ kata-kata yang keluar dari mulut kita juga pasti kotor. Jadi biar kata-kata kita bawa ‘hidup’ pastiin dulu hati kita bersih. (Kalo mo tau caranya jaga hati, baca ‘Hati →mulut’) “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23).
4. Latihan
Cara terakhir en paling ampuh adalah latihan. Kita mesti latih mulut kita tiap hari buat ngomongin hal-hal yang baik. Sekali dua kali salah, masih OK. Tapi jangan nyerah. Latih terus diri kita buat ngomongin hal-hal yang positif, oke!
HATI → MULUT
‘Ih, kenapa ya si Budi kalo ngomong selalu kasar aja ya? Padahal ‘kan udah diomongin sama ibu guru. Malah udah sering dihukum. Tapi tetap aja ngomong kasar.’
Yup. Kenapa ada orang yang udah digimanain caranya, masih aja suka ngomong kasar? Mungkin teman-teman GF!ers di sekolah seperti itu. Kenapa mereka bisa seperti itu? Jawabannya karena hati mereka nggak bersih. Loh apa hubungannya? “Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati” (Matius 15:18). So, udah jelas ‘kan kalo ada kata-kata kotor ato kasar keluar dari mulut seseorang, asalnya pasti dari hatinya. Artinya hatinya nggak bersih ato kotor. Jadi percuma aja. Mo dihukum 1001 macam hukuman juga nggak akan ada bedanya. Soalnya yang mereka butuhin itu sebenarnya cuci hati.
Gimana caranya cuci hati? Cuman Roh Kudus yang bisa melakukannya. Minta Roh Kudus mencuci hati kita. Tapi kalo udah cuci hati nggak dijaga supaya tetap bersih ya sama aja boong. Nah makanya biar nggak ada omongan kotor yang keluar dari mulut kita, jaga hati tetap bersih. Gimana caranya? Nih dia...
· Jangan salah gaul
Loh apa hubungannya jaga hati sama pergaulan? Eits jangan salah, dengan siapa kita bergaul, bakal nentuin kayak apa keadaan hati kita. Kalo kita gaul sama orang yang pemarah, kita juga bakal ikutan jadi pemarah. Kalo kita gaul sama orang yang malas, kita bakal ikutan malas. Jadi bergaulah sama orang yang kita tau nggak bakal kasih dampak buruk sama kita. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (I Korintus 15:33)
· Jaga mata dan telinga
Gimana caranya hati kita bisa ‘kotor’? Dari apa yang kita dengar en liat. Semua yang kita dengar en liat itu bakal masuk dalam hati kita. Kalo yang kita liat ato denger tiap hari itu hal-hal yang jelek-jelek (contohnya gosip) nggak heran kalo hati kita bakal ‘kotor’. “Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.” (Amsal 23:12)
· Baca firman
Firman Tuhan emang serba guna. Salah satu manfaatnya, firman itu bisa bersihin hati kita. Nggak percaya? Coba baca aja Yohanes 15:3 ‘Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.’ Waktu kita baca firman Tuhan sebenarnya kita lagi mencuci hati kita. Jadi sering-seringlah baca firman Tuhan. “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9)
· Minta tolong Tuhan
Ada yang sanggup menjaga hatinya setiap hari supaya nggak ada hal-hal jahat masuk? Mana mungkin... nggak ada satu orang pun yang bisa seratus persen sempurna menjaga hatinya sendiri. Makanya kita butuh bantuan Tuhan buat lakuin hal ini. Nggak usah gengsi minta tolong Tuhan buat menjaga hati kita. Karena emang cuman Dia yang sanggup kok. “Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.” (Mazmur 119:29)
DASAR BODO LU!
Ada kesaksian dari seorang anak yang dari kecil suka ‘dibodo-bodoin’ (maksudnya suka dibilangin ‘bodoh kamu, gitu aja nggak bisa’, ‘Dasar anak bodoh!’) sama orang tuanya, begitu udah gede dia jadi bodoh beneran. Serem ya... ternyata apa yang orang lain omongin sama kita bisa kejadian. Yup. Itu sebabnya kita mesti ati-ati sama apa yang kita omongin. Soalnya apa yang kita omongin sama orang lain itu bisa kejadian loh. Kenapa bisa gitu? Sebenarnya sih ini ada hubungannya sama fungsi otak kita.
Jadi begini ya, kata para ahli nih, waktu kita dengar sesuatu, otak kita bakal otomatis bikin klasifikasi (pembagian). Apa yang kita denger ini penting, setengah penting ato nggak penting sama sekali. Kalo yang kita denger itu termasuk kategori penting ato setengah penting, omongan itu langsung di-save. Tapi kalo menurut otak itu masuk kategori nggak penting, omongan itu bakal langsung di-delete.
Masalahnya kalo kita denger sesuatu yang sama berkali-kali, otak bakal pikir kalo itu adalah informasi yang masuk kategori penting. Jadi kalo kita tiap hari ‘dibodo-bodoin’, otak bakal anggap itu informasi penting en di-save. Yang lebih parahnya, informasi yang dianggap penting itu biasanya sama otak suka dimasukkin ke dalam alam bawah sadar kita, dimana yang namanya karakter en sifat dibentuk. Makanya nggak heran kalo tiap hari ‘dibodo-bodoin’ lama-lama kita bakal jadi bodoh beneran.
Nah makanya buat GF!ers yang suka ‘dibodo-bodoin’, ato ‘dipayah-payahin’, ato dibilangin yang jelek-jelek, jangan mo terima. Langsung kasih ‘serangan balasan’, bilang, ‘Dalam nama Yesus aku nggak bodoh.’ ‘Dalam nama Yesus aku nggak payah.’ Jangan biarin kata-kata itu masuk dalam otak kita, oke.
Trus gimana kalo udah terlanjur ‘dibodo-bodoin’ dari kecil? Nggak ada kata terlambat. Tetap lancarkan ‘serangan balasan’ tiap hari! Bilang sama diri kita sendiri, ‘Dalam nama Yesus aku nggak bodoh!’, bangun gambar diri yang benar, cari tau tujuan hidup kita dari Tuhan en alami perubahannya.
TWO FACES
‘Ah gitu aja masa nggak bisa, dasar payah. Bodoh lu!’ kata Anita sama Beni. Omongan Anita itu bukan sama Beni doang, tapi sama semua temannya yang nggak bisa lakuin hal yang gampang Anita suka ngomong gitu. Padahal di gerejanya Anita itu udah masuk pelayanan jadi worship leader. Nggak sedikit teman-temannya Anita yang kecewa sama sikap Anita yang kayak gitu.
Guys, kalo kita mo jujur, orang kayak Anita itu sebenarnya banyak loh di sekeliling kita. Ada banyak orang yang kayaknya kalo di gereja yang omongannya luar biasa rohani, tapi di luar gereja ampun... deh omongannya. Kenapa ya bisa ada orang kayak gitu? Ini yang Alkitab sebut ‘lidah yang bercabang’. ‘Lidah yang bercabang’asalnya dari pikiran en hati yang bercabang. Jangan lupa, apa yang keluar dari mulut itu asalnya dari hati en pikiran kita. “Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.” (Yakobus 1:26)
Apa itu pikiran en hati yang bercabang? Maksudnya hati en pikiran kita setengahnya cinta Tuhan tapi setengah lagi masih suka sama hal-hal duniawi. Kita suka dengerin firman Tuhan, tapi kita juga suka dengerin gosip. Kita suka baca Alkitab tapi suka juga baca buku porno. Makanya nggak heran kalo kata-kata kita di gereja sama di luar gereja beda. Kata Alkitab juga, hal kayak gini nggak boleh terjadi, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” (Yakobus 3:9-10). Makanya supaya hal kayak gini nggak kejadian, kita mesti menetapkan hati buat seratus persen ikut Tuhan, jangan setengah-setengah lagi. (dp).
THE SECRET VS THE BIBLE
“Hati-hati, itu isinya new age banget! Nggak sesuai Alkitab.” Itu komentar yang paling sering muncul kalo kamu ada di lingkungan kristiani. GFresh! dulu pernah bahas sekilas soal new age, yakni aliran yang isinya campur-campur berbagai ajaran agama pagan (agama tradisi, menyembah alam) filsafat dan mistik.
Isi buku ini sebenernya diambil dari film yang memuat komentar banyak tokoh, mayoritas adalah pengarang buku dan pembicara di bidang pengembangan diri dan spiritualitas. Dikompilasi sama pengarang bernama Rhonda Byrne dan dalam dua taon terakhir ini jadi bestseller. Isinya tentang pedoman buat mencapai kesuksesan yang bersumber dari sebuah ‘rahasia’ besar. Konon rahasia ini udah ada sejak dulu, diwariskan turun-temurun dengan tradisi lisan, terangkum dalam berbagai kitab dan ajaran berbagai agama serta filsafat.Apakah The Secret itu sesat?
Sesat nggak ya? Sesuatu dianggap sesat tergantung dari sudut pandang mana atau siapa, dong. Kalau diliat dari perspektif Kristen en mengacu pada Alkitab, ajaran The Secret patut kita waspadai.
TARIK MENARIK. Kalo diperhatiin, benang merah dari buku itu ada dalam Law of Attraction, alias Hukum Tarik Menarik. Bisa juga disebut sebagai hukum kausalitas or sebab-akibat. Dalam Alkitab, kita diajarin buat meyakini adanya hukum kasih-karunia. Semua berawal dari Tuhan dan atas inisiatif Sang Pencipta, semua tercipta dan segala hal terjadi atas campur tangan Ilahi. Sedangkan The Secret, menganggap justru sumber atau pusat segalanya ada pada pikiran, pada diri manusia, pada self atau the power within you.
Nah jadi, jelas dong bedanya. Alkitab ngajarin kita buat menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan. Artinya, kita harus jadi semakin kecil dan sebaliknya dengan bimbingan Roh, kita menjadikan Yesus sebagai yang lebih utama. Istilah yang paling sering kita dengar: Menyangkal diri en memikul salib. Itu syarat dan panggilan sebagai para murid Kristus.
SEMESTA. Dalam ajaran The Secret, ada satu istilah yang ‘mirip’ dengan definisi Tuhan, mereka menyebutnya dengan Semesta atau Universe. Si Semesta inilah yang mengabulkan apa yang kita pikirin. Digambarkan kayak sesosok jin botol yang selalu bisa mengabulkan apapun permintaan si Ali Baba. Apapun! Semesta ini nggak berwujud, dibentuk oleh dan dalam pikiran kita. Kalo kita berpikir sesuatu, termasuk meminta dan berpikir negatif, maka pikiran itu akan sampai ke Semesta dan semesta akan mewujudkannya, mau positif ataupun negatif.
Inilah keberatan terutama dalam ajaran The Secret. Hilangnya tokoh Tuhan yang sebenernya. Tuhan adalah alam, Tuhan adalah diri kita sendiri, Tuhan adalah pikiran kita, Tuhan adalah universe.
SELF CENTER. Alkitab bilang kita telah berdosa, kehilangan kemuliaan Allah, terpisah dari-Nya dan untuk itulah Yesus datang. Sebagai sosok penebus, Juru Selamat yang mendamaikan manusia dengan Bapa. Yesus di Alkitab, bukan sekedar avatar (sosok atau titisan Ilahi) yang cuman diutus buat umat Israel di jaman tertentu saja. Tapi Dia datang untuk sebuah karya penyelamatan, dan ini berlaku sekali untuk selamanya, untuk seluruh umat manusia secara universal. Artinya, untuk siapa saja, bukan cuman umat Kristiani. Nah, GFresh! perlu untuk menegaskan ini dulu karena ada banyak versi tentang siapa Yesus. Ada yang anggap dia cuman nabi, lalu mati dan makamnya pun ada. Namun iman kita dilandasi adanya kematian melalui penyaliban dan kebangkitan yang mengalahkan dosa dan maut. Melalui proses inilah, kita yang tadinya bukan siapa-siapa, bahkan harusnya binasa, menjadi layak dan mendapatkan status anak-anak Allah.
Sedangkan aliran new age justru bilang Allah itu cuman bagian dari alam semesta. Berawal dari teori big bang, semua berawal dari satu sumber (monism), lalu terciptalah berbagai planet dan benda langit lain. Lalu muncul kehidupan dan itulah alasan mengapa new age meyakini manusia adalah bagian dari suatu sosok ilahi, manusia bisa menemukan kembali keilahian dengan berbagai metode. Salah satu yang sering dipraktekkan adalah lewat meditasi, menyatu dengan alam dan menjadikan tiap pribadi sebagai pusat dari alam semesta.
Itulah yang persis diajarin ama The Secret: You are the center of the universe. Kamu adalah pusat segalanya, segalanya bermula dari pikiran. Dari pikiran, muncul tindakan yang mewujudkan semua keinginan. Kamu punya kemampuan yang luar biasa buat menciptakan apapun. Bener gitu?
KUTIPAN-KUTIPAN DALAM THE SECRET
Dalam buku itu banyak sekali kutipan (quote) dari tokoh-tokoh ternama buat menegaskan ajaran-ajaran The Secret. Beberapa kita bahas deh.
“You create your universe as you go along the way”
Ini kutipan yang katanya berasal dari Winston Churchill. Ironisnya, kutipan itu nggak sesuai ama konteksnya. Maksudnya gini, itu cuman sepenggal kalimat dari keseluruhan naskah pidato tokoh terkenal yang pernah jadi PM Inggris itu. Selengkapnya dan sebenarnya Winston Churchill justru menyampaikan pesan yang justru menentang paham atau keyakinan tersebut! Berikut ini petikan naskah aslinya:
“Beberapa sepupu saya yang mendapatkan kesempatan pendidikan universitas pernah menggoda saya dengan argumen yang membuktikan tak ada satupun yang memiliki eksistensi kecuali jika kita memikirkannya. Seluruh ciptaan hanyalah mimpi, semua fenomena adalah imajinasi belaka. Kau menciptakan semestamu sendiri saat kau memulainya. Semakin kuat imajinasimu, semakin kayalah semesta ini. Ketika kau berhenti bermimpi, semesta berhenti untuk eksis. Ini adalah jalan pikiran yang konyol. Ini sesuatu yang tak bermakna dan tak berguna.”
“Ayun langkah pertama dalam iman. Anda tak harus melihat seluruh anak tangga. Hanya mengambil langkah pertama”
Itulah ajaran dari The Secret yang bersumber dari kutipan Martin Luther King Jr . Namun sayangnya, Rhonda nggak mencantumkan lengkap siapa sosok yang dikutipnya, apalagi menjelaskan apa yang dimaksud dengan iman menurut Martin Luther King Jr. tersebut.
The Secret seolah menampilkan berbagai kutipan, tapi nggak mengecek or nampilin konteks lengkap mengenai siapa sosoknya atau makna keseluruhan dari kalimat. Kita tau kalo Martin Luther King Jr adalah pengikut Kristus yang taat, rahasia dari kehidupannya bersumber dari hubungan yang erat dengan Sang Mesias, seperti dituturkan oleh Dr. Alveda King, keponakan dari beliau:
“Paman saya bukanlah seorang yang self-empowered, namun Christ-empowered (kekuatannya bukan dari diri-sendiri namun dari Kristus). Kasih Allah itulah rahasianya, bukan seperti yang disebut dalam The Secret. Imannya kepada Kristus, itulah rahasianya, namun itu tidak dicantumkan dalam The Secret. Rahasia sesungguhnya adalah The Secret lupa bahwa rahasia itu bersumber dari kasih Allah yang begitu besar bagi manusia.”
BAKAR BUKUNYA!
Weleh-weleh! Jangan keburu napsu dong. GFresh! pengen kita semua bisa berpikir kritis dan open minded. Nggak ada salahnya baca buku The Secret, yang penting kita juga perlu mengimbangi dan membandingkannya dengan ajaran Alkitab, dan kuat dalam firman Tuhan sehingga nggak terombang-ambing pengaruh lain.
Dalam buku itu memang memuat prinsip yang diajarkan Yesus, yakni: Meminta, Percaya dan Menerima. Namun penerapannya yang dibedain. Alkitab emang ngajarin kalo kita semua adalah anak-anak Allah melalui iman kita pada Yesus. Juga yang harus lebih diperjelas adalah prosesnya. Kita nggak menjadikan Bapa atau sosok Tuhan sebagai pemuas semua keinginan, alias cuman tinggal minta lalu pasti terkabul. Karena berdoa bukan cuman sekedar meminta, tapi ada sebuah hubungan alias relationship, dan itulah yang terpenting yang menjadi fondasi iman. Kita mendapatkan hubungan dengan Allah kembali sebagai anak dan Sang Bapa. Juga proses terkabulnya sebuah doa harus disertai dengan iman… diimbangi dengan perbuatan, dan… yang terpenting juga, yang diminta itu sesuai kehendak Allah. Bukan berdasarkan keinginan kita saja.
Ajaran The Secret sebenernya nggak ada yang bisa ditentang, kecuali ‘peniadaan’ Tuhan dan ‘pen-Tuhanan’ diri sendiri yang perlu diwaspadai. Berbahayanya adalah, ajaran ini masuk dengan mengendap-endap, bisa diterima oleh semua kalangan, bahkan kalangan Kristen ada yang membanggakannya. Lalu kemudian pola pikir kita dipengaruhi oleh new age dan akhirnya menjauh dari Tuhan, entah itu secara langsung maupun nggak langsung.
‘RAHASIA-RAHASIA’ DALAM ALKITAB
1. MINTA
The Secret memuat kutipan dari Markus 11:24: “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”. Menurut buku itu, dengan cara pikiran kita berfokus pada apa yang kita minta, trus berlaku seperti kita udah menerimanya, maka si semesta akan mewujudkannya.
Tapi coba kita liat dua ayat berikutnya yang nggak dicantumin di The Secret: “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Markus 11:25-26
Nah, sudah jelas dong kalo rahasianya bukan cuman meminta lalu pasti terkabul. Semua doa harus dilandasi pada sebuah relationship dan harus ada rekonsiliasi terlebih dahulu. Ya, harus ada pemulihan hubungan Tuhan dengan manusia, juga hubungan antar manusia. Dalam kehidupan persaudaraan yang rukun, ada berkat Tuhan. Carilah semua ajaran Kristus tentang ‘meminta’ pada Tuhan, pasti selalu dengan syarat relationship denganNya!
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7).
“Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” (Yohanes 16:24)
“..dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (I Yohanes 3:22)
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (I Yohanes 5:14)
2. KEINGINAN
Alkitab punya rahasia yang sederhana, catat ya... ini bukan rahasia lagi. Semuanya harus diawali dengan mencari kerajaan Allah terlebih dahulu. Artinya Kristus yang jadi raja, yang menguasai hati kita. Bukan uang, bukan status, bukan diri kita sendiri, bukan apapun. Karena semua berkat itu akan diberikan sebagai bonus. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33). Sama kayak kita dikasih bonus jaket kalo beli motor, yang penting kan motornya bukan jaketnya. Jaket itu otomatis jadi milik kita kalo kita beli motornya. Tapi kadang kita malah berebut minta jaketnya en motornya ditinggalin! Nah… The Secret kayak ngajarin kita buat ngejar bonusnya doang, tapi yang pentingnya nggak dilirik. Semua ‘bonus’ itu (uang, kasih sayang, kesuksesan, en berkat-berkat lainnya) akan otomatis datang pada kita kalo kita mencari apa yang penting: ‘kerajaan Allah’.
3. PIKIRAN.
The Secret ngajarin bahwa kita harus positive thinking. GFresh! setuju, tapi… kekuatan pikiran bukanlah segalanya, karena kita tidak maha pencipta. Akal budi, pikiran atau hikmat manusia ada batasnya. Cuman Tuhan aja yang harus dijadikan sandaran. Alkitab mengajarkan rahasia berikut:
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4: 8,13;19)
Itu adalah rahasia yang diajarkan Alkitab! Pikiran yang positif, tapi yang didasari oleh iman kepada Tuhan. Bukan menjadikan kekuatan pikiran kita sebagai segalanya. Iman dan tindakan yang sesuai kehendak Tuhan, itulah yang menjadi jaminan. Selain itu, Alkitab ngajarin kita lebih dari sekedar berpikir positif, tapi berpikir kayak Yesus berpikir!
“Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” (I Korintus 2:16).
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (II Korintus 10:5). “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5). “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7).
3. PENGEN KAYA
The Secret ngajarin kita berfokus pada apa yang jadi keinginan kita, dan pasti yang kepikiran adalah pengen kaya raya. Tul nggak? Hati-hati lho, Alkitab jelas bilang: “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Amsal 10:22). “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini” (Amsal 23:4). “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Timotius 6:9-10)
‘Keinginan’ untuk menjadi kaya biasanya itu yang bikin problemo. Menjadi kaya itu boleh (en percayalah justru Tuhan pengen kita kaya) tapi ‘ingin’ menjadi kayak yang harus diwaspadai lantaran kita jadi cenderung menjadikan uang sebagai tujuan utama dan segalanya. Ingat, uang bukan akar kejahatan, cinta uang-lah yang merupakan akar dari kejahatan.
Tuhan mengajarkan agar kita merasa cukup dan memang itulah rahasianya. Tuhan memberikan sesuai kebutuhan dan kecukupan. Nggak kekurangan atau kelebihan. Tapi manusia harus menjalankan perannya juga, yakni berdoa… memohon dan disertai usaha yang sesuai kehendak Tuhan. “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.” (Amsal 30: 8-9)
Kekayaan bukanlah tujuan, tapi cuman alat dan sarana. Perhatiin ayat keren berikut: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21).
Menurut kamu, di ayat itu, bolehkah kita ‘mengumpulkan harta’?. Kalo jawabannya ‘nggak boleh’… tet-tot!! Kamu salah!! Yang nggak boleh adalah ‘mengumpulkan harta di bumi’, …tapi ‘mengumpulkan harta di sorga’ itu harus! Dengan menyimpan hartamu di sorga maka hati kita juga ada di sorga! (baca lagi ayatnya dengan teliti). Pertanyaannya, gimana caranya mengumpulkan harta di sorga? Harta bisa berbentuk uang, tenaga, atau apapun yang berharga bagi kita. Berikan ‘harta’ itu untuk pekerjaan Tuhan, untuk kepentingan orang banyak, membantu yang lemah, menolong bangsa, untuk kemuliaan Tuhan, etc… pokoknya bukan buat diri sendiri doang.
Liat aja Yusuf, dia mengumpulkan harta, tapi bukan buat dirinya sendiri, tujuannnya agar rakyatnya dan orang banyak sejahtera, untuk menolong orang lain (baca Kejadian 41). Seperti yang diteladankan oleh Paulus: “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35)
Sebaliknya ada orang kaya yang mengumpulkan harta buat dirinya sendiri, akhirnya Tuhan mengambilnya! “Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." (Lukas 12:16-21).
So, jangan ‘pengen’ kaya, tapi harus ‘pengen’ memberkati dan menolong banyak orang lain, kekayaan itu cuman cara, dan Tuhan yang akan memberikannya, tentunya bisa lewat usaha dan ketekunan kita, lewat skill dan bakat kita, lewat hidup kita.
CINTA: PERASAAN VS KOMITMEN
The Secret banyak menekankan pentingnya cinta, sebagai sebuah perasaan. Bahkan ada contoh mengenai Bunda Teresa yang semasa hidupnya mengabdi untuk melayani di India. Contoh Bunda Teresa justru terasa nggak cocok, karena kalo patokannya hanya berdasarkan perasaan, rasanya sulit seseorang mau bertahan dalam situasi yang sangat jauh dari layak.
Bayangkan, sebuah tempat yang dipenuhi para gelandangan, bahkan banyak yang menderita kusta. Bunda Teresa pernah mengungkapkan bahwa kalo cuman ngikutin perasaan saja, ingin rasanya ia meninggalkan semua hal tersebut. Namun ia memilih untuk bertahan karena adanya panggilan dan komitmennnya. Semua itu bersumber dari kasih kepada Tuhan, yang diwujudkan kepada sesama dan bukan cuman melalui perasaan, tapi melalui komitmennya untuk berkarya nyata. Cinta bukan sekedar perasaan, namun butuh dibuktikan lewat tindakan. Hal inilah yang luput dari uraian The Secret.
LAW OF ATTRACTION VS GRACE OF GOD
Law of attraction bilang kalo semua yang terjadi berawal dari pikiran. Semua tercipta lebih dahulu dalam pikiran. Jadi, nggak ada yang kebetulan. The Secret ngajarin bahwa segala sesuatu ada sebab-akibat. Sekilas ini mirip hukum karma, perbuatan atau pikiran di masa lalu akan menentukan masa depan kita kelak. Nah, gimana dengan orang yang latar belakangnya kurang bagus? Ini kabar baiknya, dan bukan lagi rahasia…
Semua itu bisa berubah dan menjadi indah... bukan karena law of attraction, tapi karena ada kasih karunia Allah yang sanggup menjadikan segalanya baik. Sebab kalo kita harus patuh pada hukum The Secret, bahaya dong… kalau kelak kita punya pikiran negatif, lalu terjadilah hal yang negatif. Padahal sebagai manusia, pasti punya dong rasa kuatir. Nggak selamanya seseorang selalu bisa berpikir yang baik-baik saja.
Inilah yang ditawarkan Alkitab, sebuah pesan dari Tuhan yang sangat memahami kita. Pesan yang paling banyak dimuat di Alkitab adalah: Jangan takut. Karena Tuhan sadar bahwa manusia punya perasaan, dan kekuatiran yang bisa bikin kita lupa kalo ada Tuhan yang jauh lebih berkuasa dari yang kita kuatirkan.
Dengan iman, kita beroleh kasih-karunia. Ini bukan karena hasil usaha atau dari kekuatan pikiran belaka. Tapi dari sikap pasrah yang aktif. Maksudnya gini, meyerahkan sepenuhnya dalam iman pada Tuhan, tapi juga bertindak untuk mencapai apa yang diinginkan.
KATALOG
“Ini sungguh menyenangkan. Seperti memiliki semesta sebagai katalog. Anda membolak-balik lembarannya dan berkata “Saya ingin mempunyai pengalaman ini, saya ingin memiliki barang itu, dan saya ingin mempunyai orang seperti itu.” Andalah yang menentukan pesanan kepada Semesta. Sungguh mudah.” (DR. Joe Vitale)
Coba kita berpikir kritis. Kalo kita pesan sesuatu dari katalog, emang itu gratis? Pastinya waktu pesanan datang atau mungkin malah sebelum barang itu diantar ke rumah kita, ada harga yang harus dibayar. Iya dong! Kalo dalam hidup, apa harganya? Salah satunya adalah berdoa.
Berdoa nggak bisa disamakan dengan menjadikan Tuhan (atau Semesta- versi The Secret) sebagai pemilik toko sekaligus kurir yang siap mengantarkan pesanan. The Secret mengajarkan: Mintalah satu kali saja, Anda bukan memesan lalu meragukan apakah pesanan sudah diterima.
Lalu, apakah “doa” pada Tuhan cukup sekali aja? Doa yang diajarkan Yesus jauh lebih luas maknanya daripada sekedar meminta. GFresh! pengen mengikuti teladan Yesus lewat Doa Bapa Kami:
“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” (Matius 6:9-13)
Dari doa ini jelas dong kalo Yesus mengajarkan kita bukan cuman untuk meminta. Yang utama adalah terlebih dahulu mencari kerajaan Tuhan. Selanjutnya, meminta sesuai kebutuhan dan kecukupan. Lalu, baru setelah itu ada proses rekonsiliasi, memohon ampun atas dosa kita pada Tuhan dan juga adanya kemauan untuk saling memaafkan.
Waktu kita berdoa, kita boleh meminta lebih dari sekali tapi bukan karena nggak yakin Tuhan sanggup mengabulkan. Asalkan sesuai kehendak Tuhan dan sesuai kebutuhan, pasti Bapa akan berikan buat anak-anakNya. Doa yang berulang-ulang harus disertai sikap hati yang meyakini dan yang utama adalah membangun sebuah hubungan, bukan sekedar memanfaatkan atau menyuruh Tuhan untuk memuaskan keinginan diri sendiri.
Coba jawab…
The Secret mengajarkan:
· Meminta, Percaya dan Menerima.
Meminta kepada siapa? Percaya kepada siapa? Menerima dari siapa?
· Terlebih dahulu berterima kasih untuk apa yang Anda inginkan.
Berterima kasih kepada siapa?
· Bersyukur atas apa yang sudah dimiliki.
Bersyukur kepada siapa?
The Emerald Stone vs The Bible
Di halaman awal buku The Secret, ada kutipan yang berbunyi demikian:
Seperti di atas, begitu juga di bawah. Seperti di dalam, begitu juga di luar. (Batu berukir Emerald, 3000 SM)
Apa sih Emerald Tablet atau Emerald Stone? Ternyata inilah sumber dari ajaran The Secret yang makin menegaskan bahwa semua bersumber dari filosofi new age yang berakar dari agama pagan. Dalam agama tradisi, sosok ilahi dapat dipahami dalam bentuk fenomena alam. Figur “Tuhan” dianggap sebagai dualitas, ada maskulin (dewa) dan feminin (dewi). Manusia adalah hasil perkawinan rohani, antara langit dan bumi.
Berawal dari tradisi dan agama Yunani, bercampur dengan mitologi Romawi dan Mesir. Ada sosok dewa yang diyakini sebagai pemberi wahyu pada manusia. Itulah yang dikenal dengan nama: Merkurius dalam agama Romawi, atau Hermes dari Yunani, atau disebut sebagai Thoth saat di Mesir. Tiga sosok inilah yang dinamai Hermes Trismegistus (Hermes yang tiga kali lebih hebat), yang diyakini mewahyukan sabda yang dicatat dalam ukiran batu Emerald.
Isi selengkapnya batu Emerald adalah rangkuman dari inti ajaran agama pagan yang kelak menjadi cikal-bakal aliran new age. Semuanya terdiri dari 14 ayat. GFresh! tampilkan ini supaya kita paham apa bedanya dengan yang diajarkan Alkitab
1. Tis true without lying, certain & most true.
(Ini adalah benar tanpa dusta, pasti dan sangat benar)
2. That which is below is like that which is above & that which is above is like that which is below to do the miracles of one only thing.
(Bahwa apa yang di bawah sama seperti yang di atas dan apa yang d atas sama seperti yang di bawah untuk melakukan keajaiban untuk hanya satu hal)
3. And as all things have been & arose from one by the meditation of one: so all things have their birth from this one thing by adaptation.
(Dan seperti segala sesuatu telah dan berasal dari yang satu dan meditasi terhadap yang satu: demikian segala sesuatu dilahirkan dari satu hal ini melalui adaptasi)
4. The Sun is its father, the moon its mother,
(Matahari adalah ayahnya, bulan adalah ibunya)
5. The wind hath carried it in its belly, the earth its nurse.
(Angin membawa itu dalam rahimnya, bumi adalah bidannya)
6. The father of all perfection in the whole world is here.
(Bapak/Sumber dari segala kesempurnaan di seluruh dunia ada di sini)
7. Its force or power is entire if it be converted into earth.
(Kuasa atau kekuatannya adalah menyeluruh jika dipindahkan ke bumi)
7a. Separate thou the earth from the fire, the subtle from the gross sweetly with great industry.
(Pisahkan bumi dari api, bentuk yang halus, menciptakan hasil yang besar)
8. It ascends from the earth to the heaven & again it desends to the earth and receives the force of things superior & inferior.
(Naik dari bumi menuju langit dan turun lagi ke bumi dan menerima kuasa dari hal yang lebih besar dan lebih kecil)
9. By this means you shall have the glory of the whole world & thereby all obscurity shall fly from you.
(Dengan hal ini kau akan menemukan kemuliaan dunia seutuhnya dan segala ketidak-jelasan akan kabur darimu
10. Its force is above all force, for it vanquishes every subtle thing & penetrates every solid thing.
(Kuasanya di atas segala kuasa, karena itu melenyapkan semua hal yang kecil dan menembus semua hal yang kuat
11. So was the world created.
(Demikianlah dunia telah tercipta)
12 From this are & do come admirable adaptations where of the means (or process) is here in this.
(Dari hal-hal ini muncul berbagai perubahan yang mengagumkan yang prosesnya demikian
13. Hence I am called Hermes Trismegist, having the three parts of the philosophy of the whole world.
(Demikianlah aku dipanggil Hermes Trismegist, memiliki tiga bagian dari filosofi seluruh dunia)
14. That which I have said of the operation of the Sun is accomplished & ended.
(Demikian akhir sabdaku dan tata surya telah selesai tercipta
Apa yang diajarkan di sini berupa “As above, so below” beda dengan doa Bapa Kami, yang meminta kerajaan Allah hadir di muka bumi. Ajaran dari Emerald Stone mengisahkan bahwa, sosok ilahi nggak beda ama sosok manusia. Sebab semua diciptakan dari satu sumber yang sama.
Berdasarkan keyakinan itulah, The Secret dibuat. Bahwa manusia diyakini punya kuasa, bisa menjadi seperti Allah, bisa menciptakan melalui kekuatan pikiran dan menjadikan diri manusia sebagai pusat semesta.
Lebih lanjut, The Secret juga menggiring opini bahwa sebenarnya Tuhan adalah Energi di alam semesta. Karena mencomot sebagian dari prinsip dalam ilmu fisika, Energi itu nggak ada awal dan akhir, selalu bersifat kekal dan berubah-ubah bentuknya, menghasilkan energi berikutnya.
Alkitab justru mengajarkan hal yang berbeda. Semesta diciptakan Allah, sebagai Sang Pencipta dan bukanlah bagian dari alam semesta. Manusia jatuh ke dalam dosa karena bujukan iblis untuk makan buah pengetahuan yang baik dan buruk. Inilah awal dari dosa manusia, seperti tipuan si ular:
· Akan menjadi seperti Allah. Tapi nggak sama dengan Allah
· Akan mengetahui yang baik dan buruk. Tapi bersumber dari hikmat manusia, bukan dari Allah.
· Mata akan terbuka, akan memiliki kemampuan supranatural. Inilah tipuan yang ditawarkan iblis yang bekerja lewat unsur-unsur alam dan mistik.
· Dijanjikan bahwa nggak akan mati, tapi kenyataannya justru dari dosa inilah yang bikin manusia kelak akan binasa, sehingga Allah berjanji akan menebus supaya kita kelak bisa kembali pada hidup kekal.
Alkitab mengajarkan bahwa sosok Tuhan sebagai Bapa, tapi sesungguhnya makna Bapa di sini bukan sebatas figur maskulin saja. Karena Tuhan memiliki sifat seorang ayah dan juga seorang ibu.
· Tuhan maha kuasa dan sekaligus maha rahim.
· Tuhan bersikap adil dan juga mengasihi
· Tuhan menghakimi dan mengajar, sekaligus menyayangi dan memelihara
· Tuhan yang kita yakini bukan terdiri dari dua sisi, maskulin dan feminin, dalam sosok dewa dan dewi. Tapi sebagai kesatuan yang utuh, yang memiliki kedua sisi tersebut, seperti yang terangkum dalam nama Tuhan “El Shaddai”
Kata “El” dari “Elohim” menegaskan sifat Allah sebagai pencipta, penguasa. Kata “Shaddai” dalam bahasa Ibrani secara literal adalah “payudara” yang menjelaskan sifat Allah sebagai pemelihara dan penyayang bagi manusia. Allah yang kita sembah, bukanlah sosok dewa atau maskulin saja, kalo cuman disimpulkan dari kata “Bapa”, tapi juga punya sifat yang lembut dan penuh belas kasihan. Tuhan adalah figur ayah sekaligus ibu bagi manusia.
Ada beberapa bagian dari cerita The Secret yang terkesan menganggap homoseksualitas adalah hal yang wajar. Begitu pula mengenai prinsip meminta yang menjelaskan bahkan kalo kita pengen, boleh saja minta lebih dari satu orang, misalnya kita memang pengen berganti-ganti pasangan. Waktu manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dijadikanlah pria dan wanita. Melalui pernikahan, mereka kembali menjadi kesatuan yang utuh, menjadi gambar dan rupa Allah yang sempurna. Tapi sesuatu yang seharusnya menjadi sakral itu sekarang udah banyak dirusak dengan adanya pornografi dan berbagai penyimpangan. Seks cuman dianggap sebagai alat pemuas nafsu dan banyak yang udah lupa tujuan awal diciptakannya manusia sebagai gambar dan rupa Allah, sebagai pria dan wanita. Rahasia inilah yang kini telah tersingkap.
Mau percaya yang mana?
Sekarang semuanya kembali pada kita. GFresh! nggak melarang GF!ers baca atau nonton The Secret, tapi cobalah untuk mengetahui juga kebenaran dan rahasia yang diajarkan di Alkitab. Trus minta hikmat dari Tuhan untuk membandingkan sehingga bisa memilih mana yang tepat untuk diterapkan dalam hidup.
Law of attraction kalo direnungin sebetulnya aneh soalnya kalo segala sesuatu dianggap berasal dari pikiran, berarti kalo di suatu kota ada bencana alam, itu karena semua orang di kota itu lagi mikirin bencana dong ya? Atau orang-orang yang jadi korban tragedi WTC, apakah mereka sebelumnya semua sepakat, memancarkan kekuatan pikiran lalu “memanggil” supaya nanti datang pesawat yang menabrak gedung trus bikin mereka menemui ajal? Nggak logis banget kan?
The Secret lupa kalo ada oknum berdaulat yang namanya Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada pikiran manusia dan lebih bijak daripada apapun, yang mengatur dan mengkoordinasi semuanya buat kemuliaanNya dan kebaikan manusia juga. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28). Waktu kita mengalami hal yang kita anggap buruk, mungkin memang karena akibat pikiran kita yang buruk seperti yang diajarkan The Secret, tapi lebih dari itu ada rencana Tuhan yang indah buat kita, karena yang buruk menurut kita justru Tuhan ijinkan buat kebaikan kita. Tuhan bekerja!
The final secret
Hikmat, kekuatan pikiran dan akal budi manusia ada batasnya. Ada hal-hal yang nggak bisa dijelaskan dan nggak sanggup dipahami. Cara kerja Tuhan atau semesta yang diciptakanNya nggak sesimpel seperti yang dimuat di The Secret. Rahasia kehidupan sebetulnya udah ada tertulis di Alkitab, cuman kitanya saja yang mungkin belum tau. Nah, sekarang rahasianya sudah jelas dong.
Beberapa taon lagi, The Secret bakal jadi salah satu buku best-seller yang mungkin udah terlupakan atau akan terbit buku sejenis berikutnya, yang masih menampilkan resep yang sama, ajaran new age dengan judul berbeda. Kelak, orang-orang akan lupa untuk membahas Law of attraction. Tapi kitab suci, firman Tuhan yang dimuat di Alkitab akan selalu jadi buku best-seller sepanjang taon dan akan selalu dibicarakan. The grace of God akan tetap berlaku dan ditawarkan untuk kita semua.
RAHASIA HIDUP SEBENARNYA
Semua berawal dari rahasia yang diajarkan Tuhan. Cari dahulu kerajaan Allah, setelah itu bonusnya bakalan ngalir. Berdoa, berusaha dan tinggal di dalam firman Tuhan adalah rahasia yang diajarkan dalam Alkitab. Semua diawali dengan cara berdoa yang benar, yaitu bukan cuman meminta. Doa adalah membangun hubungan dengan Tuhan dan harus dibarengi dengan sikap saling memaafkan dengan sesama manusia. Hidup dalam Kristus dan Kristus dalam kamu. Inilah rahasianya! “Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kolose 1:27). …And the secret is that Christ is in you. (yo-i)
WHO WANTS TO BE A SUPERHERO?
Menjadi anak Tuhan yang LEBIH dari dunia.
Dunia butuh pahlawan. Dunia butuh superhero. The big problem is... kita nggak tau kalo kita adalah superhero!!!
Seorang pahlawan punya sesuatu yang lebih daripada orang biasa. Tapi kita bukan cuman pahlawan biasa, kita adalah superhero. Superhero adalah pahlawan yang punya kekuatan yang lebih dari kekuatan pahlawan-pahlawan ‘biasa’. Dunia butuh pahlawan. Dunia butuh superhero. The big problem is... kita nggak tau kalo kita adalah superhero!!!
Setiap kita anak Tuhan diberi tugas, tanggungjawab dan karunia agar bisa memberikan LEBIH daripada apa yang dunia bisa tawarkan. Nah biar bisa jadi orang yang LEBIH dari dunia, ada caranya, namanya POWERFUL GROOVY YOU! Lho, bukannya itu tagline (semboyan) majalah kita tercinta ini? Yup. Bener banget. Tapi POWERFUL GROOVY YOU! itu bukan sekedar kata-kata doang. Itu adalah jurus sakti yang bisa bikin kita jadi ‘LEBIH dari dunia’.
LEBIH
Sebagai orang Kristen kita dituntut buat LEBIH. Malah Yesus sendiri yang bilang kalo hidup kita nggak lebih baik dari orang yang paling baik sama aja boong. Baca ayatnya: “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 5:20). Di ayat itu kita nggak cuman harus lebih dari dunia, tapi harus lebih dari HIDUP KEAGAMAAN AHLI TAURAT, artinya sekalipun kita ngerasa udah ngelakuin ‘hidup keagamaan’ kita dengan baik (misalnya udah melayani pekerjaan Tuhan, udah hidup kudus, rajin berdoa, taat baca Alkitab, getol ibadah, dll dsb dkk dst) ternyata itu belum cukup! Harus lebih!
BE POWERFUL
Apaan sih powerful itu? Kalo kata kamus sih powerful itu artinya punya kekuatan yang gede ato arti lainnya orang yang punya kelebihan ato keunggulan. Tapi keunggulan en kekuatan yang GF! maksud itu unggul en kuat dalam tubuh, jiwa, roh. Salah satu contoh teladan yang baik adalah Daniel di Perjanjian Lama (baca YANG LEBIH DARI DUNIA DI ALKITAB).
Powerful tubuh artinya kita punya badan yang sehat, kuat, nggak gampang sakit-sakitan. Masa sih orang Kristen dikit-dikit ke dokter? Malu-maluin Tuhan kita dong yang katanya dokter segala dokter. “Orang muda dikagumi karena kekuatannya” (Amsal 20:29 BIS). Ngapain juga Yesus datang ke dunia ini en nyembuhin orang-orang sakit kalo bukan karena kesehatan itu penting. Yesus nyembuhin orang bukan supaya orang itu nggak mati, tapi supaya sehat. Kalo kita sehat, kita bisa melayani Tuhan lebih baik. Dan ingat: “...tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (1 Korintus 6:19)
Powerful jiwa artinya kita itu punya kelebihan dalam hal mental, emosi, kepintaran. Orang yang punya jiwa yang powerful itu bisa ngatur emosinya, bisa menguasai diri, cerdas, pintar. Itu artinya punya jiwa yang powerful. Daniel dipakai ama Raja Nebukadnezar sebagai pejabat tinggi bukan karena Daniel dekat ama Tuhan atau rohnya kuat, tapi karena Daniel itu punya skill, kepintaran, kekuatan, kesehatan yang baik. Dia bisa ngajar banyak bahasa, dia ngerti filosofi Babel, dia ngembangin kepintarannya bukan cuman supaya dia bertahan hidup di Babel tapi juga supaya dia dapat meningkatkan prestasinya dan mendapat promosi di kerajaan.
Powerful roh artinya kita punya roh yang kuat. Roh yang kuat bakal bikin kita bisa memaksimalkan semua potensi yang Tuhan udah sediain buat kita. Justru dari semua ini roh yang powerful itu yang paling penting. Jadi mesti kita kasih perhatian lebih buat bangun roh kita jadi lebih powerful. Daniel membuat tubuh dan jiwanya powerful, tapi dia nggak kompromi ama iman dan integritasnya, bahkan “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja” (Daniel 1:8) dan “...tiga kali sehari ia mengucapkan doanya" (Daniel 6:13b).
Nah biar kita bisa jadi anak muda yang punya paket komplet powerful tubuh, jiwa, roh-nya GF! bakal kasih beberapa tips yang bisa bikin kita powerful tubuh, jiwa, roh.
· Baca, renungin dan lakuin firman Tuhan
Langkah pertama kalo mo ngebangun roh kita mesti tau bahannya. Bahannya cuman satu: Firman Tuhan. Tapi caranya bisa banyak. Cara pertama baca Firman. Tujuannya? Supaya kita tau en inget apa aja yang Tuhan katain. Langkah kedua abis baca Firman, direnungin. Direnungin itu artinya dibaca, dihapalin, terus diulang-ulang lagi di pikiran, sampe Firman itu nempel di otak kita. Terus kayak gitu tiap hari. Tiap jam, kayak kata Alkitab juga ‘merenungkan Firman siang dan malam’. Kalo udah dibaca, direnungkan, terus Firmannya dilakuin. Dilakuin artinya Firman yang udah kita tau kita praktekkin. Misalnya kita tau kalo kita mesti mengampuni, ya lakuin Firman itu. Buat lakuin Firman itu butuh usaha en nggak gampang, makanya butuh niat en anugerah Tuhan buat lakuin firman.
“Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya." (Lukas 6:49)
· Gaul ama Tuhan dengan akrab
Kalo kita gaul ama Tuhan, semua ada jawabannya. Kita jadi tau apa yang jadi tujuan hidup kita. Punya waktu berdoa khusus emang perlu, tapi udah seharusnya berdoa itu jadi gaya hidup kita. Ibaratnya Tuhan itu adalah sahabat kita yang selalu menemani kita kemanapun, kita tentunya akan selalu chit-chat alias ngobrol asik kan ama sahabat kita itu? Nah itulah yang disebut dengan ‘doa’ yakni bareng Tuhan. Misalnya kita ngeliat baju keren di mall, kita bilang ‘Ya Tuhan, bagus banget ya bajunya’. Atau kamu yang cewek ketemu cowok yang ganteng banget ngajak ngobrol di kantin en kita jadi grogi maka kita bilang sama Tuhan “Yesus... Yesus... apa yang harus saya bilang sama dia?”. Intinya selalu berkomunikasi, jangan cuman ngomong sama Tuhan kalo mau makan doang. Segala keputusan kecil ataupun besar, kita komunikasikan bareng Tuhan, percaya deh lama-lama kita akan akrab, terbiasa dan peka akan suaraNya. ‘Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.’ (Amsal 3:6).
“Tetaplah bersatu dengan Aku dan Aku pun akan tetap bersatu dengan kalian. Cabang sendiri tak dapat berbuah, kecuali kalau ia tetap pada pohonnya. Demikian juga kalian hanya dapat berbuah, kalau tetap bersatu dengan Aku.” (Yohanes 15:4 BIS)
· Olahraga
Banyak orang yang udah tua yang maksain diri berolah raga gara-gara disuruh dokter supaya strokenya nggak kambuh, padahal kalo dia berolahraga sejak muda mungkin nggak bakalan sakit en nggak bakalan terpaksa. Nah, mumpung masih muda, masih banyak waktu, olahraga yang teratur. Biasakan. Kenapa? Soalnya olahraga yang teratur bakal bikin badan kita lebih powerful. Coba aja liat, orang-orang yang powerful, mereka biasanya punya jadwal olahraga yang teratur.
· Tidur yang cukup
Jangan mentang-mentang masih muda, kerjanya begadang tiap hari. Siapapun bakalan bilang itu nggak baik. Kita mesti punya jam tidur yang cukup yaitu sekitar 6 sampe 8 jam sehari. Tidur yang cukup itu banyak manfaatnya. Salah satunya bakal bikin badan kita lebih sehat en powerful, dan pikiran yang segar. Nah dengan badan yang sehat dan pikiran segar, kita bisa kerja, sekolah dan melayani Tuhan dengan maksimal.
· Makan yang teratur en sehat
Satu lagi nih problem anak muda. Makan itu harus teratur en pilih-pilih yang sehat. Jangan terlalu banyak makan yang berlemak en junk food. Mumpung masih muda, coba kembangin pola makan sehat. Cari info makanan apa yang sehat, apa yang nggak. Soalnya makan yang sehat bakal bikin badan sehat en kalo badan sehat, jiwa en roh juga ikutan sehat. Bayangin kalo Daniel nggak jaga makanannya, bukan posisinya di Babilon yang tinggi malah kolesterolnya yang tinggi.
· Rajin belajar
Yang namanya belajar bukan cuman belajar di sekolahan aja, pake buku. Yang namanya belajar itu bisa dimana aja, kapan aja en pake media apa aja. Mulai dari film, buku, musik, internet, semua bisa jadi bahan belajar kita. Otak kita kalo dipake justru bakalan makin berkembang. Dengan belajar yang rajin, kita bakal punya banyak pengetahuan, en orang yang punya banyak pengetahuan adalah orang yang powerful.
· Aktif di organisasi
Buat GF!ers yang masih sekolah nggak ada salahnya aktif di organisasi kayak OSIS, atau organisasi sesuai minat or hobi kamu. Atau kalo yang udah kuliah bisa aktif di Senat, Hima dsb. Kenapa emangnya? Soalnya di organisasi kayak gini kita bisa belajar banyak hal baru. Selain itu kita juga bisa nambah teman baru. En kita juga bisa belajar gimana caranya bergaul sama orang lain.
· Belajar sopan santun
Keluhan orang tua zaman sekarang ‘kan anak muda itu nggak tau sopan santun. Jangan salah, guys, sopan santun itu penting. Bisa jadi kita punya otak yang encer, tapi nggak punya sopan santun sama aja bohong, soalnya dengan tau sopan santun, kita bisa diterima di mana aja, disenangi orang lain. Makanya belajar sopan santun. Orang yang powerful itu tau sopan santun lagi. “…sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.” (1 Tesalonika 4:12)
· Kembangkan bakat
Masing-masing dari kita udah dikasih bakat unik en khusus sama Tuhan, right? Nah kembangkan bakat itu, jangan cuman disimpan aja, nanti lama-lama jadi basi en nggak berguna lagi. Cari tau apa bakat kita en kembangin. Misalnya bakat kita nyanyi, ya cobalah ikutan lomba nyanyi ato minimal ikutan les vokal. Kalo bakatnya menggambar, latihan menggambarlah. Inget lho, talenta yang disembunyiin malah bakalan diambil sama Tuhan dan dikasihin ke yang talentanya lebih banyak! Ih, serem! “Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Matius 25:29).
· Ikut pelatihan
Sekarang ‘kan udah banyak pelatihan yang khusus ditujuin supaya kita punya kepribadian yang baik. Kepribadian yang baik juga salah satu modal kita biar jadi powerful. Nah sekolah-sekolah kepribadian kayak gini udah menjamur dimana-mana sekarang. Nggak ada salahnya kita ikutan, tapi emang sih biayanya agak mahal.
GROOVY
Groovy itu artinya asik, keren, cool, gaul. Artinya kita jadi anak muda Kristen itu mesti asik, gaul, keren en up to date. Nggak ketinggalan zaman. Tapi gimana caranya jadi anak muda yang groovy? Nah biar tau, baca tips di bawah ini:
· Gaul sama siapa aja
Kalo kita udah akrab sama Tuhan dan kuat dalam pengetahuan akan Firman Tuhan, yang namanya gaul itu nggak harus dibatasi sama orang-orang tertentu aja. Gaul sama siapa aja, sebanyak kita mau. Semakin banyak teman yang kita punya justru semakin asyik. Teman-teman kita ini suatu saat bakalan jadi jembatan buat kita di masa depan. Orang yang sukses dan powerful biasanya punya banyak relasi sehingga segala sesuatu mudah dijalankan. Tapi kembali, kita harus kuat dalam Tuhan sehingga kita bisa jadi pengaruh baik dalam pergaulan kita, bukan malah dipengaruhi orang lain menjadi buruk (baca 1 Korintus 15:33).
· Hang out
Sering-sering hang out (jalan-jalan, mejeng, nongkrong) sama teman-teman satu geng. Itu bakal ngebantu banget buat bikin kita tambah gaul. Jangan jadi kuper, kerjanya diam aja di rumah. Nggak dosa kok sering-sering hang out bareng sahabat. Cuman jangan kompromi ama dosa, jangan nyerempet tempat yang bisa bikin kita jatuh dalam dosa dan jangan lupa kewajiban kita di gereja, sekolah sama di rumah. Kedua jangan lupa juga kalo hang out nggak selalu harus di tempat yang mahal, yang penting tempatnya asyik, tapi murah (jadi ‘kan nggak boros uang jajan)
· Up date yourself
Jadi anak muda itu mesti up to date sama keadaan sekelilingnya. Jadi anak muda itu mesti tau apa yang lagi trend di dunia. Jangan sampe kita jadi anak muda Kristen, tapi gayanya jadul. Please deh... up to date dong. Jadi orang Kristen bukan artinya ketinggalan zaman. Jadi orang Kristen itu artinya ikutin zaman lagi. Nah biar tetap up to date nggak ada salahnya kalo kita baca-baca majalah fashion biar tau mode apa yang lagi in, ato baca koran biar tau lagi ada berita hangat apa, ato baca apa aja yang bikin kita lebih up to date lagi.
· Berpenampilan menarik
Banyak dari kita yang bilang kalo ‘kecantikan’ itu nggak penting, yang penting hatinya! Alias inner beauty. Ingat Alkitab bilang: “...manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7b), siapa yang melihat hati? Tuhan bo! Bukan manusia! Manusia melihat penampilan, itu kata Firman Tuhan lho. Dan pada kenyataannya kita nggak bisa maksa orang buat melihat hati kita (baca readmefirst di F!planet halaman depan). Survey bilang kalo 75% orang yang diterima kerja di sebuah perusahaan biasanya gara-gara pas diwawancara mereka berpenampilan menarik!
Penampilan juga nggak cuman bicara fisik, tapi bicara gimana kita nunjukin hal yang terlihat baik buat banyak orang, misalnya postur tubuh yang baik, cara bergerak, pakaian yang pantas, tatanan rambut yang sesuai, bau tubuh yang wangi, kebersihan badan, wajah yang cerah, dsb. Bayangin aja, kalo pakaian norak nggak pantes, rambut nggak keurus, bau ketek, wajah lesu, kadang kita pengen ngejauhin orang kayak gitu kan? Nah kalo udah dijauhin, mana kita bisa berdampak baik buat dunia?
· Jadi orang yang fun
Boleh serius, tapi juga fun. Yang mudah diajak becanda dan menyenangkan. Nggak ada orang yang mo punya teman orang yang mukanya serius terus. Yang kerjanya belajaaar or kerjaaaa aja. Yang kalo becanda garing. Kembangkan dong sisi fun dalam diri kita. “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri; hati yang sedih mematahkan semangat.” (Amsal 15:13 BIS)
· Jangan sombong
Jangankan manusia, Tuhan aja nggak suka sama orang sombong (baca Amsal 16:5). Makanya jangan jadi orang yang sombong. Kalo kita nggak sombong, dijamin bakal banyak orang yang mau jadi teman kita en kita bakal makin groovy jadinya. Sombong itu bisa sok tau, merasa punya segalanya, merasa nggak perlu bantuan, merasa bisa dengan kekuatan diri sendiri. “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.” (Yesaya 2:11)
· Pede aja lagi!
Orang yang groovy itu selalu pede (percaya diri). Pede beda ya sama narsis. Kalo pede itu artinya tau apa yang dia punya dalam dirinya en bangga sama apa yang dia punya itu. Nah kalo orang narsis itu sukanya nyombongin semua yang dia punya. Hanya saja ke-pede-an kita didasari segala kalo sesuatu datang dari Tuhan, bukan karena kesombongan. Mo jadi orang yang groovy? Pede aja lagi! “Dua ekor burung pipit dapat dibeli dengan satu mata uang yang paling kecil. Meskipun begitu tidak ada seekor pun jatuh ke tanah kalau tidak dikehendaki Bapamu. Jumlah rambut di kepalamu pun sudah dihitung semuanya. Sebab itu, janganlah takut! Kalian lebih berharga daripada burung-burung pipit!" (Matius 10:29-31 BIS)
· Lakukan 2 mil
Istilah ‘2 mil’ dikenalin sama Pdt. Philip Mantofa dari Surabaya. Istilah ini diambil dari Matius 5:41 (“Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil”). Dalam ayat itu, kita ‘dipaksa’ untuk berjalan 1 mil, tapi Tuhan menuntut kita berjalan bukan hanya satu mil tapi dua mil untuk orang itu! Intinya kita harus melakukan lebih dari yang udah jadi keharusan kita. Satu mil adalah kewajiban kita, tapi mil kedua kita lakukan untuk Tuhan, karena kasih kita padaNya, bukan cuma karena kewajiban. Misalnya gini, tugas kita belajar, tapi kenapa nggak lakuin sesuatu yang lebih dari itu karena kita mengasihi Tuhan, misalnya sambil belajar kita ajarin juga teman. Ato di rumah kita punya tugas cuci piring, kenapa nggak lakuin lebih cuci piring plus nyapu misalnya. Itu intinya melakukan 2 mil. Satu hal lagi yang mesti diinget, melakukan 2 mil itu bukan supaya kita keliatan rajin di mata orang, tapi karena kita melakukannya buat Tuhan aja.
POWERFUL + GROOVY = ....
Nah kalo kita udah jadi orang yang powerful en groovy terus ngapain? Apa yang bakal terjadi sama kita? Ada beberapa hal yang bakal terjadi sama kita kalo kita udah jadi orang yang powerful en groovy. Ini beberapa di antaranya: (NB: kalo GF! ngomong powerful itu artinya komplit ya powerful tubuh, jiwa, roh)
· Punya dampak
Kalo kita udah jadi orang yang powerful en groovy kita bakal bisa bikin dampak sama lingkungan kita. Loh kok bisa? Ya bisa. Soalnya waktu kita udah cukup powerful kita bakal punya banyak keunggulan yang mungkin orang lain nggak punya. Tapi kalo punya keunggulan doang, tapi kuper, nggak ikut zaman, sama aja boong. Nggak ada orang yang mo deket-deket sama kita. Sia-sia dong keunggulan kita. Nggak bisa dipake buat memberkati orang lain. Makanya kalo kita udah punya keunggulan (powerful) ditambah dengan kita-nya juga gaul, bisa masuk ke lingkungan mana aja (groovy) cepat ato lambat kita bisa pengaruhi orang di komunitas itu buat bikin perubahan. Jadi dampak ‘kan?
· Dicari sama semua orang
Kalo kita udah cukup powerful en groovy, kita bakal jadi orang terkenal loh. Maksudnya selalu dicari-sama orang. Bukan dicari karena banyak utang ato banyak bikin kesalahan. Tapi dicari karena orang butuh kita. Dengan keunggulan (powerful) yang kita punya orang pasti bakal nyari kita. Ditambah lagi kita juga orangnya itu enak diajak gaul, nggak sombong (groovy) wah pasti makin banyak orang yang nyari kita. Nah kalo udah gitu jangan lupa buat bagiin kebenaran firman Tuhan yang udah kita tau, jangan promosiin diri sendiri doang.
· Punya gaya hidup alkitabiah
Banyak anak muda pengen hidup sesuai Firman Tuhan, tapi mereka bingung, kayak gimana hidup yang sesuai Alkitab itu. Jawabannya sederhana aja. Ya yang powerful en groovy tadi. Kalo kita liat teladan tokoh-tokoh Alkitab, mereka itu orang-orang yang kuat, sehat, punya banyak keunggulan (powerful) tapi nggak jadi aneh sendiri (nggak groovy). Mereka masih hidup sesuai zaman mereka. Nah jadi kalo ditanya kayak gimana gaya hidup yang alkitabiah, ya gaya hidup yang powerful (tubuh, jiwa, roh) tapi groovy (tetap gaul en ikutin zaman).
· Diterima di mana aja
Orang yang powerful en groovy itu bisa diterima di mana aja. Semua orang juga bakal segan kalo berhadapan sama orang yang punya kelebihan (powerful) apalagi kalo selain punya banyak kelebihan orangnya juga enak kalo diajak ngobrol, gaul (groovy). Wah, siapa yang bisa nolak orang yang kayak gini?
DIKENAN ALLAH DIHORMATI MANUSIA
“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” (Roma 14:17-18)
Pada intinya kita bisa powerful dan groovy dan berdampak kalo kita bisa dikenan Tuhan dan dihormati manusia. (1) Tuhan melihat hati kita, makanya benahi hati kita, gaul ama Tuhan selalu, sikap hati yang menyembah Tuhan harus selalu dipelihara, jangan berbuat dosa, bikin Tuhan sayang sama kita. (2) Manusia melihat apa yang di depan mata. Makanya biar bisa dihormati manusia kita harus tau apa yang manusia cari: penampilan baik, performa unggul, pintar, wawasan luas, supel, enak diajak ngobrol, dsb dst.
“God's kingdom isn't about eating and drinking. It is about pleasing God, about living in peace, and about true happiness. All this comes from the Holy Spirit. If you serve Christ in this way, you will please God and be respected by people.” (Roma 14:17-18 CEV)
Ada tiga kuasa yang disebutkan dalam Roma 14:17-18 diatas:
[a] Kebenaran (pleasing God): yaitu kemampuan buat hidup berkenan di hadapan Tuhan. Roh Kudus yang memberi kita kemampuan biar kita bisa menghidupi kebenaran Tuhan.
[b] Damai sejahtera (living in peace): yaitu kemampuan buat membangun hubungan ama orang lain. Apakah kita punya banyak relasi? Atau kita malah suka jadi batu sandungan? Apakah kita punya banyak teman?
[c] Sukacita (true happines): yaitu kemampuan buat memperoleh kekuatan supaya bisa bersyukur dalam segala hal. Sukacita itu bukan produk dunia atau situasi. Di dalam hadirat Tuhan ada sukacita melimpah (Mazmur 16:11) dan sukacita Tuhan adalah kekuatan kita (Nehemia 8:10).
YANG LEBIH DARI DUNIA DI ALKITAB
Di Alkitab kita bisa liat ada banyak orang yang lebih dari dunia karena pake prinsip POWERFUL & GROOVY ini. Yuk kita liat siapa aja mereka en gimana powerful en groovy-nya mereka.
· Abraham
Siapa sih yang nggak kenal Abraham? Selama ini kita ‘kan kenalnya Abraham sebagai bapa orang percaya. Tapi Abraham sebagai orang yang powerful jarang banget disebut-sebut. Padahal Abraham itu termasuk salah satu orang yang paling powerful di zamannya. Ya gimana nggak powerful, di zaman itu Abraham termasuk konglomerat. Dia punya pasukan yang luar biasa kuatnya, ternaknya banyak, kenalannya banyak, malah raja-raja jadi temannya. Kurang powerful apa lagi?
Groovy? Jangan tanya. Gimana bisa Abraham disukai en disegani banyak orang di zamannya? Karena duitnya? Bisa jadi. Tapi kalo orang yang punya duit, kelakuannya aneh, siapa juga yang bakal suka? Lagian nggak ada ceritanya di Alkitab kalo Abraham itu jadi orang yang aneh ‘kan? Yang ada cerita Abraham diterima di mana-mana dia pergi.
Tapi yang bikin Abraham lebih dari dunia bukan cuman kekayaannya ato hubungannya sama orang-orang penting zaman itu. Tapi karena dia kenal Tuhannya. Kalo soal kaya, en kenal banyak orang penting, semua orang juga bisa. Tapi Abraham kenal Tuhannya. Hal itu ditambah orangnya yang powerful en groovy bikin dia lebih dari dunia. En namanya tercatat di sejarah. Bukan cuman di Alkitab doang tapi di sejarah dunia juga.
· Daniel
Kurang powerful apa Daniel? Dia punya kepintaran sepuluh kali lebih dari orang di zamannya (Daniel 1:20). Dia punya posisi yang tinggi, tangan kanan raja selama tiga generasi kerajaan. Kalo ditanya soal groovy? Masa orang yang jadi wakil raja nggak groovy? Bisa ditertawain orang satu kerajaan. Dari penelitian sejarah juga terbukti kalo Daniel itu orang yang ikut trend di zamannya. Daniel emang orang yang spiritual dan dekat ama Tuhan tapi bukan itu yang menarik perhatian bangsa Babel sehingga dia dapet promosi jabatan, seenggaknya ada lima hal ‘non spiritual’ yang Daniel punya.
“The king said, "They must be healthy, handsome, smart, wise, educated, and fit to serve in the royal palace. Teach them how to speak and write our language” (Daniel 1:4 CEV).
1. Sehat. Healthy. free from physical defects. Dia menjaga makanannya, dia nggak minum anggur, dia makan sayur.
2. Enak diliat. Tampan. Berperawakan baik. Handsome. Well groomed (baca Daniel 1:4). Daniel pintar berpenampilan, ia nggak berpenampilan lusuh atau sok rohani. Tapi dia menjaga pakaiannya, menyisir rambutnya, memelihara wajahnya, mendandani dirinya layaknya kebudayaan seorang pejabat di kerajaan Babel, sehingga dia disegani ama orang-orang karena penampilannya yang baik.
3. Bijak. Wise. skilful in all wisdom (baca Daniel 1:20). Daniel emang dikaruniai kebijaksanaan ama Tuhan, tapi dia juga ngembangin dirinya dengan bacaan-bacaan atau pengetahuan yang menambah kebijaksanaannya.
4. Mau melayani. Daniel punya kemampuan untuk melayani atasannya dengan baik. Tujuan Daniel emang biar dia bisa berdampak bagi Tuhan dan dia rela merendahkan dirinya buat melayani orang-orang bahkan sekalipun mereka yang belum percaya pada Tuhan. Yesus bilang kalo kita mau jadi yang terbesar dari semuanya kita harus jadi pelayan bagi semuanya (baca Matius 23:7-12)
5. Pintar. Smart. Intelligent. Cunning in knowledge and understanding science. Daniel menguasai bahasa Babel, dia harus pintar nggak cuman supaya dia bisa bertahan hidup di Babel tapi juga supaya berprestasi.
Ditambah Daniel itu punya pengenalan akan Tuhan. Kita udah sering denger ‘kan cerita gimana Daniel kenal banget sama Tuhannya? Mulai dari dia harus ngartiin mimpi raja, waktu dia dikasih penglihatan tentang akhir zaman, bahkan dia tetap berdoa sekalipun diancam kematian. Itu semua nunjukkin kalo dia punya pengenalan akan Tuhan yang dalam. Makanya dia bisa jadi orang yang lebih dari dunia.
· Ester
Ratu yang satu ini nggak perlu lagi diraguin powerful-nya. Gara-gara dia, satu bangsa selamat dari bahaya pemusnahan massal. Groovy? Jelas. Namanya juga ratu. Harus groovy dong. Apalagi dia ada di pusat kebudayaan dunia waktu itu. Gimana nggak bisa jadi groovy?
Biar di kitab Ester nggak pernah disebutin nama Tuhan, tapi ada banyak ahli sejarah yang yakin kalo Ester itu termasuk orang Yahudi yang taat sama tradisi agama yahudi en percaya sama Tuhan. Salah satu buktinya dia berpuasa buat bangsanya. Nah takut akan Tuhan yang Ester punya ini yang bikin dia jadi lebih dari dunia.
· Yesus
Kalo soal powerful-nya Yesus kita semua langsung setuju. Wong Dia emang udah buktiin kalo Dia Tuhan yang powerful. Tapi kalo groovy-nya Yesus? Eits jangan salah, Yesus itu orang yang groovy lagi. Kalo kita liat Yesus itu sering banget diundang dari pesta yang satu ke pesta yang lain. Kebayang nggak orang di pesta itu ngapain aja? Yang pasti having fun. Yesus gimana? Nggak pernah tuh ada kisah di Alkitab waktu diundang ke pesta, Yesus mojok sendirian di pojok, menyendiri, nggak ada teman. Yang ada Yesus itu selalu lagi ngobrol sama tuan rumah. Dia nggak jadi orang aneh yang nggak bisa menikmati hidup. So, kalo Yesus aja groovy apalagi kita.
· Paulus
Paulus, salah satu orang paling powerful di zamannya. Bayangin aja, dia tau banyak hal, mulai dari teologia sampe ilmu perbintangan. Dia juga punya kedudukan yang terpandang di masyarakat. Tapi apa semua itu bikin Paulus jadi orang aneh yang kerjanya cuman diam di kamar, belajar aja. Nggak lagi, Paulus itu orang yang groovy. Dia selalu bisa menyesuaikan diri sama keadaan dimana dia berada. Dia juga orang yang up to date. Nggak ada ceritanya ‘kan kalo Paulus jadi orang aneh karena kepandaiannya.
KALO NGGAK IMBANG
Kalo mo jadi lebih dari dunia, kita mesti powerful en groovy. Nggak bisa cuman salah satunya doang. Misalnya kita cuman mo powerful-nya doang, ato mo groovy-nya doang. Ya, nggak bakalan jadi lebih dari dunia. Malah nggak ada bedanya dong sama orang dunia. Makanya biar bisa lebih dari dunia, dua-duanya harus ada dalam diri kita en imbang. Jangan sampe yang satu lebih dominan dari yang laen.
· Powerful tapi nggak groovy = orang aneh
Pernah liat orang yang saking pinternya sampe keblinger? Saking pinternya, dia nggak punya waktu buat main ato gaul sama teman-temannya. Ato pernah liat orang yang katanya hamba Tuhan, bisa dengar suara Tuhan, tapi penampilannya aneh, nggak pernah mandi, nggak tau sopan santun. Nah itu contoh orang yang powerful tapi nggak groovy. Orang kayak gini ini sebenarnya powerful banget, en banyak orang juga ngakuin itu. Tapi karena nggak diimbangi sama groovy, nggak ada orang yang mo berteman sama mereka, karena biar pinter, mereka itu aneh. Siapa juga yang mo berteman sama orang aneh?
· Groovy tapi nggak powerful = kosong
Nah kalo kebalikannya groovy tapi nggak powerful maka kita nggak jauh beda sama tong kosong yang nyaring bunyinya. Bisa punya banyak teman, keren, gaul, tapi ota kita nggak ada isinya, sama aja boong ‘kan? Penampilan boleh jadi keren, up to date, tapi pas diajak ngomong sesuatu yang agak ‘tinggi’, nggak nyambung, sayang ‘kan?
BOLEH GROOVY TAPI...
· Seimbang
Kebanyakan dari kita kalo mikir kalo yang namanya groovy itu cuman berlaku dalam hubungan kita sama manusia aja. Padahal kalo kita liat di Alkitab, kita juga mesti jadi groovy di hadapan Tuhan. Liat aja Lukas 2:52. Di situ disebutin kalo Yesus makin ‘bertambah hikmatNya (powerful) dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (groovy)’. Jadi ternyata kita juga bisa jadi groovy di hadapan Tuhan en manusia. Yang jadi pertanyaan gimana caranya jadi groovy di hadapan Tuhan? Sama aja kayak kita jadi groovy di hadapan manusia. Up to date diri kita sama Firman Tuhan. Pelajari Firman, jangan pernah puas sama apa yang udah kita tau, Alkitab itu punya banyak pengetahuan yang belum kita tau, jadi terus gali firman Tuhan en dapetin kebenaran-kebenaran yang up to date.
· Pake hikmat
Jadi groovy bukan artinya terus kita jadi seenaknya lakuin hal-hal yang emang udah jelas nggak ada gunanya dengan alasan, ‘Biar tambah groovy.’ Contohnya pergi ke diskotik. Itu udah jelas-jelas nggak ada untungnya. Tambah groovy? Kata siapa? Yang pasti lebih banyak rugi dari pada untungnya.
Makanya kalo mo jadi groovy juga kita butuh hikmat. Apa yang kita lakuin ini bikin kita lebih groovy ato nggak? Apa yang kita lakuin ini sesuai Firman Tuhan nggak? Nah pesan GF! minta hikmat sama Tuhan. Sebagai anak muda, kita emang butuh banyak hikmat biar nggak salah jalan. So,jangan lupa minta hikmat sama Tuhan dijamin Dia bakal kasih.
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,— yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —,maka hal itu akan diberikan kepadanya. (Yakobus 1:5)
BERTAMBAH, MAKIN, MENINGKAT...
“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia”. (Lukas 2:52)
Jadi orang yang lebih dari dunia, ato jadi orang yang powerful en groovy itu nggak bisa sehari jadi. Ada prosesnya. Liat aja di Lukas 2:52, disitu disebutin kalo Yesus aja nggak otomatis langsung jadi powerful en groovy. Dia juga harus lewatin proses supaya jadi orang yang powerful en groovy. Makanya di Lukas 2:52 disebutin kalo Dia itu makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya (powerful), dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (groovy).
Kata makin itu nunjukkin proses ato peningkatan. Artinya dulunya sedikit tapi sekarang jadi banyak. Nah kadar powerful en groovy kita juga mesti meningkat. Jangan pernah puas sama apa yang udah kita punya sekarang. Inget loh nggak pernah ada kata cukup dalam kekristenan. Jadi kita mesti makin powerful, makin groovy en terus gitu. Sampe kapan? Sampe maranatha, sampe kita ketemu Tuhan Yesus.
THE GIFTS
Apa Karunia Rohanimu?
Bulan April kemaren kita udah ngerayain Paskah. Nah bulan Mei, ini kita bakal ngerayain Pentaskosta. Buat yang belum tau (ato udah lupa) Pentakosta itu hari dimana Roh Kudus pertama kali dicurahkan 2000 taun yang lalu. Nah waktu Roh Kudus dicurahkan, Dia juga kasih ‘hadiah’ sama kita yang disebut ‘karunia Roh Kudus’. Nah di edisi kali ini, GF! bakal khusus bahas soal karunia Roh Kudus sampe tuntas. (dp)
Pernah nggak kita liat adik-adik kita pas membuka kado ulang tahunnya? Atau kita waktu kecil dapet kado dari Papa-Mama kita? Kita pasti seneng en exciting banget kan? Pas dibuka en diliat hadiahnya robot-robotan or boneka yang bisa bicara, kita nanyain gimana cara pasang batereinya dan menjalankannya sama Papa-Mama kita. Ada orang yang lebih bahagia lagi: Papa-Mama kita yang memberikan kado itu.
Bayangkan kebahagiaan itu terjadi pada Bapa kita di Surga, Yesus Kristus, yang ngasih kita kado-kado buat kita. Waktu kita menemukannya dan membukanya dan bertanya tentangnya, Yesus sangat bahagia. Kado itu adalah kado rohani, karunia roh. Waktu Tuhan menciptakan kita satu persatu secara spesial, Dia juga mutusin buat ngasih kita hadiah-hadiah, sebuah kemampuan ‘super’ buat kita. Tapi Dia punya tujuan, Dia pengen kita menggunakannya untuk membagikan kasihNya dan bagi kerajaanNya.
Kadang kita melihat temen-temen kita yang merasa frustasi en bete pas nyobain melayani or bekerja di area yang sebenernya mereka nggak punya kemampuan (atau sedikit punya kemampuan) yang berhubungan dengan itu. Padahal banyak orang yang melayani dengan efektif karena area yang mereka geluti cocok dengan karunia roh mereka. Makanya penting sekali kita mengetahui apa karunia rohani kita.
Di 1 Korintus 12:1, Paulus bilang “Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya”. Paulus pengen kita tau kebenaran alias info penting ini biar kita nggak kehilangan karunia roh. Karunia yang kita punya dari Tuhan adalah kunci supaya kita bisa memenuhi tujuan hidup kita yang spesifik.
APA SIH KARUNIA ROH KUDUS ITU?
Menurut Erik Rees dari tim Purpose Driven Life, karunia rohani adalah sebuah kemampuan khusus yang diberikan oleh Tuhan, diberikan pada setiap orang percaya oleh Roh Kudus, untuk membagikan kasihNya dan memperkuat tubuh Kristus. “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10).
Karunia itu artinya pemberian. Jadi karunia Roh Kudus itu artinya pemberian (hadiah) Roh Kudus. Loh emangnya apa yang dikasih Roh Kudus sama kita? Dia kasih kita suatu kemampuan khusus supaya kita bisa lebih mantap lagi dalam pelayanan kita sama Tuhan en sesama.
KARUNIA ROHANI NGGAK SAMA DENGAN:
1. Temperamen atau kepribadian. Sebuah tes kepribadian bukanlah suatu indikator yang memadai buat nemuin karunia rohani yang kita punya. Kepribadian kita, gimanapun juga, merupakan suatu sarana buat mengekspresikan karunia Anda. Sebagaimana contoh, kalo Tuhan mengirim kamu buat pergi, maka karunia kamu akan bekerja dengan baik waktu kamu secara aktif berhubungan dengan orang lain. Kalo kamu cenderung digerakkan secara alami, kepribadian kamu akan mengimbangi karunia kamu.
2. Talenta. Kamu bisa jadi seorang arsitek yang berbakat, seorang marketing, atau manajer, tapi itu bukanlah karunia rohani. Leslie B. Flynn menjelaskan, “Talenta berhubungan dengan teknik dan metode; karunia berhubungan dengan kemampuan rohani. Talenta bergantung pada kemampuan alami, karunia bergantung pada pemberian rohani”.
3. Buah Roh yang dijelaskan dalam Galatia 5:22-23: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Buah roh mengungkapkan sumbangan Kristus dalam karakter kita, sementara karunia rohani kita mengungkapkan sumbangan kita pada Kerajaan Tuhan.
BUAT APA SIH ADA KARUNIA ROH KUDUS?
“Tujuan dari pemberian karunia adalah mengurus dan melayani, bukan untuk kepentingan diri sendiri” (Os Guinness, dalam bukunya The Call).
Satu hal yang pasti Roh Kudus nggak kasih kita karuniaNya buat kepentingan pribadi kita or sekedar iseng doang. Karunia Roh Kudus itu dikasih buat Tubuh Kristus (orang percaya). Nah secara khusus, karunia Roh Kudus itu dikasih buat:
· Melayani satu sama lain
Karunia Roh Kudus itu kayak perlengkapan khusus yang dikasih sama Roh Kudus buat kita supaya kita bisa saling melayani satu sama lain. Makanya di suratnya ke jemaat Korintus, Paulus bilang kalo karunia Roh Kudus itu baru boleh dipake waktu jemaat lagi berkumpul. Kenapa mesti gitu? Biar teman kita terbangun sama karunia Roh Kudus yang kita punya.
· Mengenal Allah
Kita bisa mengenal Allah lewat banyak cara. Bisa lewat baca Alkitab, doa en satu lagi lewat karunia Roh Kudus. Ada beberapa karunia Roh Kudus yang bisa bikin kita mengenal Allah lebih baik lagi, kayak karunia bernubuat. Tapi biar gitu, pengenalan kita sama Tuhan harus bersifat pribadi, artinya kita sendiri yang harus mengalami Dia secara langsung dalam hidup kita.
· Membangun Tubuh Kristus
GF! nggak bakal bosan ulang terus, kalo yang namanya Tubuh Kristus itu artinya semua orang percaya, bukan cuman orang percaya di gereja kita doang. Nah maksudnya membangun Tubuh Kristus itu, artinya karunia Roh Kudus yang kita punya mesti dipake buat kepentingan semua orang percaya, jangan egois, buat kepentingan gereja kita doang. Kalo ada orang dari gereja lain minta bantuan kita, ya kita tolong.
· Senjata melawan benteng-benteng pikiran manusia
Di 2 Korintus 10:3-4 disebutin ada benteng-benteng yang dibangun sama manusia di pikirannya. Maksudnya bukan terus kita bisa liat ada benteng di kepala teman kita. Maksudnya manusia itu suka keras kepala, en suka punya pendapat sendiri, biar udah salah masih aja ngotot. Nah itu yang disebut benteng. Salah satu senjata buat meruntuhkan benteng-benteng itu adalah karunia Roh Kudus. Gimana bisa? Itu bagian Roh Kudus. Bagian kita cuman pake karunia Roh Kudus yang udah dikasih sama kita.
Mungkin kita masih bingung or ragu, sebenernya apa sih karunia rohani yang kita punya? Ada cara agar kita bisa mengenalinya lebih jauh. Caranya adalah mencoba mengekpresikannya dengan melayani orang-orang. Kalo kita melayani di area yang tepat dengan karunia kita, kita bakalan mengalami pemenuhan yang lebih besar dan melihat buah-buah yang lebih besar untuk Tuhan. Tapi kalo kita melayani di luar area karunia kita, biasanya ujungnya bete en frustasi en cape deeeh!
Ada yang penting tentang karunia, Paulus selalu bilang kalo karunia seharusnya diekspresikan dalam kasih. “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Korintus 12 dan 14)
Untuk lengkapnya, kamu bisa dapatkan di edisi cetaknya. Hubungi info@getmedia-online.com
SHAKE THE WORLD!
SHAKE THE WORLD!
GF!ers, percaya nggak kalo Yesus itu ngajarin kita buat jadi pemberontak? Eits, tenang, jangan protes dulu, ato jangan langsung salah sangka. Yang GF! maksud, Yesus itu ngajarin kita buat jadi pemberontak ama dunia. Selama hidupNya di bumi yang cuman 33,5 taon itu Dia kasih teladan ama kita supaya ‘memberontak ama dunia’. Nah sebagai anak-anakNya kita juga mesti mengikuti jejakNya, jadi ‘pemberontak ama dunia’.
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)
Tapi sebelumnya, kita mesti tau dulu, apa sih ‘dunia’ yang Yesus maksud itu. Dunia yang Yesus maksud itu sebenarnya bicara soal cara pandang, cara hidup en segala macam hal yang ada di bumi ini, yang nggak sesuai ama Firman Tuhan. Tapi kita juga mesti ati-ati soalnya ada banyak hal yang keliatannya baik, en sempurna tapi nggak sesuai ama Firman Tuhan. En ada banyak hal yang kayaknya nggak menyenangkan, tapi sebenarnya sesuai ama Firman Tuhan.
“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” (I Korintus 10:3-5)
Nah tugas kita, yang ngakunya anak Tuhan, yang katanya mo ikut teladan Tuhan, adalah, jangan pernah ikutan jadi sama kayak dunia ini. Kita emang masih hidup en tinggal di dunia, tapi bukan artinya terus kita setuju ama semua yang ada di dunia. Kita mesti berani kayak Yesus. Dia nggak takut bilang salah, kalo emang itu salah. Ato Dia juga nggak takut melakukan kebenaran walopun Dia tau semua orang nggak setuju ama Dia. Ini yang disebut jadi pemberontak sama dunia. Tapi kita juga mesti siap sama konsekuensinya. Kita bakal dibenci ama banyak orang. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” (Yohanes 15:18).
Guys, buat jadi pemberontak atas dunia itu nggak gampang, soalnya kita bakal kalah jumlah dibandingin orang-orang lain yang mendukung dunia. Tapi jangan takut , terus maju aja, en lakuin apa yang kita tau itu benar. Karena itu juga yang Yesus lakuin. “…sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (I Yohanes 5:4)
Kita bukan dari dunia, itu yang Yesus bilang sama Bapa, “Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” (Yohanes 17:16). Kita ini semacam ‘alien’, tapi bukan dari planet lain atau UFO, tapi ‘alien from heaven’. Karena rumah kita sebenernya adalah surga, bumi ini hanya tempat persinggahan, sama kayak yang dikatakan dalam Ibrani 11:13-16 “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.”
Ada dua cara buat kita jadi pemberontak yang ‘mengguncang dunia’: (1) Dengan nggak ngikutin cara dunia, (2) dengan melakukan cara yang lebih baik dari dunia. Cara pertama seperti yang dibilang diatas, kita harus berani buat bilang ‘nggak’ sama dosa yang biasa dunia lakukan. Mungkin bagi dunia hal itu bukan ‘dosa’ karena mungkin semua orang ngelakuinnya, dan waktu kita menolak untuk kompromi, maka dunia bakalan bilang kita ini ‘aneh’. Mungkin kita bakalan dikucilin atau dipandang sebelah mata… its okay, itu harga yang harus kita bayar. Kita harus lebih mencintai Tuhan daripada dunia ini, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (I Yohanes 2:15). Menjadi sahabat Allah lebih tinggi dan lebih berharga daripada apapun, “…Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” (Yakobus 4:4). Jangan sampe kita kehilangan Tuhan hanya karena ingin sesuatu yang nggak kekal, karena…“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” (Markus 8:36).
Untuk cara yang kedua, kita harus melakukan segala sesuatu dengan cara yang jauh lebih baik daripada yang dunia lakukan. Kalo dunia dapet nilai A, maka kita harusnya punya nilai A+, atau A+++++ sekalian! Buat lebih jelasnya, GF! bakalan bahas soal ini di edisi Juni 2008 alias edisi ulang tahun mendatang. Jangan takut, Tuhan bilang kita lebih daripada pemenang dan Yesus telah mengalahkan dunia ini, ”Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yohanes 16:33).
Jadilah orang yang menjungkir-balikkan dunia. So, let’s be like Jesus. Turn the world upside down. “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia (turned the world upside down, -KJV) telah datang juga ke mari” (Kisah Para Rasul 17:6)
Untuk artikel lengkapnya, dapatkan di edisi cetak. Hubungi: info@getmedia-online.com
MASA DEPANMU BUKAN TARUHAN!
“Ah gua mau masuk jurusan kedokteran aja, soalnya jadi dokter itu jaminan kaya raya!”
“Kalo gua sih mau masuk jurusan seni deh, soalnya banyak temen gue yang masuk ke situ juga!”
Lho, nentuin masa depan kok gambling sih. Masa depan kita jangan dijadiin taruhan kayak judi dong. Kita harus tau apa yang kita mau dan tau apa yang Tuhan mau. So... siap nentuin masa depan kita? (dp, bea, F!)
MO JADI APA GUE NANTI YA...
STOP! Berenti dulu bacanya! Jawab dulu pertanyaan ini: ‘Apa kita udah tau mo jadi apa kita nanti?’ Kalo udah tau, silakan lewat aja, gak usah dibaca artikel ini. Kalo belum tau mo jadi apa nanti, kamu wajib baca artikel ini.
Kebanyakan anak muda kalo ditanya ‘mo jadi apa nantinya?’ Jawaban yang paling sering kita dengar itu kayak gini, ‘Errr...gak tau.’ Ato ‘Liat aja nanti.’ Cuma sedikit banget anak muda yang tau pasti mo jadi apa nanti kalo udah dewasa. Padahal penting banget lagi buat kita tau bakal jadi apa kita nanti (minimal kalo belum tau bakal jadi apa, kita udah punya gambaran, kita bakal jadi apa) ato bahasa kerennya kita tau panggilan dan tujuan hidup kita.
Kalo kita tau apa panggilan dan tujuan hidup kita, kita bisa persiapin diri kita lebih baik lagi. Kita bisa bikin rencana sekolah mana yang bakal kita masukin, sama siapa kita harus bergaul, kemampuan apa lagi yang mesti kita punya, jadi kita gak bakal buang-buang uang en waktu buat lakuin sesuatu yang gak perlu. Salah satu orang yang menurut GF! patut dijadiin teladan soal tau panggilannya itu Paulus.
Paulus itu orang yang tau pasti apa panggilannya. En karena dia tau apa panggilannya, dia tau langkah-langkah apa yang mesti dia lakuin supaya dia bisa mencapai panggilannya itu. Makanya dia bisa bilang begini, ‘Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul’ (1 Korintus 9:26), soalnya dia emang tau apa yang dia lakuin.
Gimana bisa tau panggilan dan tujuan hidup kita?
Kalo kita udah sadar pentingnya mengetahui panggilan kita, langkah selanjutnya kita mesti tau gimana caranya kita bisa tau apa panggilan kita. Tapi sebelumnya kita juga mesti tau kalo buat setiap kita, Tuhan udah punya rencana masing-masing yang khusus en spesial. Rencana Tuhan buat kita en adik atau kakak kita juga gak bakalan sama. Karena tiap orang itu unik di mata Tuhan en Tuhan punya rencana masing-masing buat kita.
Sekarang gimana kita bisa tau apa panggilan kita? Satu hal yang pasti jawabannya T2 alias Tanya Tuhan, hehe. Karena Tuhan yang tau rencana apa yang Dia punya buat kita, makanya biar tau apa tujuan hidup kita, ya tanya Tuhan. Yang jadi masalah gimana caranya kita tanya Tuhan? Emang kita bisa liat Tuhan? Emang Tuhan bisa bicara sama kita?
Kita emang gak bisa liat Tuhan. Tapi bukan artinya kita gak bisa tanya sama Tuhan. Kita bisa selalu tanya Tuhan lewat doa. Terus yang jadi masalah kedua, kalo kita gak bisa liat Tuhan, gimana kita bisa tau jawaban Tuhan? Jawabannya ada di:
“Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.” (Ayub 33:14)
Tuhan itu bisa bicara. Cuma caranya Dia bicara kadang itu gak langsung. Ada beberapa orang yang dikasih karunia bisa denger suara Tuhan secara langsung, tapi Tuhan kebanyakan bicara lewat orang lain. Bisa lewat orang tua, teman, pembimbing rohani, pendeta, dll.
Yang jadi pertanyaan berikutnya gimana kita tau ini suara Tuhan ato bukan. Cara paling gampang, hati kita bakal memberi kesaksian kalo itu adalah suara Tuhan. Seperti kata Paulus juga, “Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus” (Roma 9:1)
Waktu kita lagi bingung ini suara Tuhan ato bukan, dalam hati kita bakal ada satu suara kecil yang bakal kasih tau kita. itu suara hati kita. Suara yang paling jujur. So, kalo udah denger suara hati, ikutin aja, karena dia yang bakal bawa kita ke jalan yang benar.
Oh ya satu lagi, kalo ngomongin panggilan, jangan terus mikir kalo panggilan kita itu harus selalu sesuatu yang kayaknya ‘rohani’ (misalnya jadi hamba Tuhan, atau misionaris, atau pendeta, dsb). Kadang panggilan kita malah keliatannya gak ‘rohani’ sama sekali. Gimana kalo Tuhan memutuskan untuk memanggil kita jadi tukang roti? Ato bintang film? Ato apapun juga yang kayaknya gak rohani sama sekali? Still, itu panggilan Tuhan buat kita en kita wajib menjalankannya sepenuh hati.
It’s a process
Guys, kadang buat bisa tau apa panggilan kita butuh waktu yang lama. Bisa jadi waktu kita harus mutusin mo kuliah ke mana ato mo kerja apa, kita masih belum tau apa panggilan kita, padahal ‘kan kalo udah tau panggilan kita, bakal lebih mudah milihnya. Nah kalo kasusnya kayak gini, pilihlah sesuai dengan sesuai sama minat kita. Nah kalo nanti di tengah jalan kita tau panggilan kita, baru kita bikin strategi gimana memenuhi panggilan itu. Seperti kata Ps. Roberts Liardon juga, ‘Preparation never lost time’ (gak ada kata terlambat buat persiapan)
Amphibi
GF!ers tau kan binatang amphibi? Itu tuh binatang yang bisa hidup di air sama di darat. You know what, kadang dalam menjalani panggilan hidup kita, kita juga perlu jadi amphibi. Maksudnya? Bisa jadi kita terpanggil jadi seseorang, tapi di saat yang sama kita juga punya profesi lain. Biar gampang, GF! kasih contoh Paulus. Paulus punya panggilan jadi misionaris, tapi dia juga punya profesi lain jadi pembuat tenda.
So, gak dosa kok kalo mo punya profesi lain di luar panggilan kita, malah banyak orang yang kayak gini. Tapi kita harus ingat kalo mo punya profesi lain di luar panggilan kita, kita harus pastiin kalo profesi lain itu gak bakal menghalangi panggilan kita, malah harus bisa mendukung panggilan kita. Kayak Paulus jadi pembuat tenda ‘kan biar bisa membiayai pelayanannya. Yang kedua mesti kita ingat, panggilan kita tetap nomor satu, jadi jangan sampe kita keasyikan kerja sampe lupa sama panggilan kita.
KITA SEMUA ITU MISIONARIS LOH...
Sttttt... GF! mo kasih tau satu rahasia. Dengerin baik-baik ya. Kita semua, mo apapun panggilan kita (mo yang ‘kesannya’ rohani or gak) adalah misionaris. Mungkin GF!ers pernah denger istilah misionaris, en yang langsung kebayang adalah orang yang pergi ke . daerah pedalaman buat memberitakan Injil. Itu gak salah, cuma baru setengah benar. Sebenarnya kita semua itu adalah misionaris, karena definisi misionaris itu ‘kan orang yang memberitakan kabar keselamatan, en semua kita tanpa terkecuali dipanggil buat menyebarkan Injil sama semua orang, bukan sebagian orang aja, karena itu Amanat Agung Tuhan Yesus buat kita semua.
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19)
PASSION
Selain tau tujuan hidup, kita harus punya passion dalam apa yang kita kerjakan (sekarang ataupun nanti). Apa itu passion? Passion disini mungkin bisa diterjemahin jadi hasrat, gairah atau semangat. Menurut Barbara De Angelis, Ph.D seorang penulis buku-buku bidang hubungan antar manusia dan pertumbuhan pribadi, “Rasa lelah berkepanjangan, depresi, khawatir sampai kecanduan sesuatu, semuanya merupakan tanda yang jelas dari orang yang frustasi karena tidak merasa benar-benar hidup. Ketika bekerja, mereka melakukannya cuma demi mendapatkan penghasilan saja (just make a living). Padahal keinginan untuk bisa merasakan passion bersifat universal dan mendasar. Sebagai manusia, kita selalu ingin merasakan saat-saat ajaib ketika kita dihanyutkan dan bebas dari rutinitas serta ketegangan yang melanda kita setiap harinya; suatu kehidupan yang penuh semangat dan sangat hidup.”
Passion lahir dari yang namanya komitmen. Ketika kita berkomitmen pada sesuatu, baik itu mimpi, kepercayaan atau hubungan, maka kita akan memiliki passion terhadap hal tersebut. Nah, pertanyaannya, apakah kita bisa punya passion jika kita (terpaksa) berkomitmen terhadap sesuatu yang nggak kita sukai?
Menurut Rick Warren dalam “The Purpose Driven Life”, resep terbaik buat bisa punya passion adalah dengan punya tujuan. “Tujuan selalu melahirkan passion. Sebaliknya, passion akan memudar dan hilang jika kita kehilangan tujuan. Jika pekerjaan kita terasa tidak berarti dan tanpa tujuan yang jelas, sekedar bangkit dari tempat tidur pun dapat menjadi hal yang sangat berat dan membuat kita stress. Karena itu, tragedi terbesar dalam kehidupan bukannya kematian, tapi ketika kita hidup tanpa tujuan.” kata Rick Warren yang juga pernah menulis kalo semua orang sukses yang memberi dampak pada dunia adalah mereka yang punya passion dalam hidupnya (passionate people).
9 Tips Untuk Menemukan Passion
Passion merujuk pada hal-hal yang paling kita minati, sesuatu yang membuat kita sangat bersemangat. Setiap orang pasti punya passion, yang dapat menjadi landasan buat kita mulai mengarahkan hidup agar sesuai dengan rencana Tuhan. Passion ini bersifat unik dan diberikan secara eksklusif oleh Tuhan pada kita. Untuk mengetahui passion kita dan terus menemukan tujuan hidup kita, ada 9 cara simple, yuk ikutin!
1. Berdoa
Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menemukan tujuan hidup kita adalah dengan berdoa. Bilang sama Tuhan kebingungan kita akan masa depan dan tujuan hidup. Bilang sama Tuhan kalo kita siap buat memulai hidup yang sesuai dengan rencanaNya. Minta agar Tuhan nunjukkin jalan yang jelas supaya kita nggak ragu-ragu lagi buat melangkah maju.
2. Selidiki hobi
Pikirkan semua hal yang kita sukai, cacat di kertas. Hobi apa yang kamu sukai? Otomotif? Memelihara binatang? Menggambar? Olahraga? Catat, lalu bilang sama Tuhan betapa kamu menyukai hobi-hobi itu. Siapa tau Tuhan bakalan ngingetin kamu tentang tujuan hidupmu dari hobi itu.
3. Buku atau majalah apa yang kamu sukai?
Kalo kamu mampir ke toko buku, atau lewat di konter majalah, majalah atau buku apa yang secara otomatis akan menarik perhatian kamu? Bagian apa dari buku atau majalah tersebut yang akan kamu cari? Buku Psikologi? Politik? Majalah musik? Atau komik manga? Catat lagi seperti diatas. Perhatiin, apakah daftarnya punya kesamaan? Apakah juga ada kesamaan dengan poin 2?
4. Acara tipi atau film tentang apa yang kamu suka tonton?
Kalo kamu pegang remote tipi, acara apa yang kamu cari? Kalo kamu pergi ke bioskop, film apa yang kamu pilih? Apakah ada kesamaan jenis dengan apa yang udah dicatat tadi? Pikirin kenapa kamu suka jenis acara kayak gitu. Misalnya kamu suka nonton Planet Animal, ...hmm mungkin karena kamu suka atau bermimpi hidup di alam bebas.
5. Apa yang orang lain bilang tentang kamu?
Sering kali kita gak bisa melihat apa yang baik dalam diri kita karena kita terlalu dekat buat bisa memperhatikannya. Atau seringkali kita menganggap bakat kita itu sesuatu yang biasa-biasa saja, padahal bagi orang lain itu adalah sesuatu yang luar biasa. Coba tanyakan pada orang lain hal apa yang istimewa dari diri kamu, lalu catatkan.
6. Apa yang kamu gemari waktu kecil?
Ayo kilas balik. Inget-inget saat kamu masih senang main kelereng, rumah-rumahan, atau boneka. Hal-hal yang kita sukai pada waktu kecil bisa jadi petunjuk buat nemuin tujuan hidup yang Allah siapkan. Soalnya, pada waktu kecil kita biasa melakukan apa yang kita sukai secara murni, tanpa berpikir tentang ‘harusnya… atau sepantasnya…”
7. Apa yang membuat Anda bersemangat?
Hal apa yang paling suka kamu omongin dengan semangat en tanpa ngerasa lelah? Musikkah? Film? Politik? Oprah Winfrey sangat bersemangat kalo udah ngomong was-wes-wos. Dia gak kepikiran kalo apa yang dia sukai bikin dia populer en membuat dia jadi milioner. Kalo kita semangat dalam melakukan apa yang kita lakukan, uang bakalan ngikutin dengan sendirinya kok.
8. Apa keahlianmu?
Perhatikan hal-hal apa sajakah yang kamu mengerti lebih jauh dibanding teman-teman yang lain. Kamu bisa menggambar dengan bagus. Atau mengerti mesin motor. Atau cepat dalam menghitung. Catat dan renungkan.
9. Organisasi atau kelompok minat apa yang kamu sukai?
Kalo kamu diminta buat milih organisasi, kelompok minat, klub, atau asosiasi secara sukarela, apa yang akan kamu pilih? Apakah pecinta alam lantaran kamu suka bermain di alam? Atau pecinta buku? Atau klub otomotif? Bikin daftar klub-klub yang kamu sukai dan catatkan misinya.
Disadur dari tulisan Dawn Fields, seorang trainer dan pembicara yang banyak mengajar di gereja-gereja di Amerika tentang bagaimana menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan rencanaNya dalam pekerjaan sehari-hari.
GUE KULIAH APA YA...?
Andina lagi bingung mo masuk kuliah jurusan apa. Dia pengennya sih masuk jurusan seni tapi teman-temannya kebanyakan masuk teknik, kalo orang tuanya pengen dia masuk kedokteran. Jadi harus pilih yang mana? Pusing deh... (dapatkan artikel lengkapnya di edisi cetaknya, hubungi info@getmedia-online.com)
KAPAN KUPUNYA PACAAAAR??!!
Dan 28 Pertanyaan Lainnya Seputar Cinta Dan Pacaran!
Kapan gw bisa punya pacar? Boleh nggak punya pacar beda iman? Apakah cinta sejati itu ada? Boleh nggak cewek nembak duluan? Ratusan pertanyaan seputar cinta en pacaran pernah masuk ke kotak surat GFRESH!, dan kini dalam rangka memeriahkan bulan berwarna pink, GFRESH! menyusun 29 pertanyaan (dan jawabannya juga dong!) dari remaja, itung-itung sehari satu kali nanya selama bulan ini. Let’s get it on! (dp/F!)
1. Apa itu pacaran? Boleh nggak sih anak Tuhan pacaran?
Yaa boleh laaah! Tapi kita juga mesti tau dulu, definisi pacarannya itu apa dulu. Pacaran itu bukan sekedar jalan bareng, kemana-mana bareng, pokoknya selalu duaan. No, pacaran, itu lebih dari itu.
Di Alkitab emang nggak ada istilah pacaran. Pacaran atau kencan (dating) adalah rangkaian kegiatan sepasang sejoli mulai dari perkenalan yang mendalam sampai masuk ke jenjang pernikahan. Para hamba Tuhan sepakat kalo yang namanya pacaran itu sama dengan masa pranikah. Artinya kita pacaran karena kita berpikir untuk menikah. Pacaran bukan cuman sekedar main-main, sekedar biar ada teman curhat, ato biar nggak ketinggalan jaman, kayak teman-teman yang lain. Tujuan pacaran adalah buat mengenal pribadi pasangannya (pandangan, karakter, selera dsb), tapi ingat bukan fisik!
Terus gimana dong kalo sekarang kita udah keburu pacaran, padahal kita masih sekolah en nggak mungkin menikah dalam waktu dekat? Ya udah, ngomong baik-baik sama pacar kita tentang tujuan pacaran, en jelasin kalo hubungan pacaran kita sebaiknya jadi temenan aja. Udah gitu jangan terus jadi putus hubungan. Tetap jaga hubungan, tapi sifatnya teman aja, bukan pacar lagi.
2. Apaan tuh pasangan yang sepadan?
Firman Tuhan bilang di Kejadian 2:18. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.". Sepadan bisa berarti:
a. Sepadan bisa berarti seiman (2 Korintus 6:14).
b. Sepadan bisa berarti sama-sama melayani Tuhan.
c. Sepadan bisa berarti punya satu visi.
3. Gimana cari pasangan hidup dari Tuhan?
Istilah PH dari Tuhan itu bisa punya tiga arti. 1) ada orang tertentu yang sama Tuhan udah ditetapin jodohnya sama si anu en orang itu nggak bisa nolak, tapi ini jarang banget. 2) Tuhan nyiapin beberapa orang calon buat kita en nyuruh kita milih sendiri mana yang cocok sama kita, cara ini sering terjadi. Atau 3) Tuhan kasih kita kebebasan penuh buat cari PH en Dia setuju aja asal pilihan kita itu sesuai sama standarNya, dan kita berkomitmen untuk mencintainya. Nah ini yang paling sering kejadian. Dari tiga definisi tadi mana yang artinya PH dari Tuhan? Ya tiga-tiganya. Mana yang lebih baik? Tiga-tiganya. (Lihat ‘Menemukan Pasangan Dari Tuhan’)
4. Kapan kupunya pacar?
Gw nggak mau jomblo forever! Tolong dong! Semua temen-temen gw udah punya pacar! Jomblo is suck! Jangan dulu nuduh sembarangan! Jadi jomblo siapa tau jadi berkat buat kamu, yang penting harus diperhatiin kalo masih ngejomblo adalah:
- Masih single itu bukan sesuatu yang jelek, kok. Nggak punya atau belon punya pacar nggak berarti kamu ketinggalan jaman, nggak laku, masa depan kelam, dsb. Lagian daripada buru-buru dan salah milih, mendingan juga kita sabar, ngabisin waktu buat hal-hal yang positif. Kita bisa lebih konsentrasi sama apa yang kita mau capai bersama Tuhan dalam hidup ini lebih lagi. Pokoknya jangan pusing deh soal belon ketemu jodoh.
- Jangan jadi orang yang sukanya liat masa lalu doang! Kerjanya cuman mengeluh, menyesali apa yang udah terjadi. Masa Lalu bukan buat diratapi. Kita harus bisa mengambil pelajaran dari semua yang udah lewat. Masa lalu itu nggak akan merusak masa depan kita kalo kita mau memperbaiki apa yang salah dan menjaga apa yang baik. Tapi masa lalu bisa merusak masa depan kita, kalo kita nggak bisa keluar dari bayang-bayangnya, baik itu keberhasilan maupun kegagalan.
- Think positive. Orang yang berhasil adalah orang yang nggak takut sama yang namanya kegagalan. Ditolak cinta mulu? Maju terus sampe akhirnya meraih keberhasilan. Nggak usah dibesar-besarin sampe jadi trauma segala.
5. Apa syaratnya gw boleh pacaran?
Satu pertanyaan yang paling suka ditanyain sama anak muda adalah ‘kapan dong gue boleh pacaran?’ Jawabannya tergantung sama diri kita sendiri. Apa kita udah siap pacaran apa belum? Inget loh pacaran itu bukan cuman maen-maen, ato sekedar cari teman doang. Pacaran itu tujuannya married. Jadi kita butuh persiapan yang matang banget kalo mo pacaran. Nah supaya jelas, GF! kasih beberapa ‘syarat’ umum yang harus dipunyai orang yang mo pacaran.
a. Dewasa. Kedewasaan itu bukan masalah umur, tapi masalah cara pikir. Bisa jadi umurnya masih muda, tapi cara pikirnya dewasa. Ato bisa jadi kebalikannya, umurnya udah tua, tapi kayak anak kecil. Kalo kita mo pacaran, pastiin dulu kita udah dewasa (secara mental en rohani ya). Kenapa kedewasaan itu penting? Soalnya, waktu pacaran, kita bakal ketemu banyak masalah. Mulai dari penyesuaian gaya hidup, perbedaan pendapat, dll. Semua itu harus ditanggapi secara dewasa, kalo nggak bisa putus di tengah jalan deh. Makanya ada beberapa hamba Tuhan yang baru ngeluarin ‘surat ijin pacaran’ ke jemaatnya kalo udah umur 21, karena pas umur segitu, biasanya (nggak semua loh) orang udah dewasa.
b. Bebas dari luka batin. Orang yang masih punya luka batin, misalnya kepahitan ama ortu, ato ama mantan pacar, ato kepahitan ama lawan jenis, bisa bikin masalah dalam pacaran. Soalnya orang kayak gini bisa ‘menularkan’ luka batinnya ke pacarnya. Nggak cuman itu aja, orang yang punya luka batin bakal bikin pacarnya susah, karena harus ekstra hati-hati (soalnya orang kayak gini gampang banget terluka hatinya). Makanya sebelum mulai pacaran pastiin kita udah bebas dari semua luka batin kita. Caranya gimana? Minta Tuhan nyatain sama kita apa aja luka batin yang ada dalam diri kita en minta Dia sembuhin kita.
6. Emang kenapa kalo masih kecil udah pacaran?
Pacaran dini, itu kali istilahnya ya? Hehe. Kayak gini rawan merugikan diri sendiri dan orang lain. Ungkapan ‘pacaran bisa meningkatkan prestasi di sekolah’ itu cuman alasan doang. Yang terjadi malah nilai pada jeblok, apalagi pas lagi ada masalah. Mana hubungan pertemanan dengan teman lain jadi terganggu (mau nggak mau lho!) lantaran pasti pengennya eksklusif en menyendiri bareng pacar, padahal pertemanan masa remaja itu sangat berarti, jangan sampe kehilangan deh. Lagipula, emosi masa remaja belum stabil, nanti malah timbul cemburu buta, egoisme dsb.
7. Gimana caranya kita (cowok) sukses menyatakan cinta?
Kita harus belajar! Soalnya cewek nggak terlalu suka sama cowok yang nggak pede. Kalo Saykoji bilang, cewek lebih suka belajar makanya lebih banyak majalah cewek daripada majalah cowok. Banyak ngobrol deh sama orang-orang yang bisa kasih masukan, banyak baca buku kepribadian supaya kamu bisa lebih pede. Jangan kuatir, biasanya itu hanya karena cara berpikir yang salah tentang diri kita, tentang cewek, dsb. Kamu bisa berubah kalo kamu mau. Kamu bisa jadi cowok yang OK, asal kamu mau belajar buat ngembangin diri. (Lihat tips nembak)
8. Cari pacar lewat internet, boleh nggak?
Internet cuma media. Tentu saja boleh mencari pasangan lewat internet atau biro jodoh atau apapun. Yang pasti tentunya jangan pacaran di internet mulu, alias harus ketemu dan menjalin pertemanan di dunia nyata setelah berkenalan di internet, karena biasanya media internet rawan kebohongan, ngakunya single padahal udah punya anak, ngirim foto diri padahal foto Tom Cruise.
9. Boleh nggak cewe nembak cowo?
Untuk artikel selengkapnya, dapatkan di edisi cetaknya. Untuk berlangganan klik disini
KARAKTER
“Kamu harus punya karakter!”
Hehe, sebenernya kalimat uitu rada-rada rancu, karena semua orang pasti punya karakter. Hanya saja punya karakternya buruk atau baik. En biasanya kita bingung, sebenernya karakter itu apaan sih? En gimana membentuk karakter yang baik? Kenapa karakter itu penting? Apakah karakter bisa diubah? Well, baca terus deh! (dp/F!)
Tiga sekawan
Taukah kamu, tiap kita punya yang namanya temperamen, karakter dan kepribadian. Wah, apa bedanya tuh?
1. Temperamen adalah kombinasi dari sifat-sifat yang kita bawa sejak lahir. Dibagi jadi empat macam yakni Sanguin, Kolerik, Melankolis dan Plegmatis. Tidak ada temperamen yang lebih baik atau lebih buruk dari yang lainnya, semua ada kelemahan dan kelebihannya. Kita harus pintar-pintar untuk mengendalikannya. Temperamen yang baik adalah temperamen yang sudah bisa dikendalikan oleh Roh Kudus. Kalo kamu pengen lebih jelasnya or pengen tau temperamen apakah yang kamu punyai, kamu bisa pelajari di buku-buku tentang temperamen atau personality, salah satunya adalah: Personality Plus, atau Temperamen Yang Dikendalikan Roh atau Temperamen yang Diubahkan (Tim La Haye).
2. Karakter adalah kombinasi dari temperamen dan kebiasaan yang kita lakukan. Karakter adalah diri kita yang sebenernya. Karakter yang baik adalah gabungan dari tempeamen yang sudah dikendalikan oleh Roh dengan kebiasaan baik yang kita punya serta latihan-latihan yang kita lakukan. So, membentuk karakter adalah penting!
3. Kepribadian adalah ekspresi yang keluar dari kita, alias wajah kita. Kepribadian kadang memang keluar sebagai manifestasi dari karakter kita yang sebenernya, tapi kadang juga hanya topeng doang, alias boongan. Diri kita sebenernya adalah karakter yang kita punya.
KEBIASAAN
“Kok dia bisa ya bangun sepagi itu hanya buat membaca buku?”
“Walah, kok kamu bisa sih cuma makan sayuran?”
“Ck-ck-ck, keren banget sih maen gitarnya? Andai gue beisa kayak gitu!”
Pernah gak kita ngerasa amaze en terperangah en tergebog-gebog en gak habis pikir ngeliat temen kamu, or guru kamu, or tokoh yang kamu kagumi bisa ngelakuin sesuatu yang menurut kamu amazing banget? Ada satu fakta yang mengatakan kalo orang-orang yang berhasil adalah orang-orang yang membangun suatu rangkaian kebiasaan. Kamu juga bisa melakukan semua yang orang lain lakukan, caranya: bangun kebiasaan, bukan tergantung orang lain.
Untuk membentuk karakter yang baik, sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang kita punya atau yang akan kita kembangkan. Kebiasaan adalah suatu tindakan atau pola tingkah laku yang dilakukan secara otomatis, berulang dan sering kali gak disadari. Itu karena dilakukan berdasarkan pengalaman atau latihan sebelumnya. Biasanya, pemberian upah atau penghargaan akan membentuk kebiasaan. Setelah kebiasaan terbentuk, maka gak perlu lagi upah/penghargaan. Kebiasaan gak timbul sejak kita lahir. Dan kebiasaan baik bukanlah suatu keterampilan yang bisa kita bentuk seenaknya, tapi suatu pola yang harus kita kerjakan, melalui latihan berulang-ulang sampai menjadi tindakan yang alami.
Tips melatih kebiasan baik:
1. Tentukan rutinitas yang akan kita ubah. Misalnya olahraga, makan sayur, minum air putih, menulis blog tiap hari, dsb.
2. Siapkan waktu yang cukup untuk melakukannya. Menurut Dr. Maxwell Maltz, butuh waktu rata-rata 3 minggu melakukan sesuatu setiap hari untuk membentuk sebuah kebiasaan.
Tips membuang kebiasaan buruk
1. Buatlah keputusan utnuk berhenti dari kebiasan buruk kamu, misalnya kebiasaan merokok, tidur malam, jorok dsb
2. Tegaskan. Kamu bisa tulis penegasan-penegasan tentang kebiasaan buruk itu, misalnya ‘aku harus berhenti merokok agar terhindar dari penyakit paru-paru, dsb.
3. Bicara pada diri sendiri. Ucapkan komitmen dan penegasan yang udah kamu buat. Misalnya ‘aku akan berhenti merokok, karena bla-bla-bla’. Hal ini dapat memprogram otak kita. Ucapkan beberapa kali sehari.
Kalo kita punya kebiasaan buruk, maka akan sangat sulit untuk mengusirnya. Jauh lebih mudah jika hal itu belum menjadi kebiasaan. Kalo kebiasaan buruk itu sudah tinggal di dalam kita, hal itu akan menjadi bagian dari kita. Semakin kita mencoba melepaskannya, biasanya malah semakin mencengkram kita. satu-satunya cara untuk melepaskannya adalah dengan cara menggantikannya dengan kebiasaan baik.
Steven R. Covey dalam bukunya 7 Kebiasaan Efektif, menjabarkan 7 kebiasaan baik yang akan membawa kita pada kesuksesan. Apa sajakah itu?
1. Bersikap positif. Jadilah orang yang proaktif yang berpikir berdasarkan nilai-nilai, bukan perasaan.
2. Mulailah dengan menetapkan tujuan akhir
3. Dahulukan yang penting.
4. Berpikirlah ‘sama-sama menang’ dengan orang lain.
5. Cobalah untuk mengerti, lalu baru untuk dimengerti
6. Sinergi, membangun kekuatan untuk mengatasi kelemahan.
7. Asah gergajimu, tingkatkan kemampuanmu.
“Pertama-tama, kamu membentuk kebiasaan kamu. Setelah itu kebiasaan kamulah yang akan membentuk kamu.”
“Semakin sulit sesuatu hal dikerjakan, semakin sulit hal itu ditinggalkan. Semakin mudah sesuatu hal dikerjakan, semakin sulit hal itu diubah.”
“Kebiasaanmu adalah pelayan yang baik, atau tuan yang paling buruk”
Aku adalah sahabatmu. Aku merupakan penolong terbaikmu atau beban terberatmu. Aku dapat mendorongmu menuju kesuksesan atau menarikmu menuju kehancuran. Tunjukkan kepadaku apa yang harus aku lakukan dan dengan beberapa kali latihan aku secara otomatis akan melakukannya. Aku bukanlah mesin, tapi aku bekerja dengan teliti seperti sebuah mesin dengan intelegensi manusia. Ambilah aku, latihlah aku, dan perlakukan aku dengan tegas dan aku akan meletakkan dunia di bawah kakimu. Jangan pedulikan aku, maka aku akan menghancurkanmu. Aku adalah KEBIASAANMU.
KARAKTER
Istilah karakter mungkin gak terlalu familiar buat kita, di Alkitab terjemahan baru terbitan LAI juga gak ada istilah karakter, di gereja khotbah tentang karakter juga jarang kita dengar, padahal yang namanya karakter itu penting banget loh. Saking pentingnya, karakter itu bakal menentukan kesuksesan kita, secara rohani en jasmani. Tapi sebelum kita bahas kenapa karakter itu penting en gimana caranya punya karakter yang baik, kita harus tau dulu apa sih karakter itu.
Agak susah ya buat mendefinisikannya, soalnya karakter itu abstrak banget. Tapi singkatnya, karakter itu bisa dibilang siapa diri kita sebenarnya. Maksudnya karakter itu adalah inti dari diri kita. Karakter itu kayak harta karun yang tersembunyi di dalam diri kita. Gak ada yang tau kayak gimana bentuknya ato siapa yang naroh karakter di sana. Tapi yang pasti karakter itu emang tersembunyi. Adanya di dalam diri kita yang paling dalam. Dimana tempat pastinya gak ada yang tau, gimana bentuknya gak ada yang tau. Gimana cara kita menjalani hidup kita nunjukkin gimana karakter kita. Karakter itu bakal nunjukkin siapa sih kita sebenarnya. Itu kata Pdt. Leonardo A Sjamsuri.
Tiap orang bisa punya karakter yang beda-beda tergantung sama sifat bawaan/temperamen yang dibawa en gimana kebiasaan dia melakukan sesuatu. Cara tiap orang melakukan sesuatu bisa beda-beda tergantung sama daerah, en keluarga tempat dia dibesarin. Jadinya gak heran kalo kita liat orang yang punya hubungan darah (misalnya kakak, adik, orang tua anak) ato asalnya dari satu daerah yang sama biasanya punya karakter yang sama juga. Karena karakter itu emang bawaan juga. Yang jadi masalahnya gak semua karakter yang kita punya itu sesuai sama apa yang Tuhan pengen dalam hidup kita, makanya supaya kita bisa bertumbuh lebih dalam Tuhan, kita mesti punya karakter yang sesuai sama kehendak Tuhan.
KENAPA KARAKTER PENTING?
“The spirit of God can make us be in the top of mountain, but the character will make us still in there.” (Roh Tuhan bisa membuat kita berada di puncak gunung, tapi karakterlah yang akan membuat kita bertahan di sana). - Ps. Roberts Liardon
Mungkin GF!ers masih ingat ada banyak hamba Tuhan terkenal yang jatoh dalam dosa beberapa taun terakhir ini. Padahal mereka-mereka itu udah terkenal sebagai hamba Tuhan yang diurapi, tapi kenapa bisa jatoh dalam dosa, udah gitu dosanya juga gak terduga lagi? Jawabannya karena mereka gak membangun karakter yang baik.
Kalo kita punya karakter yang baik, Tuhan bisa kasih sama kita apa aja yang Dia mo en dijamin kita bisa handle semuanya. Ada banyak cerita di Alkitab tentang hamba Tuhan yang harusnya bisa dipake sama Tuhan luar biasa, tapi kisah hidupnya penuh kegagalan gara-gara karakternya jelek. Samson itu diurapi sama Tuhan luar biasa. Tapi sayang karakternya jelek, jadinya pelayanan dia malah jadi bumerang buat dirinya sendiri. Contoh laen, Salomo. Coba Salomo kurang diurapi apa? Punya hikmat, punya kekayaan, tapi sayang karakter Salomo jelek, harusnya kerajaannya gak harus pecah, tapi gara-gara karakternya yang jelek, kerajaannya harus pecah. Dari sini kita bisa liat kalo yang namanya karakter itu penting banget. Karena karakterlah yang Tuhan akan liat.
Untuk lengkapnya, kamu bisa dapetin di edisi cetaknya. Hubungi info@getmedia-online.com untuk berlangganan.
TUJUAN HIDUP KITA
Artikel berikut hanya sebagian dari majalahnya.
Jingle bells, jingle bells, jingle all the ways!
Merah padu padan hijau jadi warna resmi bulan desember. Penampakan kakek-kakek gendut berjenggot putih berkostum merah sambil ketawa-ketiwi tiba-tiba muncul di mana-mana. Natal telah tiba! Tuker kado. Musik. Pesta. Pohon terang. Drama natal. But, kita melupakan esensi dari natal itu sendiri, yakni TUHAN dan SALING MENGASIHI. (dp/F!)
Bayangin di bengkelnya Tuhan. Tuhan sedang merancang manusia. Ada desain prototype cowok ada cewek. Ada yang tinggi ada yang pendek. Ada yang dirancang dengan dua bakat, adapula yang didesain dengan tujuh, delapan, bahkan seratus bakat. Kelak semua rancangan ini akan disatukan dalam satu tempat dengan satu tujuan. Apakah tujuannya?
Rick Warren dalam buku komunitasnya menyimpulkan kalo hidup manusia itu semuanya adalah tentang Tuhan, kasih dan membangun hubungan dengan Tuhan dan dengan orang lain. Bukan tentang mengejar harta, sukses, status, bahagia dsb, tapi tentang menjadi serupa dengan Dia, serupa dengan Tuhan yang adalah kasih. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (I Yohanes 4:8). Tuhan mengasihi kita begitu dalam dan tanpa syarat, makanya Dia pengen kita untuk belajar menyembahNya, membalas kasihNya, dan mengasihi orang lain.
WORSHIP
Sebelum kita belajar tentang mengasihi, kita masuk dulu ke dalam pemahaman tentang worship. Apakah worship itu? Apakah worship itu tutup mata, tangan terangkat, lalu nyanyi lagu mellow?
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2)
Yang namanya penyembahan alias worship lebih dari sekedar nyanyi lagu bertempo rendah. Penyembahan bukan sekedar lagu ato suasana doang. Penyembahan adalah gaya hidup. Di Alkitab, kalo kita liat tiap kali ada orang yang lagi ‘menyembah Tuhan’ pasti dia sedang memberi persembahan. Bisa mempersembahkan binatang, sebagian dari hasil ladang mereka, ato uang. Malah kata penyembahan pertama kali disebutin di Alkitab waktu Abraham disuruh sama Tuhan persembahin Ishak. Dari sini kita bisa liat antara penyembahan en persembahan itu punya hubungan yang erat banget. Waktu kita sedang menyembah Tuhan, secara rohani kita seperti sedang memberi persembahan sama Tuhan.
MEMPERSEMBAHKAN TUBUH
Apa yang mesti kita persembahin sama Tuhan? Kambing? Domba? Sapi? Jaman sekarang, Tuhan gak nyuruh kita persembahin binatang lagi kayak dulu. Tapi dia nyuruh kita persembahin tubuh kita.
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12:1-2
Inilah persembahan sejati yang Tuhan cari dari kita. Tapi gimana caranya persembahin tubuh? Jangan terus langsung ngebayangin bikin mezbah dari batu kayak di zaman Alkitab terus kita tidur di atasnya, siap buat dibakar sampe abis. Gak dong! Bukan gitu artinya mempersembahkan tubuh. Mempersembahkan tubuh artinya mempersembahkan semuanya buat Tuhan. Kita punya kerinduan buat memberikan semua yang kita punya sama Tuhan. Gak ada satu pun yang kita tahan-tahan, wong semua yang kita punya juga ‘kan punya Dia. Dan juga kita taat sama Tuhan. Di zaman Perjanjian Lama, orang mempersembahkan korban salah satunya karena mereka taat sama perintah Tuhan. Apapun yang Dia suruh, kita lakukan, itu juga artinya mempersembahkan tubuh.
Kenapa kita harus menyembah tuhan?
· Karena Dia layak disembah
"Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" (Wahyu 5:12)
Dia adalah pencipta semua alam semesta yang luar biasa. Dia Allah yang besar en berkuasa. Dia penebus dosa kita. Dia juga merancangkan yang baik buat kita-kita. Ada alasan lain buat ngeyakinin elo-elo kalo Dia emang layak disembah?
· Karena Tuhan yang nyuruh
“Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:10)
Loh emang Tuhan itu gila hormat apa sampe nyuruh kita menyembah Dia? Gak gitu lagi. Alasan kenapa Tuhan nyuruh kita menyembah Dia soalnya, Dia tau kalo kita, manusia itu, gampang banget menyembah sesuatu yang kelihatannya hebat. Padahal itu ‘kan sama aja dengan penyembahan berhala. En Tuhan paling benci sama penyembahan berhala, makanya Dia nyuruh kita menyembah Dia.
· Karena itu adalah tujuan Tuhan ciptain kita
“Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.” (Yesaya 43:21)
Setiap ciptaan pasti dibuat dengan tujuan. Kita membuat kursi dengan tujuan spesifik: untuk tempat duduk. Begitu pula dengan manusia, ia dibuat untuk dapat menyembah penciptaNya, cuma manusia diminta buat menyembahNya gak kayak robot, ia punya kehendak bebas.
PENYEMBAHAN YANG SALAH
Kalo Tuhan bilang lagi mencari penyembah yang benar (Yohanes 4:23), artinya ada penyembah-penyembah yang salah juga. Kayak apa sih penyembah-penyembah yang salah? Yuk kita sama-sama liat, pelajari en jangan ditiru, tapi lakuin kebalikannya.
1. Menyembah yang bukan Tuhan
Menyembah yang bukan Tuhan itu bahasa Alkitabnya penyembahan berhala. Kita pasti udah sering dengar kalo yang namanya berhala itu bisa apa aja, mulai dari keluarga, hobi sampe uang, en orang-orang yang jadi idola kita. Yang jadi masalah kita sering tanpa sadar udah jadi penyembah berhala. Contoh aja, ada satu film di TV yang rame banget en kita pengen nonton, tapi pas jam itu sebenarnya kita harusnya ke gereja. Ujung-ujungnya kita SMS teman kita, kasih tau kalo gak jadi ke gereja en asyik nonton TV di rumah.
Ato contoh lain yang paling sering, kita jadi suka sama seseorang sampe kita tau semua tentang dia. Mulai dari tanggal lahir sampe kebiasaannya ngorok waktu tidur kita juga tau. Gak salah sih suka sama sesuatu ato sama seseorang, tapi kita harus bisa menempatkan semuanya di tempat yang tepat, jangan sampe kita bikin mereka sebagai berhala dalam hidup kita. Minta hikmat yang dari Tuhan supaya kita tau gimana menempatkan orang ato barang yang kita suka supaya jangan jadi berhala. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Keluaran 20:3)
2. Menyembah bukan dari hati
“Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan” (Yesaya 29:13)
Ini juga penyembahan yang salah. Penyembahan kita harusnya lahir dari hati kita, bukan sekedar kata-kata, ato akal-akalan kita doang, juga bukan kewajiban karena kita orang Kristen terus kita menyembah. Gak. Penyembahan itu bentuk ekspresi hormat kita sama Tuhan bukan kewajiban.
3. Munafik
Kalo yang satu ini lebih parah dari pada gak menyembah dari hati. Orang munafik itu sebenarnya sama sekali gak menyembah Tuhan, tapi keliatannya menyembah. Tuhan paling benci sama orang yang kayak gini. Orang kayak gini kalo di Alkitab kayak kuburan mewah yang keliatannya dari luar bagus, tapi dalamnya jelek. GF!ers jangan jadi orang munafik. Jangan menyembah Tuhan supaya diliat orang kayaknya rohani, padahal gak.
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.” Matius 23:27
Untuk artikel sepenuhnya, dapatkan majalahnya di friend@getmedia-online.com
BERSAKSI, DUH SUSAH BANGET SIH!
Ambil hp kamu. Liat phone book di hp kamu sekarang. Ya, sekarang!
Liat lagi satu-satu nama-nama temen kamu yang tersimpan disitu. Berapa banyak dari mereka yang belum pernah mendengar tentang kebenaran Yesus Kristus?
Liat tetangga kita. Atau teman les kita. Atau temen sebangku kita di sekolah. Atau mungkin saudara kita. Atau temen-temen di friendster kita. Apa ada di antara mereka yang belum mengenal or bahkan nggak tau sama sekali tentang Tuhan Yesus? (dp/erl/F!)
MENJADI TERANG ADALAH ‘BERSAKSI’
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16)
GF! pernah mikir, apakah yang dimaksud dengan ‘terang’ dalam ayat diatas? Ada yang bilang, jadi ‘terang’ adalah ‘berbuat baik dan berpola hidup yang baik’. Apakah kalo kita bertingkah laku baik dan melakukan perbuatan baik itu berarti kita udah jadi ‘terang’? No! Ternyata tidak! Nah lho! Kalo kita liat di ayat tersebut, ‘terang’ bukanlah perbuatan baik, tapi berfungsi agar perbuatan baik yang kita lakukan bisa dilihat orang dan kemudian orang-orang itu bisa memuliakan Bapa/Yesus.
Jadi, ‘terang’ adalah: ‘bersaksi tentang Yesus’ atau ‘berbicara/memberikan informasi tentang Yesus’. Lho kok bisa? Gini, kalo kita berbuat baik (atau berpola hidup baik), Tuhan bilang kita nggak bisa berhenti disitu aja, tapi orang lain harus tau peruatan baik kita dan kemudian memuliakan Yesus karenanya. Nah gimana caranya orang lain tau dan kemudian memuliakan Yesus kalo kita nggak kasih tau (bersaksi/berbicara/memberikan informasi) tentang Yesus? Tul nggak?
Ayat diatas sering dijadiin dalih/alasan buat kita nggak bersaksi/menginjili. Kita biasanya berdalih kalo bersaksi itu nggak perlu lewat perkataan, cukup dengan perbuatan (ngaku deh, hehe). Ternyata, sebaliknya bo! Ayat ini justru adalah alasan buat kita wajib bersaksi (dengan perkataan/informasi).
Misalnya, kita ngelakuin kegiatan sosial dengan kasih makan gratis ke gelandangan. Apa kita udah jadi ‘terang’? Belum, kita baru ‘ngelakuin perbuatan baik’, si gelandangan itu hanya akan berterimakasih dan memuji kebaikan kita (bukan memuji kebaikan Tuhan Yesus!). Kita baru jadi ‘terang’ kalo kita juga bersaksi/kasih tahu gelandangan itu alasan kenapa kita ngelakuin perbuatan itu (misalnya kasih tahu kalo kita ngelakuinnya karena Tuhan Yesus yang nyuruh kita), maka gelandangan itu akan ‘ngelihat perbuatan baik kita lalu memuliakan Bapa/Yesus’ sesuai dengan ayat di atas. Nah sekarang ngerti kan? Orang-orang nggak bakalan pernah memuliakan Yesus buat segala sesuatu yang kita kerjakan atau yang kita punya dalam hidup kita kecuali kalo kita mengarahkan perhatian mereka pada Yesus! Satu-satunya cara mengarahkannya adalah dengan cara bersaksi tentang Yesus.
Tapi bukan berarti kita berhenti berbuat baik (karena kalo kita berbuat baik pada orang artinya kita berbuat baik pada Yesus juga lho, baca Matius 25:44-45), tapi ternyata berbuat baik aja nggak cukup buat kita bisa jadi ‘terang’.
“TERNYATA KALO KITA HANYA BERBUAT BAIK (MISALNYA DENGAN MEMBERI MAKAN GELANDANGAN), KITA BELUM JADI TERANG!”
KABAR BAIK
Kata Ray Comfort (pemimpin pelayanan Way of Master bareng Kirk Cameron) penginjilan atau bersaksi itu artinya membagikan iman kita ama orang lain. Ato kalo sederhananya, penginjilan itu sering didefinisikan sebagai memberitakan kabar baik. Kabar baik apaan? Ya kabar baik kalo Yesus udah datang ke dunia buat mati menebus dosa kita en kita yang mo percaya ama Dia bisa masuk Surga en menikmati karunia hidup kekal. Satu hal yang nggak boleh kita lupa waktu bersaksi, yaitu Yesus-nya. Soalnya tujuan kita PI itu ‘kan mengenalkan Yesus ama orang-orang yang emang belum kenal Yesus. Gimana caranya? Jangan kuatir, GF! bakalan kasih cara-caranya deh!
BERSAKSI NGGAK SAMA DENGAN MEMENANGKAN JIWA!
Ini yang banyak jadi ‘stress’ buat orang Kristen. Ada yang bilang kalo kita harus memenangkan jiwa. Ternyata, Tuhan nggak pernah kok bilang secara langsung kalo kita harus memenangkan jiwa! Tuhan hanya menyuruh kita buat bersaksi! Beda lho antara bersaksi dengan memenangkan jiwa!
“Sebab Kristus mengutus aku (Paulus) bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil…” (1 Korintus 1:17)
“…dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8b)
Analoginya ama dengan situasi dalam pengadilan. Ada saksi dan ada pembela. Tugas saksi adalah menerangkan apa yang dia ketahui, bukan buat memenangkan perkara. Sedangkan seorang pembela bertugas untuk berusaha menyelesaikan suatu perkara dengan berhasil. Emang suatu sukacita kalo kita bisa memenangkan jiwa, kalo kita emang bisa. Tapi Tuhan hanya mewajibkan kita buat bersaksi.
BERSAKSI ITU WAJIB!!!
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15).
Semua orang percaya itu wajib bersaksi. Tapi sekarang ada anggapan kalo yang harus menginjili atau bersaksi itu hanya orang yang udah punya gelar Ev (evangelis), Pdt (pendeta), ato yang emang punya panggilan (jawatan) sebagai penginjil ato cuma mereka-mereka yang punya sebutan hamba Tuhan.
Oke, wait a second, who says so? Alkitab nggak pernah mengajar kita cuman sebagian orang aja yang harus penginjilan, yang lain cuma jadi penonton. Nggak lagi. Kalo dibilang tugas penginjilan buat orang yang punya sebutan hamba Tuhan, itu benar karena semua orang percaya itu adalah hamba Tuhan. Coba kita liat di 1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”
Menjadi saksi Kristus nggak cuman lewat tingkah laku dan pola hidup sehari-hari, tapi juga harus lewat kesaksian iman secara verbal!
MOTIVASI UNTUK BERSAKSIApa yang mendorong kita buat bersaksi? Saat kita nggak punya keberanian, atau sibuk atau malas, harus ada motivasi yang bisa bikin kita bangkit dan ngelakuin tugas kita. Tapi motivasi ini harus tulus dan murni. Apa aja sih?
1. Kasih Yesus
“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” (1 Yohanes 3:16)
“Sebab kasih Kristus yang menguasai kami..” (2 Korintus 5:14)
Paulus sangat terbeban buat memberitakan Injil karena kasih Kristus yang memotivasinya. Paulus telah diberi kasih karunia keselamatan olehNya, diapun rindu ngebagiin ke orang lain.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
2. Keinginan Tuhan sendiri
“…karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13).
Tuhan sendirilah yang ingin atau berkehendak agar semua manusia bisa mendengar kabar baikNya. Dan Tuhan akan memperlengkapi dan memimpin kita dengan Roh KudusNya biar kita bisa melaksanakan keinginan Tuhan ini. Kita hanya perlu taat pada pimpinan Roh Kudus. (baca 3 Langkah Mudah Menghilangkan Kesukaran Bersaksi).
3. Amanat Agung
Bersaksi adalah respon murid-murid Yesus (termasuk kita juga) terhadap perintah Yesus sebelum Dia naik ke surga. Yang kita kenal dengan nama Amanat Agung.
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20).
Disini ada yang bisa memotivasi kita yakni bahwa Yesus akan menyertai kita (melaksanakan Amanat Agusng) senantiasa sampai akhir jaman! So, jangan takut!
4. Kita punya utang!
“Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.” (Roma 1:14)
Paulus ngerasa punya utang pada Tuhan karena Tuhan telah menyelamatkannya, ia ngerasa harus bayar utang itu dengan cara memberitakan Injil pada orang lain. Pernah nonton film Pay It Forward? Seorang anak kecil punya misi buat berbuat baik pada tiga orang, dan tiga orang itu ‘berhutang kebaikan’, tapi harus dibayar dengan cara melakukan kebaikan ke tiga orang lainnya.
“Kita telah diselamatkan oleh Tuhan, bayarlah ‘utang’ keselamatan itu dengan cara memberitakan kabar baik keselamatan itu ke orang lain.”
5. Tuhan segera datang!
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14)
Umat yang cinta Tuhan pasti pengen Tuhan cepetan datang kan? Kalo Tuhan datang berarti udah tiba kesudahannya. Dan Tuhan bilang ‘kesudahannya’ tiba itu kalo injil sudah diberitakan di semua bangsa! Ini bisa memotivasi kita! So, ayo beritakan Injil Kerajaan Tuhan!
Untuk artikel penuhnya kamu bisa dapetin di edisi cetaknya, untuk berlangganan hubungi: friend@getmedia-online.com atau klik disini
THE ORIGINAL CHURCH
Artikel Fresh!er ini cuman sebagian dari versi cetaknya. Untuk mendapatkan majalah GFRESH! hubungi redaksi.
Apa yang terjadi kalo kita nggak bisa pergi ke gereja lagi karena nggak ada lagi gereja yang diperbolehkan berdiri? (di beberapa negara, hal kayak gini udah terjadi, lho!). Apa yang akan kita lakukan kalo kita merasa sendirian ketika menghadapi masalah? Bukankah hidup lebih ringan dan bahagia kalo kita punya sahabat yang memperhatikan kita dalam suka dan duka? Jawabannya adalah komunitas. Taukah kamu kalo sebenernya ‘komunitas jemaat’ adalah gereja yang orisinil alias the original church! (dp, F!)
Komsel lagi booming lagi, lagi jadi trend di gereja-gereja di Indonesia, jangan sampe kamu belum ngeh juga deh. Ampir semua gereja bikin yang namanya komsel, walopun pake nama yang beda-beda. Ada yang bilang komsel, selgrup, kelompok kecil, kelompok tumbuh bersama, family altar, de el el. Tapi semuanya sebenernya sama ya komsel tadi itu. Di F!er edisi kali ini GF! bakal bahas tentang komsel mulai dari definisi sampe tips-tips biar nggak boring di komsel. Ok, shall we begin?
KOMSEL: APAAN TUH?
Komunitas sel ato yang sering disingkat komsel ato kadang disebut sel doang ato apapun namanya adalah sekelompok orang Kristen, biasanya berjumlah 20 orang atau kurang, berkumpul dipimpin oleh seorang pemimpin sel (itu kata wikipedia.org). Ada tiga hal yang jadi ciri khas komsel:
1. Anggotanya terbatas
Nggak kayak Ibadah Minggu yang sekali datang bisa banyak orang, di komsel yang datang paling cuman 5-10 orang. Jumlah anggotanya sengaja dibuat sedikit biar lebih gampang ngawasinnya en juga lebih gampang nentuin menu ‘makanan rohani’ yang harus dikasih (soalnya makin dikit ‘kan biasanya makannya sama…)
2. Komsel = persekutuan tiap waktu
Guys, kalo kamu perhatiin sejarah gereja dari zaman gereja mula-mula sampe sekarang, yang namanya komsel nggak pernah identik sama ibadah di gereja. Di zaman Perjanjian Lama komsel disebut jemaat yang ada di rumah, ato kadang-kadang cuman disebut jemaat doang. Makanya kalo di tulisan-tulisan selanjutnya GF! banyak nyebut ibadah di rumah, gereja di rumah, jangan heran soalnya itu nama lain komsel juga. Tapi, yang lebih esensi lagi ialah komsel itu persekutuan kita dengan teman-teman tiap waktu. Saling menjaga, saling akrab, saling menopang, dsb. Nggak cuman ketemu di gereja seminggu sekali.
3. Ada persekutuan yang kekeluargaan
Namanya juga ibadah di rumah, pasti suasananya juga kekeluargaan, rileks, nggak formal. Beda ama Ibadah Minggu yang kesannya lebih formal, komsel itu kesannya nyantai banget. Makanya nggak heran tiap kali pertemuan bisa ada makan-makannya.
KENAPA SIH GUE HARUS KOMSEL?
“Allah memberi tempat tinggal (families, KJV) kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan (gives the desolate a home in which to dwell, Amplified), sehingga mereka bahagia (prosperity, Amplified), tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.” (Mazmur 68:6)
Kenapa kita harus komsel? Apa cuman karena disuruh ama gereja? Ato karena kewajiban? Alasan kenapa kita komsel adalah karena itu rencana Tuhan sendiri. Waktu nyiptain kita, Tuhan taruh suatu kebutuhan di hati kita buat berkumpul ama orang laen, ato bahasa kerennya, kita itu butuh yang namanya komunitas. Menurut Pak Eddy Leo dan Kak Erwin Widodo, komunitas bukanlah sebuah pilihan tetapi keharusan. Manusia didesain buat berkomunitas, ada tiga alasan kenapa kita harus ikutan komsel:
1. Tuhan sendiri adalah sebuah komunitas sempurna: ada Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Waktu Allah nyiptain manusia, Ia menciptakannya serupa dan segambar dengan diriNya (baca Kejadian 1:26-27). Martin Luther pernah berkata, “Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk membangun hubungan.” Atau dengan kata lain bahwa manusia diciptakan buat hidup di dalam gambar dan rupa komunitas kayak Allah adalah komunitas yang sempurna.
2. Manusia diciptain Tuhan sebagai mahluk sosial (Kejadian 2:18) “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja…”, udah dari sononya manusia itu adalah makhluk sosial, sejak lahir udah butuh orang lain. Contohnya: seorang bayi yang baru lahir butuh ibu, butuh dokter/bidan, butuh perawat yang merawat di RS. Dan tentu saja sebagai manusia sosial, maka manusia memerlukan hubungan dan komunitas dengan orang lain.
3. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita buat hidup dalam komunitas. Waktu Tuhan Yesus memulai pelayananNya, Dia membentuk komunitas yang anggotanya 12 orang yang kita kenal sebagai 12 murid Tuhan Yesus (baca deh Lukas 6:13-15). Sampai akhirnya terbentuk gereja mula-mula yang juga adalah sebuah ’komsel’.
Menurut Kak Erwin Widodo, di dalam Firman Tuhan jelas sekali akibat dari tidak tergabung dalam komunitas. Liat aja pengalaman Hawa, Elia dan Daniel.
· Kejadian 3:1-6 bercerita tentang Hawa yang sendirian pada waktu jatuh dalam dosa. Ini artinya kalo kita sendiri (nggak berkomunitas) maka kemungkinan kejatuhan karena serangan dosa dan kuasa gelap makin besar.
· Di dalam I Raja-raja19:1-4, Nabi Elia jadi lemah waktu sendirian en dapet ancaman bakal dibunuh ama Izebel, malahan dia kepingin mati aja. Seandainya Elia ada teman atau komunitas yang bareng-bareng ama dia, maka pasti teman-temannya akan menguatkannya, sehingga Elia jadi lebih kuat. Kalo kita nggak berkomunitas, en kalo kita lagi ngalamin masalah atau pergumulan, maka kita akan ngerasa tekanan yang kita alami berat banget. Bisa-bisa malah pengen bunuh diri.
· Baca Daniel 2:16-19, Daniel pada waktu sendirian nggak bisa memecahkan masalah, tapi waktu dia bersama teman-temannya, maka masalah itu mudah diselesaikan. Kalo kita nggak terhisap dalam komsel, maka kita akan sulit membuat perkara besar. Kemampuan kita terbatas kalo kita sendirian. Tapi kalo kita bersama-sama maka akan ada sinergi kekuatan yang besar.
Nah salah satu bentuk komunitas rohani yang Tuhan sediain buat kita itu namanya komsel. Komsel (komunitas sel) adalah keluarga rohani yang bikin kita bisa saling belajar banyak hal mulai dari membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan (lewat saat teduh, baca Alkitab dsb), menolong kita membereskan dosa, berdoa, menasihati kita, memperbaiki karakter, membawa kita pada pengalaman yang berhubungan ama kuasa dan karunia Roh Kudus, bahkan dalam hal-hal dalam hidup sehari-hari kita, dll.
Terus dimana gue harus berkomsel? Jawaban paling gampang ya di gereja dimana kita bergabung sekarang. Gimana kalo gereja kita nggak punya komsel? Sebenernya semua gereja punya bentuk komselnya masing-masing, cuman namanya aja yang beda-beda. Tapi satu yang sama, semuanya sama-sama berbentuk kelompok kecil en nyediain tempat buat kita bertumbuh secara rohani. Kalo memang nggak ada, kenapa nggak bikin aja sendiri. So, tunggu apa lagi? Yuk kita gabung dalam keluarga Allah, dalam komsel/persekutuan yang ada di sekitar kita, sehingga pertumbuhan rohani kita dapat kokoh dan kuat.
APA UNTUNGNYA KOMSEL?
Emang ada apa sih di komsel? Kenapa kita harus komsel? “Kalo kita nggak hidup di dalam komunitas, maka kita nggak bisa hidup dengan normal. Waktu dosa masuk ke dalam dunia, dosa menghancurkan komunitas, yaitu waktu Kain membunuh Habel. Allah membangun komunitas ini kembali melalui keturunan Set sampai pada Musa yang memimpin orang Israel di padang gurun melalui kelompok-kelompok kecil. Lalu Yesus datang buat kasih teladan pada kita gimana membangun komunitas dengan 12 orang muridNya. Akhirnya pada hari Pentakosta, lahirlah gereja-gereja yang ada di rumah-rumah.” ujar Pak Eddy Leo. Tapi emang ada keuntungan yang bakal kita dapatin di komsel yang nggak bakal kita dapatin di tempat lain?
1. Pertumbuhan rohani kita jadi lebih terawasi
Di komsel yang anggotanya dikit, pemimpin komsel ato ketua sel kita pasti lebih gampang ngawasin pertumbuhan rohani anggota komselnya. Jadi di komsel bisa dipastiin kalo semua anggotanya bakal ngalamin pertumbuhan rohani yang sehat en terawasi.
2. Bikin kita nggak bisa sombong
Kenapa manusia bisa sombong? Jawabannya gampang, soalnya dia sendirian. Orang yang suka sendirian biasanya punya bawaan sombong. Tapi kalo kita ada dalam suatu komunitas, biasanya sulit buat kita sombong. Soalnya pas waktu kita mo sombong, ternyata teman kita malah lebih baik dari kita. Terus apa yang mo disombongin?
3. Bisa bertumbuh sama-sama
Apa sih yang lebih menyenangkan daripada bertumbuh bareng teman yang kita sayangi? Di komsel, kita bakal belajar buat bertumbuh sama-sama. Jadi nggak ada yang lebih dari yang laen. Kalo misalnya ada satu orang yang punya kelebihan, ya kelebihannya dipake buat bantu yang laen supaya bertumbuh, jangan disimpen sendiri. Tujuannya biar tiap orang punya tingkat pertumbuhan yang sama.
4. Mencegah kejatuhan
Komsel bisa mencegah kita dari kejatuhan (jatuh dalam dosa maksudnya, masa kejatuhan duren… sakit dong!). Soalnya di komsel, kita bisa lebih gampang saling jagain satu sama lain supaya nggak jatuh dalam dosa. Karena anggotanya dikit, makanya kalo ada anggota komsel yang udah mulai ngaco pasti langsung ketauan en bisa diselamatin supaya nggak beneran jatuh dalam dosa. Coba perhatiin kenapa Hawa jatuh? Kenapa Daud jatuh sama Batsyeba? Soalnya mereka lagi sendirian. Nggak ada yang kasih tau kalo mereka itu salah. Tapi kalo di komsel, ada teman-teman yang bisa kasih tau kita ini salah ato ini bener.
UP – IN – OUT
NGAPAIN AJA DI KOMSEL?
Menurut Pak Eddy Leo, hal yang penting di dalam komsel adalah bukan acara dua jam di dalam satu minggu itu, tapi apa yang dilakuin di luar 2 jam tersebut. Apa kita masih saling kontak en saling ngedoain buat ngejalanin gaya hidup komunitas? Pada prinsipnya, hal penting yang harus dimiliki ama selgroup adalah Up-In-Out. Kalo apa yang dilakuin ama seseorang yang nggak menghasilkan up, in, out dan nggak berasal dari up, in, out, maka siap-siap aja komsel tersebut bakal mati.
UP = Setiap orang harus membangun hubungan intim dengan Allah Bapa.
IN = Membangun hubungan ke dalam, setiap orang harus saling mengasihi dengan kasih Bapa.
OUT = Membangun hubungan keluar. Setiap orang membangun hubungan untuk melakukan pekerjaan Bapa.
Liat aja orang Kristen zaman gereja mula-mula ngapain aja kalo komsel? Kalo mo tau jawabannya coba baca deh:
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 2:42-46)
Dalam komsel, mereka membangun hubungan intim dengan Tuhan lewat pengajaran-pengajaran para rasul, berdoa dan lain lain. Lalu mereka juga saling mengasihi sesamanya, saling berbagi, bergembira bersama (dan makan-makan! Itu penting lho, hehe). Abis itu yang nggak boleh ketinggalan adalah melakukan pekerjaan Tuhan, mencari jiwa, melakukan mukjizat dsb. Makanya Tuhan menambah jumlah mereka.
Selain makan-makan, masih ada banyak kegiatan laen di komsel yang bisa kita lakukan yang intinya bikin kita lebih deket ama anggota komsel yang laen. Nah berikut ini GF! kasih beberapa ide seru apa aja yang bisa kamu lakuin di komsel biar persekutuan antar sesama anggota komsel makin erat.
· Bikin games yang libatin semua anggota komsel
Coba cari games yang seru, lucu en bikin semua anggota komsel terlibat. Kalo nggak ada ide, kamu bisa buka majalah GFresh! kamu yang lama-lama, en di situ kamu bakal temuin rubrik Fresh!Fun yang isinya ide-ide unik bikin komsel kamu jadi rame.
· Masak bareng
Wah kalo yang ini dilakuin pasti heboh apalagi kalo yang masaknya cowok. Kebayang semua anggota komsel kumpul di satu rumah terus sama-sama masak bareng udah gitu sama-sama makan bareng, pasti seru en heboh deh.
· Nonton bareng
Kalo bosen komsel di rumah, coba sekali-sekali nonton bareng. Tapi tentuin dulu mo nonton film apa. Udah gitu abis selesai nonton jangan pada langsung bubar jalan, kumpul dulu, ngobrol dulu, makan dulu, sambil diskusiin film yang barusan ditonton.
· Pergi keluar bareng
Coba iseng-iseng dari pada komsel terus di rumah gimana kalo komselnya pindah ke restoran ato ke kafe ato ke tempat laen yang asyik buat nongkrong bareng. Jadi sekalian komsel bisa sekalian hang out.
· Diskusiin majalah GFresh!
Kalo yang satu ini udah bukan bareng baru lagi. GF! denger kesaksian dari beberapa teman GF! kalo salah satu kegiatan mereka pas komsel itu diskusiin majalah rohani kesayangan kamu ini. Thanks guys.
· Pelayanan keluar
Banyak pekerjaan Tuhan yang lebih mudah dikerjakan kalo bersama-sama, kenapa nggak dilakuin bersama? Bikin acara di panti asuhan, bikin bazar amal, bagi-bagi makanan ama anak jalanan, dsb. Kreatif aja deh.
So, ternyata ada banyak hal ‘kan yang bisa kita lakuin pas di komsel. Jadi tunggu apa lagi? Cepetan bikin komsel kamu fun en asyik.
KUNCI BERTUMBUH DALAM SEL
- Saling kenal atau ada rasa nyaman dalam komsel.
Kalo kita nggak nyaman dalam suatu lingkungan/komunitas pastinya kita bakalan tersiksa donk berlama-lama dalam komunitas itu, ntar jadinya pengen bolos komsel terus.
- Peduli satu ama laen.
Kalo kita acuh tak acuh, cuek ama anggota komsel yang laen, gimana bisa bertumbuh? Ada temen komsel yang lagi ngalamin masalah, sakit, atau mau ujian, apa urusannya ama gue? Wah… nggak bisa gitu donk. Tuhan bilang kita harus saling mengasihi. Kalo kita nggak peduli ama anggota yang laen itu berarti nggak punya kasih.
- Motivasi bener ikutan komsel.
Motivasi kita ikutan komsel harus bener yaitu bertumbuh dalam hal rohani. Nggak boleh ada motivasi yang laen kayak cari pacar, daripada nganggur di rumah, pengen makan-makan gratis de el el. Kalo motivasi kita nggak bener dijamin deh lama-lama kamu bakalan boring dateng komsel.
- Komsel itu tanggung jawab bersama, bukan cuman ketua doank.
Nah ini yang suka bikin banyak orang nggak mau ditunjuk sebagai ketua komsel. Soalnya takut ‘dikerjain’ terus-terusan ama anggotanya. Maksudnya harus mikir sendiri, nyiapin sendiri, mimpin pujian en Firman sekaligus tiap minggu sementara yang laen nggak mau tahu. Nggak bisa gitu donk. Namanya juga komsel gitu lho, saling berbagi donk, jangan ngandalin ketua melulu.
- Terapkan prinsip memberi itu prioritas
Kalo semua anggota punya prinsip memberi itu prioritas maka komsel itu bakalan bertumbuh dengan pesat. Waktu komsel terasa boring, semua anggota akan berinisiatif buat ‘menghidupkan’ kembali suasananya. En itu juga yang diajarin ama Tuhan Yesus lho di Filipi 2:3 “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri”.
JADI PEMIMPIN SEL YANG BAIK
Gimana caranya jadi pemimpin komsel yang baik? Nah buat kamu-kamu yang mo jadi pemimpin komsel yang baik, ini ada beberapa tips:
1. Rela berkoban
Yang namanya pemimpin harus selalu siap berkorban buat orang yang ada di bawahnya. Makanya kalo kamu-kamu mo jadi pemimpin komsel yang baik, kamu mesti siap berkorban buat anggota komselmu. Berkorban apa aja? Banyak. Mulai dari korban waktu, duit sampe korban perasaan.
2. Tingkatkan kapasitas kepemimpinan
Bicara soal jadi pemimpin bicara soal kapasitas kita sebagai pemimpin. Gimana caranya? Bisa dengan banyak baca buku tentang kepemimpinan, ato liat teladan pemimpin yang ada di atas kita, or kamu juga bisa sharing sama pemimpin kamu di gereja, coba tanya-tanya gimana caranya memimpin yang baik.
3. Bentuk tim kepemimpinan
Inget juga kalo kita nggak bisa bekerja seorang diri. Kita semua adalah tubuh Kristus, jadi penting banget punya satu tim kepemimpinan, anggotanya bisa satu ato dua orang. En yang terpenting dalam milih anggota tim kepemimpinan jangan pilih kasih. Pilih orang yang bisa sepaham sama kita en bisa mendukung apa yang kita lakukan, en yang paling penting punya hubungan yang baik sama Tuhan.
4. Jaga hubungan dengan Tuhan
Ini dasar banget. Semua yang kita lakukan kalo nggak berdasar sama hubungan kita dengan Tuhan sia-sia aja. Makanya pastikan kalo kamu punya hubungan yang baik dengan Tuhan dalam doa, en perenungan Firman. Soalnya makin baik hubungan kamu dengan Tuhan, makin banyak yang bisa kamu bagiin ama anggota komsel kamu.
5. Jangan mudah menyerah
Jadi pemimpin itu banyak tantangannya. Ada aja hal-hal yang bikin kita BT ato hal-hal yang nggak terduga. Tapi bukan artinya kita terus menyerah dengan semua tantangan yang ada. Malah semua itu harusya bikin kita tambah maju. So, Maju terus, pantang mundur.
Untuk mendapatkan artikel penuh, kamu harus beli majalahnya, bo, hehe. Sori.
POWERFUL PRAYER
Doa. Tiga huruf yang pasti udah sering GF!ers denger. Mo di gereja, di PA, di persekutuan, di sekolah… pokoknya everywhere, anywhere. Tapi survey membuktikan kalo nggak semua orang Kristen itu ngerti tentang doa. Mereka cuma tau kalo kita harus berdoa, titik. Tapi apa itu doa? Kenapa kita harus berdoa? Apa yang harus dilakukan waktu doa? Nggak semua kita tau jawabannya.
Artikel ini hanya potongan kecil dari artikel penuhnya. Baca selengkapnya di edisi cetak yang terbit September 2007 (dp)
ANSWERING MACHINE
Tut tit tut tet tet. Aku nge-dial nomor teleponnya Tuhan. Aku mau berdoa. Tuuuuut. Tuuuut. Ada nada sambung. Tapi… tut-tut-tut. Putus deh. Aku tekan redial lagi menghubungi Tuhan. Tuuuuut... Aha! Ada yang jawab.
“Selamat Pagi. Selamat menikmati layanan Kerajaan Surga. Tekan 1 untuk mengucap syukur. Tekan 2 untuk mengajukan pertanyaan. Tekan 3 untuk pujian penyembahan. Tekan 4 untuk permohonan.”
Lalu aku tekan angka 1.
“Maaf, malaikat yang melayani sedang sibuk. Mohon hubungi beberapa saat lagi”
Aku tekan angka 2
“Komputer kami mencatat Anda telah menghubungi kami lebih dari satu kali, karena itu kami akan akhiri pembicaraan saat ini.”
“Maaf, hari sabtu tutup, silakan hubungi senin depan”
“Maaf, nomor yang Anda hubungin sedang sibuk…”
Waaaakkkzs! Stress kalo gini caranya! Tapi, thanks God, saluran doa Tuhan nggak kayak gitu. Sekali kita berdoa padaNya pasti langsung Dia denger en kita tinggal tunggu jawabanNya.
“Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!...” (Yesaya 58:9a)
APA ITU DOA?
Kalo ditanya apa itu doa menurut Alkitab, jawabannya pasti macam-macam. Emang sih di Alkitab nggak pernah ngejelasin secara rinci apa itu doa. Tapi menurut Ps. William Lau, doa menurut Alkitab adalah suatu komunikasi dua arah antara kita dengan Tuhan.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)
Di ayat itu dijelasin kalo kita harus meminta sesuatu kepada Tuhan dalam doa. Artinya ada komunikasi antara kita dengan Tuhan.
Kalo menurut Ps. Victor Waang, doa itu napas hidup orang percaya yang harus ada dalam kehidupan rohani orang Kristen (kalo mo lebih jelas baca artikel ‘Doa Itu Dialog’ oleh Victor Waang).
Kalo menurut sumber lain di internet yang GF! sempet baca, doa itu adalah hubungan antara kita dengan Tuhan. Bukan sekedar hubungan biasa tapi hubungan yang akrab dan intim, kayak Papa sama anaknya.
Anyway, apapun definisi doa yang kita tau, semuanya punya satu kesamaan, yaitu doa itu harus berdasarkan suatu hubungan antara kita dengan Tuhan, Bapa kita. Inget nggak apa kata pertama yang disebutin waktu Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya buat berdoa? Bapa. Artinya, waktu kita berdoa kita lagi ngomong sama Papa kita sendiri.
Doa ≠ Rutinitas
Doa bukan rutinitas loh. Doa itu harus lahir dari kerinduan hati kita yang terdalam untuk mengenal Tuhan. Selalu inget kalo doa itu adalah saat-saat kita ngobrol sama Bapa kita. Nggak ada aturan yang bilang kalo kita wajib ngobrol sama Papa kita minimal satu jam tiap hari, ‘kan lucu jadinya kalo ada aturan kayak gitu. Kita mo ngomong sama Papa kita bisa kapan aja, mo berapa lama juga suka-suka kita, nggak ada aturannya harus berapa lama. Yang aneh adalah kalo kita jarang or dikit banget ngobrol sama Papa kita, itu artinya kita nggak akrab, tul?
Doa ≠ Liturgi
Doa juga bukan liturgi loh. Tau ‘kan istilah liturgi? Liturgi itu artinya susunan acara atau aturan baku. Nggak ada satu pun ayat di Alkitab yang nyebutin kalo kita mo doa harus ada liturginya. Kalo di zaman Perjanjian Lama okelah masih ada liturginya kalo mo doa. Misalnya harus mempersembahkan korban, cuci tangan, cuci kaki, en mandi yang bersih sebelum berdoa. Tujuannya supaya kita dianggap layak berdoa sama Tuhan. Tapi sejak kematian Yesus di kayu salib, segala macam liturgi kayak gitu udah nggak perlu lagi. Inget kematian Yesus udah bikin tirai Bait Suci terbelah, artinya kita bisa masuk langsung menghadap Tuhan, tanpa perlu segala macam liturgi lagi. Kehadiran Yesus udah ngegantiian semuanya.
DOA PUASA
Buat apa sih kita berdoa puasa? Bikin kita laper en makin kurus aja!
1. Ternyata, berpuasa sangat bermanfaat buat kita karena membantu kita menerima pengarahan dan kuasa dari Roh Kudus. Inget gak sebelum Yesus memulai pelayananNya di bumi, Ia berpuasa dulu selama 40 hari (Lukas 4:1-2). Yang harus diperhatikan adalah bahwa sebelum berpuasa ditulis “Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” (Lukas 4:1) dan sesudah berpuasa ditulis “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.” (Lukas 4:14). Artinya, ada peningkatan setelah Yesus berpuasa, dari yang cuman ‘penuh dengan Roh’ menjadi ‘dalam kuasa Roh’. Jalan menuju hidup yang penuh kuasa Roh Kudus adalah dengan berdoa dan berpuasa.
Apa yang dilakuin oleh Yesus, tentunya wajib dilakuin ama kita. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak” (Yohanes 14:12-13) dan “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.” (Yohanes 13:16). Kalo puasa adalah bagian terpenting yang dilakuin ama Yesus sebelum memulai pelayananNya, pastilah itu juga bagian terpenting buat kita, hambaNya.
Contoh lainnya ialah Paulus. Ia berpuasa 3 hari setelah menerima panggilan pelayanannya di jalan raya Damaskus (Kisah Rasul 9:9). Dan Paulus secara rutin berpuasa supaya pelayanannya menjadi berkuasa dan berdampak bagi orang lain (2 Korintus 6:5).
2. Selain itu, puasa juga merupakan suatu cara buat menaklukkan tubuh jasmani kita. “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:27). Tubuh jasmani berarti kedagingan dan keinginan daging itu berlawanan dengan keinginan Roh (Galatia 5:17). Dengan berpuasa, kita melatih tubuh kita dan keinginan jiwa kita yang selalu pengen dipuasin supaya tunduk pada keinginan roh kita sehingga nggak ada lagi yang ngehalangi pekerjaan Roh Kudus.
3. Puasa pasti butuh pengorbanan karena kita akan merasakan lapar dan terus menyangkal keinginan kita buat makan. Jadi bisa diartikan sebagai ‘dukacita menurut kehendak Allah’. Paulus membedakan dukacita menurut kehendak Allah dengan dukacita dunia di 2 Korintus 7:10 “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian”. Tapi jangan kuatir, Matius 5:4 bilang: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” dan Yesaya 61:3 “…untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya”.
4. Tujuan puasa adalah supaya ada perubahan pada manusia dan bukannya pada Tuhan. Kalo kita minta sesuatu yang emang di luar kehendak Tuhan, kita minta sampe puasa bertaon-taon juga nggak bakalan kita terima. Contohnya waktu Daud berpuasa supaya anak hasil perzinahannya dengan Barsyeba nggak mati. Kalo sesuatu emang salah, nggak bakalan jadi bener gara-gara kita berpuasa. Jangan anggap puasa sebagai suatu alat untuk mengelabui Tuhan atau sebagai jalan keluar buat setiap masalah yang kita hadapi.
5. Gimana caranya berdoa puasa? Sama kayak doa biasa. Setiap hari kita berdoa dan punya waktu khusus buat doa atau saat teduh. Tapi ada waktu-waktu dimana masalah terasa berat atau Tuhan kasih beban doa dalam hati dan memaksa kita buat berdoa lebih lama dan lebih terbeban. Puasa juga kayak gitu. Ada waktu-waktu rutin kita berpuasa sebagai wujud disiplin rohani misalnya seminggu sekali. Tapi ada waktu dimana ada keinginan yang kuat dari hati kita buat berpuasa lebih kuat, lebih bersungguh-sungguh.
“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:16-18).
Ayat di atas mengingatkan kita untuk selalu memeriksa hati kita, niat kita dalam berpuasa. Tapi bukan berarti kita harus berpuasa sendirian terus en nggak boleh berpuasa bersama-sama. Jemaat mula-mula aja sering berpuasa bersama-sama. Yang ditekankan di ayat di atas adalah kemurnian hati kita dalam menjalankan puasa. Untuk dilihat dan dipuji Tuhan atau untuk diliat manusia?
Di Alkitab nggak ada patokan khusus cara-cara puasa. Tuhan berpuasa 40 hari 40 malam (tapi nggak ditulis apakah puasa makan dan minum atau puasa makan saja). Ester berpuasa 3 hari 3 malam tanpa makan dan tanpa minum. Daniel berpuasa makanan enak selama 4 hari. Jadi tergantung kondisi badan kamu. Kalo baru belajar puasa en punya riwayat penyakit maag yang akut, ya jangan langsung puasa kayak Yesus donk. Kalau misalnya kamu emang orangnya nggak suka makan daging, ya jangan cuman puasa Daniel donk, tapi cari apa yang menjadi kegemaran kamu yang mau kamu tundukkin. Hati-hati juga buat yang punya penyakit tertentu yang cukup gawat misalnya diabetes milletus, lebih baik konsultasi ke dokter deh. Harus diingat juga, jangan pernah puasa minum lebih dari 72 jam, karena akibatnya fatal buat tubuh. Musa emang pernah puasa 40 hari tanpa makan dan minum tapi waktu itu beliau dalam kondisi supranatural jadi sanggup ngejalaninya.
Pada dasarnya puasa itu kan pengorbanan, dukacita, penyangkalan diri dan keinginan daging. Jadi kamu bisa berkreasi sebanyak mungkin dalam menentukan puasa kamu. But… jangan lupa tanya Roh Kudus, kan kita puasa buat Tuhan. Trus yang perlu diingat, selama kita puasa jangan lupa buat baca Alkitab. Selama puasa kita juga jangan sampe lupa tujuan kita puasa.
RAHASIA DOA YANG DIJAWAB
Emang sih soal doa kita dijawab ato nggak dijawab itu haknya Tuhan. Tapi at least Alkitab kasih kita petunjuk gimana sih caranya kalo mo doa kita dijawab:
· Sepakat
“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19)
· Rendah hati
Alkitab ngajarin kita kalo Tuhan itu Bapa kita. Coba bayangin gimana caranya kalo kita mo minta sesuatu sama Papa kita? Apa kita mintanya dengan teriak-teriak nggak sopan ‘PA, AKU MINTA DUIT!!!!’? ato dengan sopan dan penuh kerendahan hati. Sama dengan Tuhan. Kalo kita bisa kayak gitu sama Papa kita, kita juga seharusnya sopan en rendah hati sama Bapa kita di surga.
· Fokus
Pernah nggak punya teman yang waktu diajak ngobrol suka nggak connect. Bukan karena orangnya lemot, tapi emang dianya nggak bisa diam. Lagi asyik-asyik ngobrol, tau-tau ngeliatin orang laen, jalan ke sana-ke sini. Jadinya ngobrol kita nggak nyambung. Nyebelin nggak sih kalo punya teman kayak gitu? So pasti. Tapi bukannya itu juga sikap kita sama Tuhan? Waktu Tuhan lagi ngomong apa, kita ke mana. Makanya nggak heran, kalo doa kita nggak dijawab-jawab sama Tuhan, ya kitanya juga nggak connect sama Dia.
“...apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati (fokus)” (Yeremia 29:13)
· Punya iman
“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)
Punya iman dalam doa itu penting. En sebenarnya udah jadi suatu keharusan. Soalnya itu salah satu syarat doa kita bakal dijawab sama Tuhan. Tapi ada sisi lain yang perlu kita perhatiin, apa kita masih tinggal (punya hubungan yang erat) dalam Yesus ato nggak?
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 16:7)
Yang lebih ekstrim lagi, Smith Wigglesworth, rasul iman, mengajarkan kita untuk berdoa dengan iman yang kuat, cukup sekali meminta lalu setelah itu mengucap syukur. Kalo doa yang sama diulang-ulang, berarti kita nggak percaya, itu kata Smith.
· Nggak nyimpen dosa
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)
Kayaknya ayat itu udah jelas deh. Nggak perlu dijelasin lagi. So sebelum kamu berdoa minta sesuatu sama Tuhan pastiin dulu kamu nggak punya dosa. Kamu bisa mengakui dosamu di hadapan Tuhan, atau membereskan dosa dan kesalahanmu pada orang lain, atau mengampuni orang yang bersalah padamu.
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16)
“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Matius 5:23-24)
· Ngotot
“…Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.” (Lukas 11:5-7)
Mana ada orang yang minta roti tengah malem sambil ngebangunin yang punya rumah kalo dia nggak ngotot? Itu juga yang terjadi pada Elisa di 1 Raja 18:41-44 sewaktu ia meminta Tuhan untuk menurunkan hujan, ia harus bolak-balik ngotot berdoa sampe tujuh kali!
“…Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.”
· Taat
“dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22)
Mo doanya dijawab? Taat sama perintah Tuhan, dijamin pasti dijawab. Itu janji Tuhan sendiri loh. Artikel ini hanya potongan kecil dari artikel penuhnya. Baca selengkapnya di edisi cetak yang terbit September 2007 (dp)








.gif)
.jpg)


.jpg)





